Pengertian Media Pembelajaran dan Kegunaan Media Pembelajaran

Pengertian Media Pembelajaran dan Kegunaan Media Pembelajaran

Dalam suatu proses belajar mengajar, dua unsur yang amat penting adalah metode mengajar dan media pembelajaran. Pemilihan salah satu metode mengajar tertentu akan mempengaruhi jenis media pembelajaran yang sesuai, meskipun masih ada berbagai aspek lain yang harus diperhatikan dalam memilih media, antara lain tujuan pembelajaran, jenis tugas dan respon yang diharapkan siswa kuasai setelah pembelajaran berlangsung, dan konteks pembelajaran termasuk karakteristik siswa.

Kata media berasal dari bahasa Latin medium yang secara harfiah berarti tengah, perentara atau pengantar. Atau dengan kata lain media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim pesan kepada penerima pesan. Gearlach dan Ely (dalam Pupuh, Fathurrohman, 2007: 65) mengatakan bahwa : “Media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi atau kejadian yang membangun suatu kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, kemampuan atau sikap”

Media merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi. Menurut Tim Dosen Pengajar IPS PGSD UPI Kampus Tasikmalaya (2004 : 41), mengemukakan bahwa :

Media adalah alat/benda yang digunakan dalam proses pembelajaran untuk mempermudah guru mengajar dan siswa belajar. Yang dimaksud dengan media dalam pengajaran IPS, ialah suatu alat/benda yang digunakan oleh guru dan siswa dalam proses pembelajaran IPS sehingga materi pelajaran dapat sampai dan diterima siswa secara utuh dan mendalam.

Salah satu fungsi utama media pembelajaran adalah sebagai alat bantu mengajar yang turut mempengaruhi iklim, kondisi, dan lingkungan belajar yang ditata dan diciptakan oleh guru. Menurut Hamalik (dalam Azhar Arsyad, 1996:15), mengemukakan bahwa pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa.

Dalam proses belajar mengajar, fungsi media menurut Nana Sudjana (1991:25) yakni :
  1. Penggunaan media dalam proses belajar mengajar bukan merupakan fungsi tambahan, tetapi mempunyai fungsi sendiri sebagai alat bantu untuk mewujudkan situasi belajar mengajar yang efektif.
  2. Penggunaan media pengajaran merupakan bagian yang integral dari keseluruhan situasi mengajar.
  3. Media dalam pengajaran, penggunaannya bersifat integral dengan tujuan dan isi pelajaran.
  4. Penggunaan media dalam pengajaran semata-mata sebagai alat hiburan yang digunakan hanya sekedar melangkapi proses belajar supaya lebih menarik perhatian siswa.
  5. Penggunaan media dalam pengajaran lebih diutamakan untuk mempercepat proses belajar mengajar dan membantu siswa dalam menangkap pengertian yang diberikan guru.
  6. Penggunaan media dalam pengajaran diutamakan untuk mempertinggi mutu belajar mengajar.
Secara umum media pembelajaran mempunyai kegunaan sebagai berikut :
  1. Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis (dalam bentuk kata-kata atau lisan belaka).
  2. Mengatasi keterbatasab ruang, waktu dan daya indera, seperti : 1) Objek yang terlalu besar bisa digantikan dengan realita, gambar, film bingkai, film atau model, 2) Objek yang kecil dibantu dengan proyektor mikro, film bingkai, atau gambar, 3) Konsep yang terlalu luas.
  3. Dengan menggunakan media pembelajaran secara tepat dan bervariasi dapat mengatasi sikap pasif anak didik. Media pembelajaran berguna untuk : 1) Menimbulkan kegairahan belajar, 2) Memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara anak didik dengan lingkungan dan kenyataan, 3) Memungkinkan anak didik belajar sendiri-sendiri menurut kemampuan dan minatnya.
  4. Dengan Sifat yang unik pada tiap siswa ditambah lagi dengan lingkungan dan pengalaman yang berbeda, sedangkan kurikulum dan materi pendidikan ditentukan sama untuk setiap siswa, maka guru akan banyak mengalami kesulitan bilamana semuanya itu harus diatasi sendiri. Apabila latar belakang lingkungan guru dengan siswa juga berbeda. Masalah ini dapat diatasi dengan media pembelajaran yaitu dengan kemampuan dalam : 1) Memberikan perangsang yang sama, 2) Mempersamakan pengalaman, 3) Menimbulkan persepsi yang sama.
Dalam membahas kedudukan media pengajaran dalam perencanaan pengajaran, diperlukan pengetahuan tentang merumuskan dan menganalisis tujuan pengejaran, menetapkan prosedur, jenis dan alat penilaian. Selanjutnya pengetahuan tentang media pengajaran sangat berguna untuk menyusun perencanaan program pengajaran. Dengan mengenal media pengajaran dan memahami cara-cara penggunaanya akan sangat membantu tugas para guru dalam meningkatkan efektifitas proses pembelajaran.

Pada umumnya guru pada saat mengajar menggunakan media pembelajaran yang sudah jadi buatan suatu pabrik industri alat-alat pelajaran. Walalupun dmeikian seorang guru dituntut untuk dapat menyediakan dan menggunakan media pengajaran yang dibuat sendiri, bila alat yang tercetus tidak memadai.

Pembuatan dan modifikasi alat pelajaran hendaknya disesuaikan dengan fasilitas yang tersedia dan biaya yang tidak terlalu tinggi, dan dapat terjangkau oleh kemampuan. Sekolah dalam memodifikasikan alat pekerjaan IPS, guru dapat merubah ukuran sebuah gambar dengan bentuk 3 dimensi menjadi 2 dimensi, untuk itu diperlukan sifat kehati-hatian, agar tidak terjadi distorsi yang terlalu besar.

Macam-macam Media Pengajaran IPS

  1. Media pengajaran berupa benda langsung (benda asli). Misalnya : Guru menerangkan hasil bumi yang terdapat di daerah lampung, seperti kopi, lada. Guru lalu membawa benda berupa buah kopi dan buah lada langsung.
  2.  Media pengajaran berupa benda tidak langsung. Misalnya menerangkan tentang rotasi (perputaran) bumi, maka guru membawa globe karena globe adalah benda tiruan dari bola bumi.
Media pengajaran yang tidak langsung dapat dapat dibagi 3 (tiga) macam, yaitu :
1) Media dua dimensi (gambar, peta, foto).
2) Media tiga dimensi (globe)
3) Media yang diproyeksikan (film, slide, OHP, televisi dan film strip).

Dilihat dari fungsinya media pengajaran itu dapat pula dibagi 4 (empat) macam, yaitu :
a. Media visual (gambar, poster, diagram)
b. Media audio (tape recorder, radio)
c. Media audio visual (televisi, film bersuara)
d. Media cetak (buku, buletin, majalah, surat kabar dan lain-lain)

Kriteria Pemilihan Media Pengajaran IPS

a. Media yang digunakan dalam pengajaran IPS harus dapat mencapai tujuan pelajaran secara efektif.
b. Media yang digunakan dapat mendorong dan mengembangkan kemampuan berfikir kritis bagi siswa.
c. Media yang digunakan dapat melayani kebutuhan dan kemampuan siswa yang berbeda-beda.
d. Media yang digunakan tidak karena alat itu baru atau canggih, melainkan kebermaknaannya dalam proses pembelajaran.
e. Media yang digunakan benar-benar bisa dioperasikan oleh guru.
f. Media yang digunakan hendaklah mudah untuk diperoleh dan murah harganya, setidaknya sesuai dengan kemampuan sekolah untuk mengadakannya.

0 Responses to “Pengertian Media Pembelajaran dan Kegunaan Media Pembelajaran”

Post a Comment