Peranan Agama dalam Pengembangan IPTEK Nasional

Arif Furchan (2009) mengungkapkan ada beberapa kemungkinan hubungan agama dan IPTEK:
a. Pola hubungan yang negatif
Saling tolak apa yang dianggap benar oleh agama dianggap tidak benar oleh ilmu pengetahuan dan teknologi. Demikian pula sebaliknya, dalam pola hubungan seperti ini pengembangan IPTEK akan menjauhkan orang dari keyakinan akan kebenaran agama dan pendalaman agama dapat menjauhkan orang dari keyakinan kebenaran ilmu pengetahuan.

Orang yang ingin menekuni ajaran agama akan cenderung untuk menjauhi ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan oleh manusia. Pola hubungan pertama ini pernah terjadi dijaman Galileo-Galilai. Ketika Galileo berpendapat bahwa bumi mengitari matahari, sedangkan gereja berpendapat bahwa mataharilah yang mengitari bumi, maka Galileo dipersalahkan dan dikalahkan. Ia dihukum karena menyesatkan masyarakat.

b. Pola perkembangan dari pola hubungan pertama
Ketika kebenaran IPTEK yang bertentangan dengan kebenaran agama, makin tidak dapat disangkal sementara keyakinan akan kebenaran agama masih kuat, jalan satu-satunya adalah menerima kebenaran keduanya dengan anggapan bahwa masing-masing mempunyai wilayah kebenaran yang berbeda.

Kebenaran agama dipisahkan samasekali dari kebenaran ilmu pengetahuan. Konflik antara agama dan ilmu, apabila terjadi, akan diselesaikan dengan menganggapnya berada dalam wilayah yang berbeda. Dalam pola hubungan seperti ini, pengembangan IPTEK tidak dikaitkan dengan penghayatan dan pengamalan agama seseorang karena keduanya berada pada wilayah yang berbeda. Baik secara individu maupun komunal, pengembangan yang satu tidak mempengaruhi perkembangan yang lain. Pola hubungan seperti ini dapat terjadi pada masyarakat sekuler yang sudah terbiasa untuk memisahkan urusan agama dari urusan negara/masyarakat.

c. Pola hubungan netral
Dalam pola hubungan ini, pola kebenaran ajaran agama tidak bertentangan dengan kebenaran ilmu pengetahuan tetapi juga tidak saling mempengaruhi. Kendati ajaran agama tidak bertentangan dengan IPTEK, ajaran agama tidak dikaitkan dengan IPTEK sama sekali. Dalam masyarakat dimana pola hubungan ini terjadi, penghayatan agama tidak mendorong orang untuk mengembangkan IPTEK dan pengembangan IPTEK tidak mendorong orang untuk mendalami dan menghayati ajaran agama.

Keadaaan seperti ini dapat terjadi dalam masyarakat sekuler. Karena masyarakatnya sudah terbiasa dengan pemisahan agama dan negara/masyarakat, maka ketika agama bersinggung dengan ilmu, persinggungan itu tidak banyak mempunyai dampak karena terasa aneh kalau dikaitkan. Mungkin secara individu dampak itu ada, tetapi secara komunal pola hubungan ini cenderung untuk tidak menimbulkan dampak apa-apa.

d. Pola hubungan positif
Terjadi pola hubungan seperti ini disyaratkan tidak adanya pertentangan antara ajaran agama dan ilmu pengetahuan serta kehidupan masyarakat yang tidak sekuler. Secara teori pola hubungan ini, dapat terjadi dalam tiga wujud (Arif Furchan; 2009) :
Ajaran agama mendukung pengembanga IPTEK, tetapi pengembangan IPTEK tidak mendukung ajaran agama.
Pengembangan IPTEK mendukung ajaran agama tapi ajaran agama tidak mendukung pengembangan IPTEK.
Dan ajaran agama mendukung pengembangan IPTEK, dan demikian pula sebaliknya.

0 Responses to “Peranan Agama dalam Pengembangan IPTEK Nasional ”

Post a Comment