MUSIK JAMAN ROMANTIK

MUSIK JAMAN ROMANTIK

Jaman Romantik dimulai sekitar abad 19 yang diawali dengan meledaknya revolusi industri di Perancis. Revolusi industri merubah kehidupan social pada saat itu (Wingell, 1983). Perubahan kehidupan sosial tidak hanya terjadi di kota-kota besar dan di pusat-pusat industri, tetapi juga pada elit-elit sosial, yaitu kaum bangsawan yang sebelumnya mempunyai posisi sosial yang lebih tinggi. Pada jaman Romantik, perubahan tersebut tampak pada adanya tuntutan akan kesetaraan sosial pada masyarakat. Yaitu, tidak adanya perbedaan antara bangsawan dan rakyat biasa, serta terbukanya kesempatan untuk memperoleh pendidikan untuk semua kelas sosial.

Perubahan yang terjadi pada bidang musik, komponis di jaman Romantik mengutamakan adanya kebebasan pribadi. Kebebasan tersebut meliputi kebebasan dalam berekspresi, bebas dalam menuangkan perasaannya dalam sebuah karya musik, bebas dan tidak terikat pada norma-norma lama, dan menjualnya kepada publik bukan lagi berkarya berdasarkan pada pesanan dari kaum bangsawan.

Seperti yang dikemukakan sebelumnya bahwa perkembangan musik barat selalu mengalami perubahan, baik secara gramatikal ataupun estetikanya. Musik jaman Romantik merupakan suatu perjalanan panjang dari sejarah musik, adapun ciri-ciri dari musik Romantik dapat diutarakan sebagai berikut:
  1. Musik Romantik lebih mengungkapkan emosi / perasaan.
  2. Musik Romantik mengabaikan bentuk formal dan struktur karya yang sudah ditentukan.
  3. Ekspresi kebebasan individu serta subjektivitas merupakan unsur terpenting dari komposisi jaman Romantik, berlawanan dengan jaman sebelumnya yang sangat ketat terhadap aturan-aturan mengikat.
  4. Struktur harmoni pada jaman Romantik merupakan pengembangan pada jaman Klasik. Menurut Prier (1993), “struktur harmoni pada jaman Romantik dikembangkan dengan nada kromatis / alterasi, dengan enharmonik”.
  5. Beberapa komponis jaman Romantik mempunyai kelibihan-kelebihan dibandingkan dengan komponis-komponis pada jaman sebelumnya, yaitu lebih gairah dan lebih semangat.
  6. Komponis jaman Romantik banyak mengadakan eksperimen musiknya, beberapa komponis sering menggunakan mitologi dan khayalan sebagai materi tema musiknya.
  7. Terdapat hubungan yang jelas antara seni musik dan sastra atau seni lainnya.
  8. Biasanya menggunakan tema asli dari lagu rakyat setempat.
Ide dasar dari jaman Romantik adalah ekspresi. Efek ini sering ditemukan pada setiap karya musik jaman Romantik, yang sering kali dipandang sebagai ekspresi dari perasaan komponisnya. Karya musik dapat melukiskan ide-ide romantis dengan suara yang indah. Ide dasar jaman Romantik ini tidak hanya ditemukan pada karya musik saja, tetapi dapat ditemukan pada karya seni lain, misalnya seni lukis.

0 Responses to “ MUSIK JAMAN ROMANTIK ”

Post a Comment