Pembelajaran Bilangan Bulat di Sekolah Dasar

Pembelajaran Bilangan Bulat di Sekolah Dasar
“Bilangan bulat terdiri dari bilangan cacah (0, 1, 2, ...) dan negatifnya (-1, -2, -3, ...; -0 adalah sama dengan 0 dan tidak dimasukkan lagi secara terpisah). Bilangan bulat dapat dituliskan tanpa komponen desimal atau pecahan.Himpunan semua bilangan bulat dalam matematika dilambangkan dengan Z (atau ), berasal dari Zahlen (bahasa Jerman untuk "bilangan") (Retni, 2010 )”.
Pembahasan mengenai bilangan bulat (integers) tidak bisa dipisahkan dari uraian tentang bilangan asli (natural/counting numbers). Bilangan bulat merupakan bagian dari bilangan rasional. Bilangan bulat adalah “Bilangan yang terdiri dari bilangan bulat positif, nol dan bilangan bulat negative (Darhim, 1991 : 268).”

Bila ditulis dalam suatu himpunan, bilangan bulat adalah B = {…..,-5, -4, -3, -2, -1, 0, 1, 2, 3, 4, 5, ….}. arti titik dalam kurung B itu merupakan sebuah petunjuk bahwa bilangan bulat selalu dimulai dari bilangan bulat positif tak terhingga. Sedangkan apabila disajikan dalam bentuk garis bilangan, bilangan bulat terdapat urutan-urutan tertentu menentukan letak urutan titik-titiknya untuk bilangan positif akan berada disebelah kanan nol, dan untuk bilangan negatif akan berada disebelah kiri nol. Dengan meletakan nol tepat dititik pangkal garis bilangan. 
Memperhatikan garis bilangan diatas, maka akan terlihat garis-garis pada garis bilangan yang mempunyai jarak antara satu garis dengan garis yang lain adalah sama. Hal ini memberi petunjuk adanya korespondensi satu-satu antara bilangan (angka) yang ada dibawah garis bilangan dengan garis-garis yang terletak pada garis bilangan tersebut.

Penjumlahan negatif pada bilangan bulat, contoh negatif lima (-5) hendaknya dibedakan pada pengertian tanda (-) pada operasi seperti (3-2) yaitu tiga dikurangi dua. Pada pengetian pertama kedudukan bilangan (-5) pada garis bilangan terletak di sebelah garis pangkal nol. Sedangkan tanda (-) pada bentuk (3-2) merupakan pengertian operasi kurang atas 3 dan 2. Sedangkan pada bilangan bulat positif, lambang bilangan yang diberi tanda (+) atau tidak keduanya menunjukan pada kondisi dari bilangan yang dimaksud adalah sama, yaitu sebagai bilangan positif.

“Pada operasi penjumlahan bilangan bulat, terdapat sifat-sifat penting yaitu sifat tertutup, sifat pertukaran, sifat pengelompokan, sifat bilangan nol dan sifat invers penjumlahan (Gatot Muhsetyo, 2009 : 3.26).” dalam operasi hitung bilangan bulat juga terdapat operasi hitung penjumlahan, pengurangan, pembagian dan perkalian. Dalam penelitian ini penulis hanya akan membahas tentang operasi hitung pada penjumlahan bilangan bulat saja dengan menggunakan media garis bilangan.

“Penjumlahan bilangan bulat pada garis bilangan selalu dimulai dari titik nol yang kemudian diikuti oleh bilangan-bilangannya (Karso, 2006 :6.42).” Operasi hitung pada penjumlahan bilangan bulat sering pula disebut sebagai pengerjaan hitung penjumlahan bilangan bulat atau penjumlahan bilangan bulat. Dalam penjumlahan bilangan bulat sama halnya seperti pada penjumlahan bilangan asli dan bilanga cacah, yaitu menggunakan tanda tambah atau plus dengan notasi (+) dan tanda kurang atau selisih atau minus dengan notasi (-).

Penjumlahan bulat dalam penelitian ini yaitu tentang penjumlahan bilangan bulat positif dan negatif atau sebaliknya. Untuk mempermudah tentang operasi hitung penjumlahan bilangan bulat maka diperlukan penjelasan tentang langkah-langkah penjumlahan bilanga tersebut. Langkah-langkah penjumlahan bilangan bulat positif dan negatif pada garis bilangan adalah :

a. Bilangan pertama selalu dimulai dari nol (0).
b. Bilanga kedua dimulai dari ujung panah yang pertama.
c. Bilangan positif arah anak panah kekanan.
d. Bilangan negatif arah anak panah kekiri.
e. Hasil ditunjukan oleh anak panah paling akhir.

0 Responses to “Pembelajaran Bilangan Bulat di Sekolah Dasar”

Post a Comment