Latar Belakang dan Rumusan Masalah Menulis Karangan Menggunakan Media Gambar Seri

BAB I
    PENDAHULUAN   

A.    Latar Belakang Masalah
Latar Belakang dan Rumusan Masalah Menulis Karangan Menggunakan Media Gambar Seri- Menulis merupakan salah satu aspek keterampilan berbahasa yang sangat penting. Dalam dunia pengajaran bahasa terdapat suatu ungkapan yang patut diperhatikan oleh guru bahasa. Ungkapan itu berbunyi: “Menulis satu huruf lebih bermakna daripada diam”. Ungkapan ini sesuai dengan pengajaran keterampilan menulis karena menulis merupakan salah satu faktor penentu wawasan keilmuan seseorang, apakah orang tersebut mempunyai wawasan yang luas atau tidak. Hal ini dapat diamati dari perbendaharaan kata dan penguasaan konteks serta kohesi dan koherensi dalam hasil karangan.
Menulis dipandang sebagai suatu ilmu dan seni karena disamping memiliki aturan-aturan juga mengandung tuntutan bakat yang menyebabkan suatu tulisan tidak semata-mata sebagai batang tubuh sistem yang membawakan makna atau maksud tetapi juga membuat penyampaian tersebut menjadi unik, menarik dan menyenangkan pembacanya (Iip Latifah,2005:3).
Pengajaran sastra yang diberikan di sekolah, masih kurang mampu mendekatkan siswa kepada sastra karena sebagaimana dikemukakan oleh Tarigan (1993: 186) bahwa “pengajaran mengarang belum terlaksana dengan baik di sekolah. Kelemahannya terletak pada cara guru mengajar umumnya kurang bervariasi, dan kurang dalam frekuensi, pembahasan karangan siswa kurang dilaksanakan oleh guru.
Guru sebagai pengajar di sekolah harus menggunakan metode, teknik, media atau model pembelajaran yang tepat untuk dapat menarik dan mengarahkan minat dan kemampuan siswa dalam menulis karangan sederhana. Salah satu upaya guru untuk meningkatkan minat siswa dalam menulis karangan sederhana yaitu dengan menggunakan media pengajaran dalam proses belajar mengajar. Seperti kita ketahui, media sesungguhnya memegang peranan yang sangat penting dalam usaha meningkatkan kualitas pembelajaran.
Begitu pentingnya guru beserta variasi media yang digunakan dalam pengajaran, maka penulis akan mencoba meneliti penggunaan media dalam pembelajaran menulis karangan berdasarkan pengalaman. Media yang akan penulis gunakan yaitu berupa gambar berseri. Ketika melihat gambar berseri, barangkali pikiran kita langsung melayang pada imaji yang telah teralami. Gambar berseri adalah media yang dapat digunakan untuk merangsang dan meningkatkan kemampuan  belajar menulis pada siswa, dimana siswa melihatnya tanpa harus dibujuk. Melalui bimbingan guru, gambar berseri dapat berfungsi sebagai jembatan untuk meningkatkan kemampuan menulis.
Mengingat betapa pentingnya arti kemampuan menulis bagi siswa sudah sewajarnya pengajaran menulis dibina sebaik-baiknya. Hal tersebut dapat dicapai dengan bimbingan yang sistematis dan latihan yang intensif sehingga tidak mengherankan bila keterampilan menulis disebut keterampilan yang bersifat mekanistis. Artinya kemampuan menulis itu tidak mungkin dikuasai siswa hanya melalui teori saja, seperti diungkapkan oleh Tarigan (1994:4) bahwa keterampilan menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang diperoleh melalui proses praktik dan latihan secara teratur. Keterampilan menulis tidak datang secara otomatis tetapi harus melalui latihan dan praktik yang banyak dan teratur.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan pengajaran menulis kurang mengarah :
1.    Ada tidaknya buku-buku pelajaran sastra. Berkaitan dengan itu Sumardjo dan Seni (1989, vi) menjelaskan bahwa bacaan yang berbobot masih kurang dan karya sastra hanya dijadikan hafalan judul buku dan pengarangnya, sehingga pada akhirnya anak didik kebingungan dalam memilih bacaan yang berbobot.
2.    Faktor sarana menyangkut tidak adanya perpustakaan sekolah yang cukup memadai, sehingga buku-buku sastra yang tersedia kurang mendukung tercapainya tujuan pengajaran.
3.    Faktor guru ditinjau dari cara menyampaikan materi, guru lebih menekankan pengetahuan tentang sastra dan kurang memperhatikan kemampuan siswa dalam mengapresiasi dan mengekspresikan karya sastra.
Hal ini didukung pula oleh kondisi siswa yang merasa jenuh ketika harus belajar bahasa yang dianggap membosankan ditambah lagi tidak adanya media yang merangsang mereka untuk bisa menyukai pelajaran menulis dan dipertegas oleh pendapat Agustini (1977: 88) bahwa siswa tidak menyenangi pelajaran mengarang. Beberapa faktor yang menyebabkan siswa tidak menyukai pelajaran mengarang yaitu (1) siswa tidak memiliki bakat menulis, (2) siswa menemui banyak kesulitan dalam mengarang, (3) siswa jarang berlatih menulis, (4) guru tidak terampil mengajarkan menulis, (5) guru kurang memotivasi siswa dalam menulis.
Hal senada diungkapkan  oleh Tarigan ( 1991: 3 ) bahwa penyebab kekurangmampuan siswa dalam mengarang antara lain:
1.    Sikap sebagian besar masyarakat terhadap bahasa Indonesia belum menggembirakan, mereka tidak malu memakai bahasa yang salah.
2.    Kesibukan guru bahasa Indonesia di luar jam kerjanya menyebabkan mereka tidak sempat lagi memikirkan bagaimana cara pelaksanaan pengajaran mengarang yang lebih menarik dan efektif.
3.    Metode dan teknik pengajaran mengarang kurang bervariasi serta mungkin sekali hasil karangan siswa yang ada pun tidak sempat dikoreksi.
4.     Bagi siswa sendiri pelajaran mengarang dirasakan sebagai beban belaka dan kurang menarik
5.    Latihan mengarang sangat kurang dilakukan oleh siswa
Perlu disadari bahwa proses pembelajaran yang menyenangkan merupakan salahsatu faktor yang dapat menunjang keberhasilan suatu pembelajaran. Oleh karena itu, dituntut kreativitas yang tinggi dari para pengajar untuk terus mencari teknik dan media pembelajaran yang dapat menciptakan suasana pembelajaran seperti diharapkan dalam materi pembelajaran.
     Salah satu cara untuk mengatasi masalah di atas yaitu dengan penggunaan media gambar berseri yang dapat digunakan sebagai alternatif untuk mengurangi kebosanan siswa saat belajar menulis karangan dan untuk meningkatkan keterampilan siswa menulis karangan. Pemilihan media gambar berseri diharapkan akan mampu mengatasi kejenuhan siswa saat belajar menulis karangan. Siswa diharapkan akan menyukai pembelajaran menulis karangan narasi dengan menggunakan media gambar berseri. Rasa antusias inilah yang ingin dibidik penulis pada saat pembelajaran menulis karangan sederhana.
Hasil pengamatan dan identifikasi penulis selama menjadi tenaga pendidik tidak tetap di MI 1 Condong selama ini yaitu masih adanya siswa kelas III yang memiliki kemampuan dan keterampilan yang minimal dalam menulis karangan. Hal ini dibuktikan dari nilai yang diperoleh dalam  menulis karangan pendek masih kurang baik. Siswa cenderung tidak bisa memulai mengembangkan karangan meskipun tema karangannya sederhana. Siswa terlihat enggan dalam memulai menulis karangan dan tampak kurang memperhatikan instruksi guru untuk memulai menulis karangan. Imajinasi siswa dalam mengembangkan karanganpun seolah selalu terputus dan mengulang kata-kata dalam karangannya.
Peran pendidikan dalam mengelola pembelajaranpun sangatlah penting. Sebagai sosok yang mentransformasikan pengetahuan dan keterampilan, ia memiliki peran penting untuk menciptakan suasana pembelajaran menjadi lebih menarik dan menyenangkan. Maka, penggunaan media pembelajaran sebagai alat bantu mengajar memiliki peran yang penting. Penggunaan media belajarpun selama ini cenderung masih terbatas sehingga nampak siswa kurang tertarik mengikuti pelajaran menulis karangan. Dari 37 siswa kelas III MI 1 Condong yang terlihat tertarik dalam menulis karangan hanya 15 orang saja yang terlihat menekuni latihan menulis karangan, sisanya terlatih menulis karangan dengan asal-asalan dan tidak mampu merangkai kata demi kata untuk kemudian mengembangkan karangannya menjadi lebih baik. Mengingat pentingnya keterampilan mengarang pada siswa MI kelas III ini, penulis tertarik untuk melakukan Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan media belajar gambar berseri maka penulis mengambil  judul penelitian “PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN SEDERHANA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR SERI
    DI KELAS III MI 1 CONDONG” KAB. TASIKMALAYA.

B.    IDENTIFIKASI MASALAH
Hasil pengamatan kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia di MI 1 Condong ditemukan bahwa siswa MI 1 Condong kelas III, nilai bahasa Indonesia khususnya dalam pembelajaran menulis karangan, dari 37 siswa tergolong masih kurang. Hal ini disebabkan anggapan anak mengalami kesulitan dalam pembelajaran menulis karangan dibandingkan dengan aspek belajar bahsa Indonesia yang lainnya.
    Ketidak berhasilan siswa dalam pembelajaran menulis karangan disebabkan oleh terbatasnya variasi metode pembelajaran, dan minimalnya  penggunaan alat peraga bahasa Indonesia dalam proses pembelajaran oleh  guru, sehingga akhirnya proses pembelajaran cendrung kurang menarik serta siswa kurang aktif  dalam pembelajaran, dampak selanjutnya adalah berpengaruh pada nilai akhir pelajaran bahasa Indonesia pada siswa kelas III yang tergolong rendah.
C.    Rumusan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah di atas, perumusan masalah pada penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.    Bagaimanakah langkah-langkah pembelajaran menulis karangan dengan  penggunaan media gambar seri untuk  meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan sederhana?
2.    Bagaimanakah perubahan kemampuan siswa dalam menulis karangan sederhana setelah menggunakan media gambar seri?
D.    Pembatasan Masalah
Hasil pengamatan dan identifikasi penulis selama menjadi tenaga pendidik  MI 1 Condong selama ini yaitu masih adanya siswa kelas III yang memiliki kemampuan dan keterampilan yang minimal dalam menulis karangan. Hal ini dibuktikan dari nilai yang diperoleh dalam  menulis karangan pendek masih kurang baik. Siswa cenderung tidak bisa memulai mengembangkan kata demi kata meskipun tema karangannya sederhana. Siswa terlihat enggan dalam memulai menulis karangan dan tampak kurang memperhatikan instruksi guru untuk memulai menulis karangan. Imajinasi siswa dalam mengembangkan karanganpun seolah selalu terputus dan mengulang kata-kata dalam karangannya. Sehingga, siswa menganggap pembelajaran menulis karangan ini adalah pelajaran yang sangat membosankan, dan menjenuhkan.
Dengan demikian, salah satu cara untuk mengatasi masalah di atas yaitu dengan penggunaan media gambar berseri yang dapat digunakan sebagai alternatif untuk mengurangi kebosanan siswa saat belajar menulis karangan dan untuk meningkatkan keterampilan siswa menulis karangan. Pemilihan media gambar berseri diharapkan akan mampu mengatasi kejenuhan siswa saat belajar menulis karangan. Siswa diharapkan akan menyukai pembelajaran menulis karangan sederhana dengan menggunakan media  gambar seri.
E.    Tujuan Dan Maksud Penulisan
    Tujuan penelitian ini adalah  mendeskripsikan langkah- langkah pembelajaran menulis karangan sederhana dan mendeskripsikan perubahan kemampuan siswa dalam menulis karangan sederhana setelah menggunakan media gambar seri. 
F.    Pola Pikir Penelitian
Media pembelajaran merupakan alat bantu yang digunakan oleh guru dalam rangka berkomunikasi dengan siswa. Artinya, proses komunikasi yang menggunakan media pembelajaran harus mendasarkan diri pada tujuan pembelajaran, seperti halnya dalam pembelajaran menulis karangan sederhana yang menuntut pemanfaatanmedia berupa media gambar seri.
     Media pembelajaran berupa media gambar seri dalam pembelajaran menulis karangan sederhana memegang peranan penting dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Melalui pemanfaatan media gambar seri dalam pembalajaran menulis karangan sederhana, siswa dapat mengerti alur cerita peristiwa sehingga dapat mengarang dengan sistematis, siswa tidak cepat bosan sehingga perhatiannya selalu terfokus pada kesan yang dilihat dan pada akhirnya akan meningkatkan kemampuan mengarang siswa.
     Kerangka pikir penelitian ini tentang pemanfaatan media gambar seri dalam pembelajaran menulis karangan sederhana terhadap prestasi siswa, digambar sebagai berikut:


G.    HIPOTESIS
Dalam penelitian ini, hipotesis yang penulis gunakan yaitu bahwa penggunaan media belajar gambar berseri memberikan kemudahan kepada guru dalam menyampaikan materi pembelajaran menulis karangan dan siswa kelas III MI 1 Condong menjadi lebih tertarik serta termotivasi  dalam mengikuti pembelajaran mengarang, sehingga bisa dikatakan akan terjadi perbedaan antara pembelajaran mengarang yang menggunakan media belajar dengan yang tidak menggunakan media belajar.




1 Responses to “Latar Belakang dan Rumusan Masalah Menulis Karangan Menggunakan Media Gambar Seri”

fakhrizal S.Pd.I :
This comment has been removed by the author. October 21, 2017 at 9:19 PM

Post a Comment