Pengertian Model Peta Konsep dan Ciri-ciri Peta Konsep

Pengertian Model Peta Konsep dan Ciri-ciri Peta Konsep - Konsep dapat didefinisikan dengan bermacam-macam rumusan. Salah satunya adalah definisi yang dikemukakan Carrol dalam Kardi (1997: 2) bahwa:

Konsep merupakan suatu abstraksi dari serangkaian pengalaman yang didefinisikan sebagai suatu kelompok obyek atau kejadian. Abstraksi berarti suatu proses pemusatan perhatian seseorang pada situasi tertentu dan mengambil elemen-elemen tertentu, serta mengabaikan elemen yang lain.

Tidak ada satu pun definisi yang dapat mengungkapkan arti yang kaya dari konsep atau berbagai macam konsep-konsep yang diperoleh para siswa. Oleh karena itu konsep-konsep itu merupakan penyajian internal dari sekelompok stimulus, konsep-konsep itu tidak dapat diamati, dan harus disimpulkan dari perilaku.

Peta konsep merupakan salah satu bagian dari strategi organisasi. Strategi organisasi bertujuan membantu pembelajar meningkatkan kebermaknaan bahan-bahan organisasi yang bertujuan membantu siswa meningkatkan kebermaknaan bahan-bahan baru, terutama dilakukan dengan mengenakan struktur-struktur pengorganisasian baru pada bahan-bahan tersebut. Strategi-strategi organisasi dapat terdiri dari pengelompokan ulang ide-ide atau istilah-istilah atau membagi ide-ide atau istilah-istilah itu menjadi subset yang lebih kecil. Strategi- strategi ini juga terdiri dari pengidentifikasian ide-ide atau fakta-fakta kunci dari sekumpulan informasi yang lebih besar.

Pengertian Model Peta Konsep dan Ciri-ciri Peta Konsep- Menurut Martin (dalam Trianto, 2007:159) “Peta konsep adalah ilustrasi grafis konkret yang mengindikasikan bagaimana sebuah konsep tunggal dihubungkan ke konsep-konsep lain pada kategori yang sama”. Sejalan dengan pendapat Novak (dalam Martinis Yamin, 2008:144 ) yang berpendapat bahwa “di dalamnya menjelaskan tentang suatu bentuk bantuan kepada siswa-siswa untuk mengembangkan pikirannya melalui belajar peta konsep (Concept map)”. Pernyataan tersebut diperkuat lagi oleh Dahar yang dikutip oleh Erman (dalam Trianto, 2007 : 159 ) mengemukakan bahwa ciri-ciri peta konsep sebagai berikut: 
Ciri-ciri Peta Konsep
  1. Peta konsep atau pemetaan konsep adalah suatu cara untuk memperlihatkan konsep-konsep dan proposisi-proposisi suatu bidang studi, apakah itu bidang studi fisika, kimia, biologi, matematika. Dengan menggunakan peta konsep, siswa dapat melihat bidang studi itu lebih jelas dan mempelajari bidang studi itu lebih bermakna.
  2. Suatu peta konsep merupakan gambar dua dimensi dari dua bidang studi, atau suatu bagian dari bidang studi. Ciri inilah yang dapat memperlihatkan hubungan-hubungan proporsional antara konsep-konsep.
  3. Tidak semua konsep mempunyai bobot yang sama. Ini berarti ada konsep yang lebih inklusif daripada konsep-konsep yang lain.
  4. Bila dua atau lebih konsep digambarkan dibawah suatu konsep yang lebih inklusif, terbentuklah suatu hirarki pada konsep tersebut.
George Posner dan Alan Rudnitsky (Nur, 2000 : 36 ) menulis, bahwa “Peta konsep mirip peta jalan, namun peta konsep menaruh perhatian pada hubungan antar ide-ide, bukan hubungan antar tempat”. Untuk membuat suatu peta konsep, siswa dilatih untuk mengidentifikasi ide-ide kunci yang berhubungan dengan suatu topik dan menyusun ide-ide tersebut dalam suatu pola logis. Kadang-kadang peta konsep merupakan diagram hirarki, kadang-kadang peta konsep itu memfokus pada hubungan sebab-akibat.

Dengan penggunaan peta konsep tersebut maka pengetahuan dan daya ingat siswa pada pelajaran yang disampaikan guru akan terserap dengan baik sehingga pembelajaran siswa menjadi semakin bermakna. Guru sangat berperan dalam menghubungkan makna konsep-konsep dalam bentuk proposisi-proposisi. Hal ini ditegaskan oleh Ausubel (Martimis Yamin, 2008 : 144 ), bahwa :

Menekankan dan mensyaratkan para guru-guru dalam mentrasfer materi pelajaran kepada siswa-siswa dengan memanfaatkan melalui belajar kebermaknaan, setiap pembelajaran yang dilakukan oleh guru memberi makna secara langsung. Tidak menyinggung alat-alat atau media yang harus dimiliki oleh guru untuk mengetahui pengetahuan para siswa.

Pemetaan konsep merupakan suatu alternatif selain outlining, dan dalam beberapa hal lebih efektif daripada outlining dalam mempelajari hal-hal yang lebih kompleks. Peta konsep digunakan untuk menyatakan hubungan yang bermakna antara konsep-konsep dalam bentuk proposisi-proposisi. Proposisi merupakan dua atau lebih konsep yang dihubungkan oleh kata-kata dalam suatu unit semantik. Hal ini ditegaskan oleh Neisser ( Martimis Yamin, 2008 : 147 ), bahwa :

Mekanisme proses perkembangan “kamus mental”. Komponen yang menentukan proses ini adalah skemata mengantisipasi. Skemata adalah bagian dari struktur kognisi seseorang. Skemata dikatakan sebagai ‘pengantisipasi’ karena ia dipersiapkan menerima informasi dan mengolah informasi yang ada seperti konsep-konsep yang terdapat dalam pikiran seseorang. Skemata akan berubah manakala mendapat informasi baru, dan informasi itu merupakan bagian dari skemata.

Untuk membuat suatu peta konsep, siswa dilatih untuk mengidentifikasi ide-ide kunci yang berhubungan dengan suatu topik dan menyusun ide-ide tersebut dalam suatu pola logis. Kadang-kadang peta konsep merupakan diagram hirarki, kadang peta konsep itu memfokus pada hubungan sebab akibat.
Hasil belajar di bidang pendidikan adalah hasil dari pengukuran terhadap siswa yang meliputi faktor kognitif, afektif dan psikomotor setelah mengikuti proses pembelajaran yang diukur dengan menggunakan instrumen tes atau instrumen yang relevan. Jadi prestasi belajar adalah hasil pengukuran dari penilaian usaha belajar yang dinyatakan dalam bentuk simbol, huruf maupun kalimat yang menceritakan hasil yang sudah dicapai oleh setiap anak pada periode tertentu. Prestasi belajar merupakan hasil dari pengukuran terhadap siswa seperti faktor kognitif setelah mengikuti proses pembelajaran yang diukur dengan menggunakan instrumen tes yang relevan. Prestasi belajar dapat diukur melalui tes yang sering dikenal dengan tes prestasi belajar. Menurut Anwar (2005:8-9) bahwa ”Tes prestasi belajar bila dilihat dari tujuannya yaitu mengungkap keberhasilan seseorang dalam belajar”. Tes pada hakikatnya menggali informasi yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Tes prestasi belajar berupa tes yang disusun secara terencana untuk mengungkap performasi maksimal subyek dalam menguasai bahan-bahan atau materi yang telah diajarkan. Dalam kegiatan pendidikan formal tes prestasi belajar dapat berbentuk ulangan harian, tes akhir, bahkan ujian sekolah.

0 Responses to “Pengertian Model Peta Konsep dan Ciri-ciri Peta Konsep”

Post a Comment