Syari’ah Islam Standar Pemanfaatan IPTEK

Syari’ah Islam Standar Pemanfaatan IPTEK


Peran kedua Islam dalam perkembangan IPTEK, adalah bahwa syariah Islam harus dijadikan standar pemanfaatan IPTEK. Ketentuan halal-haram (hukum-hukum syariah Islam) wajib dijadikan tolak ukur dalam pemanfaatan IPTEK, bagaimanapun juga bentuknya IPTEK yang boleh dimanfaatkan adalah yang telah dihalalkan oleh syariah Islam. Sedangkan IPTEK yang tidak boleh dimanfaatkan, adalah yang telah diharamkan syariah islam.

Kontras dengan ini, adalah apa yang ada dibarat sekarang dan ada juga negri-negri muslim yang bertaqlid dan mengikuti barat secara membabi buta. Standar pemanfaatan IPTEK menurut mereka adalah manfaat, apakah itu dinamakan pragmatisme ataupun utilitarianime. Selama sesuatu itu bermanfaat, yakni dapat memuaskan kebutuhan manusia, maka ia dianggap benar dan absah dan untuk dilaksanakan. Meskipun itu diharamkan dalam ajaran agama. Keberadaan standar manfaat itulah yang dapat menjelaskan, mengapa orang barat mengaplikasikan IPTEK secara tidak bermoral, tidak berperikemanusiaan, dan bertentangan dengan nilai agama.

Misalnya, menggunakan bom atom untuk membunuh ratusan ribu manusia yang tak berdosa, memanfaatkan bayi tabung tanpa melihat moralitas (meletakan embrio kepada ibu pengganti), mengkloning manusia (berarti manusia bereproduksi secara a-seksual, bukan seksual), mengeksploitasi alam secara secara serakah, walaupun menimbulkan pencemaran yang berbahaya dan seterusnya.

Karena itu sudah saatnya standar manfaat yang salah itu dikoreksi dan diganti oleh standar yang benar. Yaitu standar yang bersumber dari pemilik segala ilmu-nya meliputi segala sesuatu yang amat mengetahui mana yang secara hakiki yang bermanfaat secara manusia, dan mana yang secara hakiki berbahaya bagi manusia. Standar itu adalah segala perintah dan larangan Allah SWT, yang bentuknya secara praktis dan konkrit adalah syariah Islam.

0 Responses to “Syari’ah Islam Standar Pemanfaatan IPTEK”

Post a Comment