contoh proposal penggunaan media gambar untuk meningkatkan menulis karangan



PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR BERSERI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBUAT KARANGAN BERDASARKAN PENGALAMAN
              
  Menulis merupaka salah satu aspek keterampialan berbahasa yang sangat penting. Dalam dunia pengajaran bahasa terdapat suatu ungkapan yang patut diperhatikan oleh guru bahasa, ungkapan itu berbunyi: “menulis satu hurup lebih bermakna daripada diam”. Ungkapan ini sesuai dengan pengajaran keterampilan menulis karena menulis merupakan salah satu faktor penentu wawasan keilmuan seseorang, apakah orang tersebut mempunyai wawasan yang luas atau tidak. Hal ini dapat diamati dari perbendaharaan kata dan penguasaan konteks serta kohesi dan koherensi dalam hasil karangan.
  Menulis dipandang sebagai suatu ilmu dan seni karena disamping memiliki aturan-aturan juga mengandung tuntutan bakat yang menyebabkan suatu tulisan tidak semata-mata sebagai batang tubuh sistem yang membawakan makana atau maksud tetapi juga membuat penyampaian tersebut menjadi unik, menarik dan menyenangkan pembacanya (Iip Latifah,2005:3)
  Pengajaran sastra yang diberikan di sekolah, masih kurang mampu mendekatkan siswa kepada sastra karena sebagaimana dikemukakan oleh Tarigan (1993: 186) bahwa “pengajaran mengarang belum terlaksana dengan baik di sekolah. Kelemahannya terlatak pada cara guru mengajar umumnya kurang bervariasi, dan kurang dalam frekuensi, pembahasan karangan kurang siswa kurang dilaksanakan oleh guru”
  Maka dari itu, guru sebagai pengajar di sekolah harus mempunyai metode, teknik, media atau model pembelajaran yang tepat untuk dapat menarik dan mengarahkan minat dan kemampuan siswa dalam menulis karangan berdasarkan pengalaman pribadi. Salah satu upaya guru untuk meningkatkan minat siswa dalam menulis karangan berdasarkan pengalaman pribadi yaitu dengan menggunakan media pengajaran dalam proses belajar mengajar. Seperti kita ketahui, media sesungguhnya memegang peranan yang sangat penting dalam usaha meningkatkan kualitas pembelajaran.
  Karena pentingnya guru beserta variasi media yang digunakan dalam pengajaran, maka penulis akan mencoba meneliti efektivitas penggunaan media dalam pembelajaran menulis karangan berdasarkan pengalaman pribadi. media yang akan penulis gunakan yaitu berupa gambar berseri. Ketika melihat gambar berseri, barangkali pikiran kita langsung melayang pada imaji yang telah teralami. Gambar berseri adalah media yang dapat digunakan untuk merangsang dan meningkatkan kemampuan  belajar menulis pada siswa, dimana siswa melihatnya tanpa harus dibujuk. Melalui bimbingan guru, gambar berseri dapat berfungsi sebagai jembatan untuk meningkatkan kemampuan menulis.
   Mengingat betapa pentingnya arti kemampuan menulis bagi siswa sudah sewajarnya pengajaran menulis dibina sebaik-baiknya. Hal tersebut dapat dicapai dengan bimbingan yang sistematis dan latihan yang intensif sehingga tidak mengherankan bila keterampilan menulis disebut keterampilan yang bersifat mekanistis. Artinya kemampuan menulis itu tidak mungkin dikuasai siswa hanya melalui teori saja, seperti diungkapkan oleh Tarigan (1994:4) bahwa keterampilan menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang diperoleh melalui proses praktik dan latihan secara teratur. Keterampilan menulis tidak datang secara otomatis tetapi harus melalui latihan dan praktik yang banyk dan teratur.
                Ada beberapa faktor yang menyebabkan pengajaran menulis kurang mengarah
1.       Ada tidaknya buku-buku pelajaran sastra. Berkaitan dengan itu Sumardjo dan seni (1986,vi) menjelaskan bahwa bacaan yang berbobot masih kurang dan karya sastra hanya dijadikan hafalan judul buku dan pengarangnya, sehingga pada akhirnya anak didik kebingungan dalam memilih bacaan yang berbobot.
2.       Factor sarana menyangkut tidak adaisnya perpustakaan sekolah yang cukup memadai, sehingga buku-buku sastra yang tersedia kurang mendukung tercapainya tujuan pengajaran.
3.       Factor guru ditinjau dari cara menyampaikan materi, guru lebih menekankan pengetahuan tentang sastra dan kurang memperhatikan kemampuan siswa dalam mengapresiasi dan mengekspresikan karya sastra.
Hal ini didukung pula oleh kondisi siswa yang merasa jenuh ketika harus belajar bahasa yang dianggap membosankan ditambah lagi tidak adanya media yang merangsang mereka untuk bisa menyukai pelajaran menulis dan dipertegas oleh pendapat Agustini (1977:88) bahwa siswa tidak menyenangi pelajaran mengarang. Beberapa faktor yang menyebabkan siswa tidak menyukai pelajaran mengarang adalah:
1.       siswa tidak memiliki bakat menulis
2.       siswa menemui banyak kesulitan dalam mengarang
3.       siswa jarang berlatih menulis
4.       guru tidak terampil mengajarkan menulis
5.       guru kurang memotivasi siswa dalam menulis
seperti yang dikemukakan oleh Tarigan (1991:3) bahwa penyebab kekurang mampuan siswa itu antara lain:
1.       sikap sebagian besar masyarakat terhadap bahasa Indonesia belum menggembirakan, mereka tidak malu memakai bahasa yang salah.
2.       kesibukan guru bahasa Indonesia di luar jam kerjanya menyebabkan mereka tidak sempat lagi memikirkan bagaimana cara pelaksanaan pengajaran mengarang yang lebih menarik dan efektif.
3.       metode dan teknik pengajaran mengarang kurang bervariasi serta mungkin sekali hasil karangan siswa yang ada pun tidak sempat dikoreksi.
4.        Bagi siswa sendiri pelajaran mengarang dirasakan sebagai beban belaka dan kurang menarik
5.       Latihan mengarang sangat kurang dilakukan oleh siswa

Perlu disadari bahwa proses pembelajaran yang menyenangkan merupakan salahsatu faktor yang dapat menunjang keberhasilan suatu pembelajaran. Oleh karena itu, dituntut kreativitas yang tinggi dari para pengajar untuk terus mencari teknik dan media pembelajaran yang dapat menciptakan suasana pembelajaran seperti diharapkan dalam materi pembelajaran.
                 Untuk mengatasi masalah di atas penggunaan media gambar berseri dapat digunakan sebagai alternatif untuk mengurangi kebosanan siswa saat belajar menulis karangan dan untuk meningkatkan keterampilan siswa menulis karangan pemilihan media gambar berseri diharapkan akan mampu mengatasi kejenuhan siswa saat belajar menulis karangan. Siswa diharapkan akan menyukai pembelajaran menulis karangan narasi dengan menggunakan media gambar berseri. Rasa antusias inilah yang ingin dibidik penulis pada saat pembelajaran menulis karangan berdasarkan pengalaman pribadi. Maka dari itu penulis mengambil judul penelitian “PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR BERSERI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBUAT KARANGAN BERDASARKAN PENGALAMAN”.

RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan identifikasi masalah di atas, perumusan masalah pada penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.       Apakah penggunaan media gambar berseri dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan berdasarka pengalaman?
2.       Bagaimanakah kemampuan awal siswa dalam menulis karangan berdasarkan pengalaman sebelum diberi tindakan?
3.       Bagaimanakah pelaksanaan pembelajaran menulis karangan berdasarkan pengalaman dengan media gambar berseri?
4.       Apakah terdapat perbedaan di dalam pembelajaran menulis cerpen sebelum dan sesudah menggunakan media gambar berseri?

TUJUAN PENELITIAN
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui:
1.       Kemampuan siswa dalam menulis karangan berdasarkan pengalaman sebelum menggunakan media gambar berseri dan sesudah menggunakan media gambar berseri.
2.       Kemampuan awal siswa dalam menulis karangan berdasarkan pengalaman sebelum diberi tindakan..
3.       Pelaksanaan pembelajaran menulis karangan berdasarkan pengalaman dengan menggunakan media gambar berseri.
4.       Melihat sejauh mana keberhasilan penggunaan media gambar berseri dalam pembelajaran menulis karangan berdasarkan pengalaman.

MANFAAT PENELITIAN
Manfaat yang bisa diambil dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
a.        Bagi peneliti
Penelitian ini diharapkan mampu memberikan sumbangan pada bidang pembelajaran menulis karangan berdasarkan pengalaman, menjadi lebih paham dan mengerti bagaimana permasalahan-permasalahan yang terjadi pada pembelajaran menulis, sehingga berusaha untuk lebih kreatif dalam mengembangkan bahasa dan sastra Indonesia khususnya menulis karangan berdasarkan pengalaman.
b.      Bagi guru
Guru dapat memperoleh wawasan dan memanfaatkan hasil eksperimen ini dalam pembelajaran menulis khususnya menulis karangan berdasarkan pengalaman. Dengan penelitian ini guru bisa menentukan media yang cocok untuk merangsang minat belajar siswa dalam menulis.
c.       Bagi siswa
Selain mendapat wawasan, akan memiliki pandangan yang baik terhadap pelajaran yang selama ini dianggap membosankan, sekaligus bermanfaat untuk mengembangkan dan meningkatkan kreativitas, bakat, serta gagasannya terhadap pembelajaran menulis.


KAJIAN TEORI
Media pembelajaran identik dengan keperagaan, yaitu berasal dari kata “raga”, artinya suatu benda yang dapat diraba, dilihat, di dengar dan yang dapat diamati melalui panca indra kita.

menurut Sudjana dan Rivai (1991) menyatakan bahwa media pembelajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa dalam pembelajaran yang pada gilirannya diharapkan dapat mempertinggi hasil belajar yang dicapainya


Sudjana dan Rivai (1991) adalah sebagai alat bantu proses pembelajaran.  Dengan kata lain fungsi media pembelajaran adalah sebagai alat komunikasi, yaitu sebagai alat penyampaian isi pesan dari tutor ke peserta didik

Media pembelajaran adalah segala sesuatu (software dan handware ) alat yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara tutor dan warga belajar dalam proses pembelajaran, sehingga memudahkan dalam mencapai tujuan pembelajaran.
Media pendidikan merupakan dasar yang sangat diperlukan yang bersifat melengkapi dan merupakan bagian integral demi berhasilnya proses pendidikan dan usaha pengajaran ( Oemar Hamalik, media pendidikan ).

Keberhasilan proses dan hasil belajar belum bisa dijamin meskipun kita sudah memilih dengan tepat media tertentu. Kadang-kadang diperlukan kiat tertentu agar media yang kita pilih bisa digunakan secara efektif. Kiat tersebut antara lain:
1.      Media Visual (dilihat)
Untuk media berbentuk gambar, jika digunakan dalam pembelajaran klasikal, sebaiknya ukurannya cukup besar (ukuran poster atau plano), supaya bisa dilihat dengan jelas oleh seluruh warga belajar. Gambar berukuran kecil (ukuran kartu atau kertas HVS), sebaiknya hanya digunakan dalam diskusi kelompok atau tugas perorangan.
Media berbentuk tulisan. Jika digunakan dalam pembelajaran klasikal, sebaiknya ditulis dengan huruf besar (balok) dan ukuran besar, supaya bisa dibaca oleh seluruh warga belajar. Tulisan dibuat di atas papan tulis atau kertas lebar (plano).
2.      Media Audio (didengar)
Penggunaan media ini perlu memperhatikan kualitas dan volume suara, apakah suara bisa didengar cukup jelas oleh sejumlah warga belajar. Kalau kita akan menggunakan kaset cerita misalnya, berfungsi atau tidaknya tape recorder dan perlu atau tidaknya alat bantu pengeras suara, adalah sesuatu yang harus diperhatikan.
3.      Media Audio-Visual (didengar dan dilihat)
Media seperti ini perlu kita coba sebelum digunakan. Kalau kita menggunakan media ini, yang perlu kita perhatikan adalah jarak pandang warga belajar terhadap gambar dan volume suara, agar seluruh warga belajar bisa melihat dan mendengar secara jelas. Semakin canggih media yang kita gunakan, biasanya membutuhkan fasilitas pendukung yang semakin banyak pula, misalnya listrik, layar, proyektor, kabel, dan sebagainya.
HIPOTESIS
Dalam penilaian ini, hipotesisi yang penulis gunakan yaitu bahwa ada perbedaan  di dalam pembelajaran menulis karangan berdasarkan pengalaman siswa kelas IV MI 1 Condong sebelum dan sesudah menggunakan media gambar berseri.

METODOLOGI PENELITIAN
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Kasbolah (1998:12) menyatakan bahwa penelitian tindak kelas adalah penelitian praktis yang dimaksudkan untuk meperbaiki pembelajaran di kelas. Upaya perbaikan ini dilakukan dengan melaksanakan tindakan untuk mencari jawaban atas permasalahan yang diangkat dari kegiatan sehari-hari di kelas.
            Penilaian tindak kelas ini merupakan suatu bentuk  penilaian yang bersifat reflektif  dan melakukan tindakan yang tepat dan dilaksanakan secara kolaboratif  antara peneliti dan subjek peneliti.
            Dalam penelitian tindak kelas ini penulis memilih metode deskriptif. Ada pun pemilihan metode ini bertolak dari karakteristik metode deskriptif  yaitu 1) masalah yang diamati adalah masalah yang aktual sebagai adanya saat peneliti dilaksanakan, 2) lebih berfungsi untuk pemecahan masalah praktis pendidikan, sedikit sekali fungsinya untuk mengembangkan ilmu, 3) pemanfaatan temuan peneliti berlaku saat itu pula, yang belum tentu relevan untuk waktu masa yang akan datang, 4) hasil pengamatan dan kesimpulan dipaparkan, dideskrifsikan sebagaimana yang diamati.
            Penggunaan media gambar berseri untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan berdasarkan pengalaman di kelas IV, kiranya menarik perhatian untuk dijadikan bahan penelitian. Fokus masalah yang akan dibuktikan dalam penelitian ini adalah bagaimana penggunaan media gambar berseri untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan berdasarkan pengalaman.
            Melihat dan mempertimbangkan pengertian karakterik metode PTK sebagaimana dijelaskan dijelaskan di awal, maka metode tersebut dipandang sesuai dengan fokus masalah penelitian ini. Maka metode PTK akan di implementasikan dalam penelitian ini.
            Ada pun model penelitian yang digunakan adalah model Kemmis & Mc. Taggart, dimana tindakan dan observasi dijadikan sebagai suatu kesatuan karena antara tindakan dan observasi merupakan dua kegiatan yang tidak terpisahkan. Maksudnya kedua kegiatan dilakukan dalam suatu kesatuan waktu, pada waktu tindakan berlangsung, observasi juga harus dilakukan.
JADAWAL PENELITIAN
1.      Identifikasi awal/ penjajagan
2.      Penyusunan instrumen
3.      Penggandaan instrumen
4.      Ujicoba instrumen
5.      Pelaksanaan penelitian
6.      Analisis data
7.      Sidang
8.      Evaluasi

PENUTUP
            Proposal penelitian merupakan suatu gambaran perencanaan penelitian yang berfungsi utama sebagai pedoman atau pegangan bagi peneliti dalam melaksanakan penelitiannya. Dengan proposal penelitian kita dapat memberikan pertanggung jawaban terhadap semua langkah yang akan diambil dalam kegiatan penelitian. Oleh karena itu, dalam proposal penelitian harus terdapat hal-hal yang akan dilakukan, sehingga dapat dijadikan acuan yang mendasari penelitian seseorang.




1 Responses to “contoh proposal penggunaan media gambar untuk meningkatkan menulis karangan”

Yoga adi pratama :

ini yang nulis siapa

December 17, 2016 at 12:50 AM

Post a Comment