Pengertian Belajar Sebagai Proses Yang Kompleks

Pengertian Belajar Sebagai Proses Yang Kompleks
Belajar secara optimal dapat dicapai apabila siswa aktif di bawah bimbingan guru yang aktif pula. Di antara cara mengaktifkan siswa dalam belajar adalah dengan menerapkan strategi belajar mengajar. Dengan demikian maka mengajar dengan pendekatan kelompok akan lebih berhasil apabila diterapkan strategi belajar mengajar.

Sebagai landasan penguraian apa yang dimaksud belajar, terlebih dahulu akan dikemukakan beberapa definisi sebagai berikut :

a) Hilgard dan Bower (dalam Purwanto, 2007:84) mengemukakan:
Belajar berhubungan dengan perubahan tingkah laku seseorang terhadap situasi tertentu yang disebabkan oleh pengalamannya yang berulang-ulang dalam situasi itu, dimana perubahan tingkah laku itu tidak dapat dijelaskan atau kecenderungan respon pembawaan, kematangan, atay keadaan sesaat seseorang (misalnya kelelahan pengaruh obat dan sebagainya).

Sebuah pengalaman dapat menjadi contoh dalam proses belajar. Dengan mempunyai pengalaman yang cukup seseorang dapat merubah tingkah lakunya karena sudah terbiasa dengan situasi tersebut

b) Gagne, (dalam Purwanto,2007:84) mengemukakan :
Belajar terjadi apabila suatu stimulus bersam dengan isi ingatan mempengaruhi siswa sedemikian rupa sehingga perbuatannya (performance-nya) berubah dari waktu sebelum ia mengalami situasi itu ke waktu sesudah ia mengalami situasi tadi.

Dari pendapat Gagne dapat ditarik kesimpulan bahwa belajar itu merupakan proses mempengaruhi pikiran (ingatan) seseorang supaya dapat berubah dari suatu perbuatan yang kurang baik ke arah perbuatan yang lebih baik. Dengan belajar siswa diharapkan dapat berubah perbuatannya.

c) Morgan, (dalam Purwanto,2007:84) mengemukakan :
“Belajar adalah suatu perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman”.

Setiap kegiatan pasti ada proses dan hasil kegiatan tersebut. Begitu juga dengan belajar. Belajar merupakan hasil dari suatu kegiatan (latihan) yang menetap dalam bentuk tingkah laku. Perubahan tingkah laku tersebut bersifat menetap dan menjadi jati diri dari orang tersebut.

d) Witherington, (dalam Purwanto,2007:84) mengemukakan :
“Belajar adalah suatu perubahan di dalam kepribadian yang menyatakan diri sebagai suatu pola baru daripada refleksi yang berupa kecakapan, sikap, kebiasaan, kepandaian, atau suatu pengertian”.

Dari pendapat Witherington di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa belajar merupakan perubahan kecakapan, sikap, kebiasaan, kepandaian yang ada dalam kepribadian seseorang.

Berdasarkan uraian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa belajar itu suatu proses yang benar-benar bersifat internal, karena belajar merupakan suatu proses yang dapat dilihat dengan nyata, proses itu terjadi di dalam diri seseorang yang sedang mengalami belajar. Sedangkan faktor-faktor yang sangat erat hubungannya dengan proses belajar adalah kematangan, penyesuaian diri/adaptasi, menghapal/mengingat, berfikir dan latihan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar

Secara garis besar menurut Muhibin, (2006 :132), faktor-faktor yang mempengaruhi belajar siswa dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu :

a) Faktor internal (faktor dari dalam siswa) yakni keadaan kondisi jasmani dan rohani dari dalam diri siswa, meliputi :
  1. Asfek pisiologis, kondisi umum jasmani dan tonus (tegangan otot) menandai tingkat kebugaran organ-organ tubuh dan sendi-sendinya, dapat mempengaruhi semangat dan intensitas siswa dalam mengikuti pelajaran.
  2. Asfek psikologis, banyak faktor yang termasuk asfek psikologis yang dapat mempengaruhi kuantitas dan kualitas perolehan pembelajaran siswa.
b) Faktor eksternal (faktor dari luar diri siswa) yakni kondisi lingkungan di sektar siswa. Faktor eksternal meliputi :
  1. Lingkungan sosial, lingkungan sosial sekolah sepeti para guru, para staf administrasi, dan teman-teman sekelas dapat mempengaruhi semangat belajar siswa.
  2. Lingkungan non-sosial, faktor-faktor yang termasuk lingkungan sosial ialah gedung sekolah dan letaknya, rumah tempat tinggal keluarga siswa dan letaknya, alat-alat belajar yang digunakan siswa.
c) Faktor pendekatan belajar, yakni jenis upaya belajar siswa yang meliputi strategi dan metode yang digunakan siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran. Faktor pembelajaran sebagai cara atau strategi yang digunakan siswa dalam menunjang efektivitas dan efesiensi prose pembelajaran materi tertentu.

0 Responses to “Pengertian Belajar Sebagai Proses Yang Kompleks ”

Post a Comment