Pengertian Kepegawaian Menurut Para Ahli dan Fungsi-Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia

Pengertian Kepegawaian Menurut Para Ahli - Untuk memantapkan pandangan dan pengertian lebih luas mengenai manajemen kepegawaian, akan diberi beberapa definisi menurut pendapat para ahli yaitu :

a. Edwin B.Flippo

Dalam bukunya personel management, mengatakan: “personal management is the planning, organizing directing and controlling of the procurement, development, competation, integration, maintenance, and separation of human resources to the and that individual, organizational, and socieatal objectives are accomlished”.(1988:1.6). (manajemen personalia adalah perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian dari pengadaan, pengembangan, kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan dan pemberhentian karyawan, dengan maksud terwujudnya tujuan perusahaan individu, karyawan dan masyarakat).

b. Dale yoder

Personal management is the provision of leadershif and direction of people in their working or amployment relationshif. (1990:11). (manajemen personalia adalah penyediaan kepemimpinan dan pengarahan para karyawan dalam pekerjaan atau hubungan kerja mereka).

c. Andrew f.Sikula

Personel administration is the implementation of human resources (man power) by and withim and enterprise.(1990:11). (administrasi kepegawaian adalah penempatan orang-orang kedalam suatu perusahaan).


Fungsi-Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia
Fungsi adalah kegiatan pokok yang dilakukan dalam suatu perusahaan. Setiap pegawai pada hakikatnya melakukan dua fungsi, yaitu yang pertama fungsi manajerial, dimana kegiatan-kegiatan dilakukan dengan pekerjaan pikiran atau menggunakan pikiran (mental); kedua, fungsi operatif (teknis), dimana kegiatan-kegiatan dilakukan dengan fisik.

Kemudian Edwin B.Flippo, dalam bukunya “personel management” mengatakan bahwa fungsi manajemen kepegawaian adalah sebagai berikut:

a. Fungsi Manajerial

1) Perencanaan
Manajer yang berhasil akan mengerti dan mencurahkan waktunya untuk perencanaan. Perencanaan adalah proses penentuan tindakan untuk mencapai tujuan. Sebelum tujuan akhir perusahaan ditentukan, informasi, khususnya informasi mengenai kepegawaian harus lengkap. Kelengkapan informasi mengenai kepegawaian itu datangnya dari manajer kepegawaian. Sehubungan dengan perencanaan kepegawaian, manajer kepegawaian harus dapat mengajukan dan menjawab pertanyaan-pertanyaan, antara lain : apa yang akan dilakukan, mengapa dilakukan, dan dimana dilakukan.

Fungsi perencanaan manajemen kepegawaian terutama adalah membantu pimpinan perusahaan untuk memberi informasi yang lengkap dan bentuk nasihat atau saran-saran yang berkaitan dengan pegawai.

2) Pengorganisasian
Sesudah dilakukan perencanaan, tindakan selanjutnya adalah membentuk organisasi untuk melaksanakan tujuan yang telah ditentukan untuk dicapai. Dalam pengorganisasian ini, dibentuk struktur organisasi dan dalam struktur organisasi ini nantinya ditunjukan bagaimana hubungan antara satu unit dengan unit yang lainnya. Jika perusahaan telah membentuk organisasi yang telah dilengkapi dengan fasilitas tertentu untuk dapat mencapai tujuan perusahaan yang telah ditentukan. Jadi proses pengorganisasian ialah membentuk organisasi, kemudian membaginya dalam unit-unit yang sesuai dengan fungsi-fungsi yang telah ditentukan, dan dilengkapi dengan pegawai serta ditambah dengan fasilitas-fasilitas tertentu. Dalam pengorganisasian ini juga akan ditemukan adanya fungsi-fungsi yang berbeda pada unit-unit organisasi, tetapi mempunyai tujuan yang sama, karena rumitnya hubungan antara unit-unit organisasi serta antara jabatan-jabatan yang ada, maka pimpinan tertinggi (top manajer perusahaan), mengharapkan agar pimpinan kepegawaian dapat member nasihat atau saran organisasi perusahaan secara keseluruhan.

3) Pengarahan
Sesudah diadakan pengorganisasian, maka tahap selanjutnya adalah mengadakan pengarahan. Pengarahan berarti memberi petunjuk dan mengajak para pegawai agar mereka berkemauan secara sadar untuk melaksanakan pekerjaan sesuai dengan yang telah ditantukan perusahaan. Pengarahan ini juga sering disebut dengan istilah lain, misalnya penggerakan (actuating), motivasi (motivating), pemberian perintah (commanding), jadi yang ditekankan dalam pengarahan ini adalah agar pegawai bekerja sukarela tanpa dirinya dipaksa dan mau bekerja sama dengan pegawai lainya dalam perusahaan.

4) Pengendalian
Setelah dilakukan perencanaan, pengorganisasian, dan pengarahan, maka fungsi manajerial yang terakhir dari pimpinan kepegawaian adalah fungsi pengendalian. Pengendalian berarti melihat, mengamati dan menilai tindakan atau pekerjaan pegawai, apakah mereka benar-benar melaksanakan pekerjaan sesuai dengan rencana. perlu dibandingkan hasil yang dicapai pegawai dengan hasil target direncanakan. Kalau terjadi penyimpangan dari rencana semula perlu diperbaiki dengan member petunjuk-petunjuk kepada pegawai. Dalam hal ini sengaja dipakai istilah pengendalian (controlling) bukan pengawasan, karena pengawasn merupakan bagian dari pengendalian. Pengawasan berarti mengawasi pegawai yang sedang bekerja, tetapi tidak menilai apakah dia benar atau salah melakukan pekerjaan itu. Sedangkan pengendalian disamping mengamati pegawai, juga turut serta menilai hasil pekerjaan yang dicapai oleh pegawai.

b. Fungsi Operatif Atau Fungsi Teknis

1). Pengadaan
EdwinB.Flippo, dalam bukunya “personnel management” mengatakan : “This first operative function of personnel management is concerned with the obtaining of the proper kind and number of personnel necessary of accomplish organization goals”.(198:1.6).

Jadi fungsi operasional manajemen kepegawaian yang pertama adalah memperoleh jumlah dan jenis pegawai yang tepat untuk mencapai tujuan organisasi, fungsi ini terutama berkaitan dengan penentuan kebutuhan pegawai dan penarikannya, seleksi dan penempatannya. Penentuan kebutuhan pegawai menyangkut mutu dan jumlah pegawai. Sedangkan seleksi dan penempatan menyangkut masalah memilih dan menarik pegawai, pembahasan formulir-formulir surat lamaran, mengadakan tet psikologis dan wawancara.

2). Pengembangan
sesudah pegawai diterima, kemudian pegawai perlu dibina dan dikembangkan. Pengembangan ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan ketermpilan melalui latihan yang diperlukan untuk dapat menjalankan pekerjaanya dengan baik. Kegiatan ini dianggap semakin penting untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan, dan semakin rumitnya tugas-tugas para manajer. Latihan untuk meningkatkan keterampilan pegawai ini disebut “penataran”. Penataran ini dilakukan melalui dua cara, yaitu pertama, pegawai yang sudah diterima setelah diseleksi, ditugaskan mengikuti penataran. Kemudian cara kedua, pegawai yang diterima langsung ditugaskan bekerja , setelah bekerja beberpa lama, baru ditugaskan mengikuti penataran bidang tertentu.

3). Kompensasi (compensation)
fungsi kompensasi sangat besar bagi pegawai. Kompensasi adalah sebagai pemberian penghargaan kepada pegawai sesuai dengan sumbangan mereka untuk mencapai tujuan organisasi. Kompensasi ini biasanya diterima pegawai dalam bentuk uang yang ditambah dengan tunjangan-tunjangan lain selama sebulan. Kompensasi ini biasanya termasuk gaji bulanan yang diterima sebulan sekali bagi pegawai tetap dalam suatu perusahaan.

4). Integrasi (integration)
Walaupun sudah diterima pegawai, sudah mengembangkannya dan sudah memberi kompensasi yang memadai, perusahaan masih mengalami masalah yang sulit, yaitu: “integrasi”. Integrasi adalah penyesuaian sikap-sikap, keinginan pegawai dengan keinginan perusahaan dan masyarakat. Dalam hal ini integrasi ini pegawai secara individu diminta mengubah, kebiasaan, dan sikap-sikap lainnya selama ini kurang menguntungkan bagi perusahaan, agar pegawai berniat dan mempunyai kemauan yang kuat mengubah pandangannya, kebiasaan, sikap-sikap lain yang perlu disesuaikan dengan keinginan serta tujuan perusahaan.

Maka dengan demikian para manajer dan pucuk pimpinan perusahaan perlu memahami perasaan, tingkah laku dan sikap para pegawai untuk dipertimbangkan dalam rangka pembuatan keputusan berbagai kebijaksanaan perusahaan.

5) Pemeliharaan (maintenance)
Pemeliharaan berarti berusaha untuk mempertahankan dan menigkatkan kondisi yang telah ada. Apa yang sudah diterima dan pernah dinikmati pegawai hendaknya tetap dipertahankan . kalau perusahaan sudah menyediakan kantin untuk melayani makan sebaiknya kantin ini tetap dipertahankan. Contoh lain, jika seorang pegawai telah mendapat mobil dari perusahaan, kalau sampai mobil itu ditarik atau diambil perusahaan, ada dampak terhadap pegawai maupun terhadap perusahaan. Dampaknya terhadap pegawai adalah menurunkan semangat dan prestasi kerjanya, pengaruh terhadap perusahaan adalah membawa kerugian.

6) Pensiun (separation)
Fungsi terakhir dari manajemen kepegawaian adalah fungsi separation. Fungsi pensiun berhubungan dengan pegawai yang sudah lama kerja pada perusahaan. Fungsi utama manajemen kepegawaian adalah menjamin pegawai-pegawai ini akan pension. Sewaktu pension pegawai harus merasa aman. Biasanya perusahaan yang sudah berukuran besar menyediakan dana bagi pegawai yang sudah pensiun.dana pension ini sumbernya dari potongan gaji pegawai yang bersangkutan pada waktu masih aktif bekerja pada perusahaan.

0 Responses to “Pengertian Kepegawaian Menurut Para Ahli dan Fungsi-Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia ”

Post a Comment