Peningkatan Hasil Pembelajaran Meningkatkan Keterampilan Menulis Karangan melalui Tekenik Pengembangan Kata Kunci

Pembelajaran Meningkatkan Keterampilan Menulis Karangan melalui Tekenik Pengembangan Kata Kunci

Perencanaan menurut Hadari Nawawi (1982 : 16) adalah “Menyusun langkah-langkah penyelesaian suatu masalah atau pelaksanaan pekerjaan yang terarah pada pencapaian tujuan tertentu”. Sedangkan pembelajaran menurut Mulyani Sumantri (1988 : 95) adalah “Suatu cara bagaimana mempersiapkan pengalaman belajar bagi peserta didik”. Merujuk pada pemahaman diatas, perencanaan pembelajaran dapat diartikan sebagai proses penyusunan materi pelajaran, penggunaan media pembelajaran, penggunaan pendekatan dan metode pembelajaran dan penilaian dalam alokasi waktu tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.

Kaitannya dengan pembelajaran meningkatkan keterampilan menulis karangan melalui teknik pengembangan kata kunci ini, perencanaan yang diteliti terfokus pada rencana pelaksanaan pembelajaran. Rencana pelaksanaan pembelajaran adalah bentuk rencana pembelajaran yang spesifik pada setiap temuan pembelajaran.

Dalam membuat perencanaan pembelajaran harus memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut : 1) Ilmiah, 2) Relevan, 3) Sistematis, 4) Konsisten, 5)Memadai, 6) Aktual dan Kontekstual, 7) Fleksibel, dan 8) Menyeluruh. Secara umum, ciri-ciri Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang baik adalah sebagai berikut :
  1. Menjabarkan aktivitas proses belajar mengajar yang akan dilaksanakan oleh guru yang akan menjadi pengalaman belajar bagi siswa.
  2. Langkah-langkah pembelajaran disusun secara sistematis agar tujuan pembelajaran dapat dicapai.
  3. Langkah-langkah pembelajaran disusun serinci mungkin, sehingga apabila RPP digunakan oleh guru lain (misalnya, ketika guru mata pelajaran tidak hadir), mudah dipahami dan tidak menimbulkan penafsiran ganda.
Langkah-langkah penyusunan RPP: 
1). Mencantumkan Identitas
Identitas RPP terdiri dari :
a) Nama Sekolah
b) Mata Pelajaran
c) Kelas/Semester
d) Standar Kompetensi
e) Kompetensi Dasar
f) Indikator

Indikator merupakan :
  1. Penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan dan keterampilan.
  2. Dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, satuan pendidikan, dan potensi daerah.
  3. Rumusannya menggunakan kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi.
  4. Digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian.
  5. Disusun dengan kalimat operasional (dapat diukur) berisi komponen ABCD (Audience = Siswa, Behavior = Perilaku, Competency = Kompetensi dan Degree = Peringkat / ukuran).
Catatan : SK – KD- Indikator adalah suatu alur pikir yang saling terikat tidak dapat dipisahkan.

g) Alokasi Waktu

Jumlah waktu yang dibutuhkan oleh pengajar dan peserta didik untuk menyelesaikan setiap langkah pada urutan Tahap Pembelajaran yaitu Pendahuluan, Penyajian, dan Penutup.

2) Mencantumkan Tujuan Pembelajaran
Penetapan tujuan pembelajaran mengacu pada indikator dan pengalaman belajar siswa. Bila pembelajaran dilakukan lebih dari 1 (satu) pertemuan, ada baiknya tujuan pembelajaran jangan dibedakan menurut waktu pertemuan sehingga target-target yang akan dicapai tiap pembelajaran jelas kelihatan.

3) Mencantumkan Materi Pembelajaran

Materi pembelajaran adalah materi yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran dan indikator. Materi dikutip dari materi pokok yang ada dalam silabus materi pokok tersebut. Kemudian dikembangkan menjadi beberapa uraian materi. Untuk memudahkan penetapan uraian materi dapat mengacu dari indikator.

4) Mencantumkan Metode Pembelajaran
Metode dapat diartikan benar-benar sebagai metode, tetapi dapat pula diartikan sebagai model atau pendekatan pembelajaran, bergantung pada karakteristik pendekatan dan / atau strategi yang dipilih. Karena itu pada bagian ini dicantumkan pendekatan pembelajaran dan metode-metode yang diintegrasikan dalam satu pengalaman belajar siswa.

5) Mencantumkan Langkah-langkah Pembelajaran

Untuk mencapai suatu kompetensi dasar harus dicantumkan langkah-langkah kegiatan setiap pertemuan.pada dasarnya, langkah-langkah kegiatan memuat unsur kegiatan pendahuluan / pembuka, kegiatan inti dan kegiatan penutup.

6) Mencantumkan Sumber Belajar
Muliskan sumber belajar yang akan digunakan (didasarkan pada relevansi, konsistensi, dan edukuasi). Adapun yang dimaksud sumber belajar adalah buku-buku rujukan atau referensi berupa buku teks, jurnal, laporan penelitian atau bahan ajar lainnya. Sumber belajar juga dapat berupa manusia, misalnya dosen, peserta didik atau obyek lainnya tempat asal informasi diperoleh, atau sebagai nara sumber.

7) Mencantumkan Penilaian
Penyusunan alat penilaian didasarkan pada indikator indikator yang telah dirumuskan, sehingga alat penilaian tersebut betul-betul mengukur apa yang seharusnya diukur. Alat penilaian dapat berupa tes lisan atau tertulis.

Perencanaan pembelajaran meningkatkan keterampilan menulis karangan melalui teknik pengembangan kata kunci tertuang dalam sebuah rencana pembelajaran. Pembelajaran menulis karangan melalui teknik pengembangan kata kunci merupakan suatu kegiatan membantu siswa menulis dan mengembangkan karangan. Siswa secara aktif memilih kata-kata untuk mengembangkan kata kunci tersebut ke dalam sebuah karangan. Guru bertugas sebagai motivator, fasilitator dan inspirator awal, sedang siswa aktif dalam pembelajaran.

Standar kompetensi dan Kompetensi dasar yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah “Mengungkapkan pikiran perasaan dan informasi secara tertulis dalam bentuk karangan, pengumuman dan pantun anak” dengan kompetensi dasar “Menyusun karangan tentang berbagai topik sederhana dengan memperhatikan penggunaan ejaan”. (Depdiknas, 2006 : 25).

Pelaksanaan Pembelajaran Meningkatkan Keterampilan Menulis Karangan melalui Teknik Pengembangan Kata Kunci

Pelaksanaan pembelajaran meningkatkan keterampilan menulis karangan melalui teknik pengembangan kata kunci, pada awalnya guru menentukan objek yang akan dideskripsikan dan memberikan beberapa kata kunci. Kata kunci tersebut digunakan untuk mengawali sebuah paragraf. “Pengembangan paragraf dilakukan sebagai pengembangan kata kunci dengan cara menguraikan secara detail mengenai karakteristik kata kunci tersebut” (Laksana, 2007 : 5).

Kegiatan pembelajaran meningkatkan keterampilan menulis karangan melalui teknik pengembangan kata kunci dapat dilihat dari gambaran pembelajaran berikut :
  1. Guru menyampaikan materi pembelajaran mengenai menulis karangan deskripsi.
  2. Guru menuliskan contoh kata kunci yang akan dikembangkan menjadi karangan deskripsi.
  3. Guru menyuruh siswa menulis kalimat berdasarkan kata kunci yang telah diberikan.
  4. Siswa lain membuat kalimat lain yang berhubungan dengan kata kunci.
  5. Setelah siswa membuat contoh paragraf dari pengembangan kata kunci tadi guru menjelaskan menulis karangan deskripsi berdasarkan kata kunci.
  6. Guru menuliskan beberapa kata kunci di papan tulis.
  7. Siswa memahami kata kunci yang diberikan oleh guru.
  8. Dengan bimbingan guru siswa menulis karangan deskripsi berdasarkan pengembangan kata kunci.
  9. Siswa memeriksa dan mengedit sendiri hasil karangannya.
  10. Salah seorang siswa membacakan hasil karangannya di depan kelas.
  11. Siswa mengumpulkan hasil karangannya.

Peningkatan Hasil Pembelajaran Meningkatkan Keterampilan Menulis Karangan melalui Teknik Pengembangan kata kunci

Hasil dari pembelajaran meningkatkan keterampilan menulis karangan melalui teknik pengembangan kata kunci adalah berupa peningkatan kemampuan siswa dalam menulis. Setelah siswa melaksanakan pembelajaran menulis melalui teknik pengembangan kata kunci diharapkan siswa dapat lebih kreatif dalam menulis karangan dengan gagasannya sendiri.

Standar diketahuinya peningkatan keterampilan menulis karangan pada siswa kelas IV Sekolah Dasar. Cara untuk mengetahui adanya peningkatan hasil keterampilan menulis karangan anak dapat diketahui dengan menilai :
  1. Kesesuaian tema dengan isi yang dituangkan sesuai sekali, sesuai, cukup sesuai atau kurang sesuai.
  2. Kepaduan antar kalimat dan paragraf yang dituangkan padu sekali, padu, cukup padu atau kurang padu.
  3. Ejaan dan tanda baca yang digunakan tepat sekali, tepat, cukup tepat atau kurang tepat.
  4. Keterampilan menulis rapi sekali, rapi, cukup rapi atau kurang rapi.
Pemilihan aspek-aspek tersebut berdasarkan pada tuntutan kurikulum yang tercantum dalam kompetensi dasar yang harus dikuasai oleh siswa setelah pembelajaran berlangsung. Pada kompetensi dasar tercantum bahwa siswa dapat menyusun karangan tentang berbagai topik sederhana dengan memperhatikan penggunaan ejaan.

0 Responses to “Peningkatan Hasil Pembelajaran Meningkatkan Keterampilan Menulis Karangan melalui Tekenik Pengembangan Kata Kunci ”

Post a Comment