Model Sains Teknologi dan Masyarakat

Model Sains Teknologi dan Masyarakat

Model Sains Teknologi dan Masyarakat (aslinya bernama STS = Science, Technology and Society) bertitik tolak dari teori belajar konstruktivisme. Dimana konsep pembelajaran konstruktivisme merupakan pembelajaran yang berkenaan dengan bagaimana siswa memperoleh pengetahuan dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Sebagaimana dijelaskan dalam Fajar (2005: 38) menyatakan bahwa:

Model S-T-M yang didasarkan pada paham konstruktivisme ini berarti bahwa terdapat kaitan antara keadaan nyata di luar kelas dan manfaat konsep yang akan dikembangkan, maka siswa lebih mudah mengkonstruksi pengetahuan atau konsep tersebut. Di samping itu, dengan mengetahui manfaat konsep-konsep tertentu, siswa juga akan termotivasi untuk belajar, bahkan tidak segan-segan mencari informasi dari sumber-sumber lain.

Dengan menerapkan teori konstruktivisme tersebut, siswa dapat menggunakan konsep dan keterampilannya di dalam dan di luar kelas serta dilingkungan masyarakat. Model pembelajaran Sains Teknologi dan Masyarakat (S-T-M) adalah model pembelajaran yang bertujuan menyajikan konteks dunia nyata dalam pendidikan dan pendalaman sains. Selain itu juga model Sains Teknologi dan Masyarakat ini mempunyai tujuan untuk membentuk individu yang memiliki literasi sains dan teknologi maksudnya individu yang memiliki kemampuan menyelesaikan masalah menggunakan konsep-konsep sains yang dipeoleh dalam pendidikan sesuai jenjangnya, mengenal prosuk teknologi yang ada di sekitarnya beserta dampaknya, mampu menggunakan produk teknologi dan memeliharanya, kreatif membuat hasil teknologi yang disederhanakan dan mampu mengambil keputusan berdasarkan nilai serta memiliki kepedulian terhadap masalah masyarakat dan lingkungannya.

Menurut Yanger dalam Mulyana (2008: 131) mengagaskan model pembelajaran STS dengan landasan konstruktivisme melalui 4 fase pembelajaran, yaitu: Invitasi (invitation), eksplorasi (exploration), eksplanasi (explanasation) dan aksi (action) atau aplikasi (aplication). Aktivitas pembelajaran pada masing-masing fase sebagai berikut:
  1. Fase invitasi: mengawali atau memulai atau undangan agar siswa dapat memusatkan perhatian pada pembelajaran. Guru dapat mengajak siswa untuk mengungkapkan hal-hal yang ingin diketahui dari fenomena alam yang ada dan terkait dengan isu-isu sains dalam kehidupan sehari-hari mereka.
  2. Fase eksplorasi: guru memfasilitasi siswa untuk melakukan aktivitas dalam rangka memecahkan masalah yang telah diformulasikan pada fase invitasi.
  3. Fase eksplanasi: guru mengelaborasi hasil kegiatan siswa pada fase invitasi dan eksporasi.
  4. Fase aksi atau aplikasi: siswa diberi kesempatan untuk mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan kedalam masalah baru yang relevan.
Sebagaimana Yanger, Poedjiadi (2007: 126) pun menjelaskan ada beberapa tahap dalam melaksanakan model Sains Teknologi dan Masyarakat yaitu tahap pendahuluan, tahap pembentukan konsep, tahap aplikasi konsep, tahap pemantapan konsep dan penilaian.
Tahap Pendahuluan

Pada tahap ini dikemukakan masalah yang ada di masyarakat yang dapat digali siswa, tapi apabila guru tidak berhasil memperoleh tanggapan dari siswa dapat saja dikemukakan oleh guru sendiri. Tahap ini dapat disebut tahap inisiasi atau invitasi. Pada tahap ini juga guru dapat melakukan eksplorasi terhadap kemampuan siswa.
Tahap Pembentukan Konsep

Tahap ini dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan dan metode sebagai tindak lanjut dari hasil eksplorasi pada tahap sebelumnya. Misalnya dengan menggunakan metode demonstrasi, guru menunjukkan benda yang dapat ditembus cahaya dan benda yang tidak dapat ditembus cahaya. Pada tahap ini diharapkan siswa menemukan konsep-konsep yang benar terhadap permasalahan yang diajukan pada tahap 1.

Tahap aplikasi Konsep

Adapun konsep-konsep yang telah dipahami siswa dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya setelah siswa memahami konsep cahaya dapat menembus benda bening, mereka mampu membuat kacamata sederhana dengan bahan yang sesuai dengan konsep cahaya dapat menembus benda bening. Pada tahap ini, guru perlu meluruskan kalau-kalau ada miskonsepsi

Tahap Pemantapan Konsep

Tahap ini dilakukan untuk memeriksa konsep siswa kalau-kalau masih ada miskonsepsi. Pemantapan onsep perlu dilaksanakan pada akhir pembelajaran, karena konsep-konsep kuni yang ditekankan pada akhir pembelajaran akan memiliki retensi lebih lama dibandingkan dega kalau tidak dimantapkan atau ditekan guru pada akhir pembelajaran.
Penilaian

Tahap penilaian ini merupakan tahap penting untuk mengetahui berhasil tidaknya suatu pembelajaran. Penilaian dapat diberikan berupa tes tertulis atau pertanyaan secara lisan. Tahap ini megakhiri rangkaia kegiatan pembelajaran menggunakan model Sains Teknologi dan Masyarakat untuk mengungkap kognitif, afektif dan psikomotor siswa.

0 Responses to “Model Sains Teknologi dan Masyarakat ”

Post a Comment