Pembelajaran IPS di SD Berdasarkan KTSP


Pembelajaran IPS di SD Berdasarkan KTSP

Pembelajaran IPS di merupakan disiplin ilmu yang di berikan keapada siswa mulai dari kelas I sampai dengan kelas VI, Montorella (1990) dalam buku Etin Solihatin (2007 : 14) mengatakan bahwa: ”pembelajaran Pendidikan IPS lebih menekankan pada asfek “pendidikan” daripada “transfer konsep” karena dalam pembelajaran IPS siswa diharapkan memperoleh pemahaman terhadap sejumlah konsep dan mengembangkan serta melatih sikap, nilai, moral dan keterampilannya berdasarkan konsep yang telah dimilikinya”. Dalam proses pembelajaran IPS, guru diharapkan lebih menekankan dalam asfek pendidikannya sehingga siswa bisa memahami konsep pembelajaran IPS yang diajarkan. Dan bisa menggunakannnya dalam kehidupan sehari-hari.Pendidikan IPS dapat membantu siswa dalam melaksanakan sosialisasi dengan lingkungan sekitarnya.

Gross (1978) dalam buku Etin Solihatin (2007 : 14) mengemukakan bahwa tujuan lain dari pendidikan IPS adalah “untuk mengembangkan kemampuan siswa menggunakan penalaran dalam mengambil keputusan setiap persoalan yang dihadapinya”. Setiap persoalan (masalah) pasti ada jawabannya. Dengan melakukan pembelajaran IPS dihrapkan dapat meningkatkan kemampuan penalaran siwa dalam menghadapai persoalan (masalah) yang ada di lingkungan sekitarnya dan menemukan jawaban yang tepat untuk mengatasi persoalan (masalah) tersebut.


“IPS merupakan mata pelajaran yang mempelajari kehidupan sosial yang didasarkan pada bahan kajian geografis, ekonomi, sosiologi, antropologi, tata negara dan sejarah” (Kurikulum SD: 1994). Pelajaran IPS yang diajarkan di SD terdiri dari dua bahan kajian, yaitu pengetahuan sosial yang nencakup lingkungan sosial, ilmu bumi, ekonomi, dan pemerintahan. Bahan kajian sejarah meliputi perkembangan masyarakat indonrsia sejak masa lampau hingga masa kini.


Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan salah satu mata pelajaran yang mengajarkan pada siswa SD agar mereka kelak mengenal fenomena alam dan fenomena sosial mulai dari lingkungan yang dekat sampai kepada lingkungan yang lebih jauh (dunia). IPS merupakan mata pelajaran yang mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial dan kewarganegaraan (KTSP: 2006).


Pengajaran IPS berdasarkan KTSP disusun secara sistematis komprehensif dan terpadu dalam proses pembelajaran menuju kedewasaan dan keberhasilan. Dalam kehidupan di masyarakat sering terjadi “Sosial Problem”, berbagai masalah sosial diantaranya terjadi di lingkungan pada pemahaman dan kepedulian terhadap peninggalan sejarah.( kebudayaan Hindu – Budha ). Dengan metode “Karyawisata” diharapkan pesarta didik memperoleh pemahaman yang luas dan mendalam mengenai masalah peninggalan sejarah kebudayaan Hindu – Budha.


“IPS di Sekolah Dasar berfungsi untuk mengembangkan pengetahuan, nilai, sikao, dan keterampilan siswa tentang masyarakat, bangsa dan negara Indonesia” (KTSP: 2006). Fungsi-fungsi tersebut dapat diwujudkan bila guru menggunakan contoh-contoh dan alat pelajaran yang relevan dengan tingkat dan perkembangan anak didik, pada saat melakukan proses pembelajaran.


Dalam KTSP (2006) mata pelajaran IPS bertujuan agar peserta didik memiliki kemempuan sebagai berikut :


  1. Mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungannya.
  2. Memiliki kemampuan dasar untuk berfikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan dalam kehidupan sososial.
  3. Memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan.
  4. Memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerja sama dan berkomptensi dalam masyarakat yang majemuk, di tingkat lokal, nasional, dan global.
Metode pengajaran IPS dapat dibagi menjadi dua klasifikasi yaitu metode mengajar yang interaksi edukatifnya di luar kelas (in the class room interaction) dan metode pengajaran yang interaksi edukatifnya di luar kelas (out class room interaction). Metode pengajaran yang edukatifnya di dalam kelas terdiri dari metode ceramah, tanya jawab, diskusi, penugasan, kerja kelompok, demontrasi, eksperimen, dan simulasi. Sedangkan metode pengajaran yang interaksi edukatifnya berlangsung di luar kelas terdiri dari metode karya wisata dan observasi.

Untuk keberhasilan suatu pengajaran faktor yang paling mempengaruhi adalah : faktor guru, bahan yang akan diajarkan, situasi, sarana, dan fasilitas-fasilitas lainnya.

0 Responses to “Pembelajaran IPS di SD Berdasarkan KTSP ”

Post a Comment