Karakteristik Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar

Karakteristik Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar
Pendidikan IPA mulai diajarkan pada tingkat sekolah dasar dan berperan penting dalam keseluruhan proses pendidikan. Sebagaimana tercantum dalam UU No.2 tahun 1989 Pasal 37 ayat 3 dalam Poedjiadi (2007: 112) menyatakan bahwa "pengantar IPA (sains) dan teknologi merupakan bahan yang harus dikaji sejak siswa belajar pada tingkat pendidikan dasar". Berdasarkan pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa IPA merupakan mata pelajaran yang harus diajarkan pada tingkat pendidikan dasar serta harus ditekuni dan dikuasai oleh siswa, karena sains (IPA) merupakan fondasi teknologi.

1. Hakikat Pembelajaran IPA

Pendidikan IPA memiliki peranan yang sangat penting dalam pembentukan kepribadian dan perkembangan intelektual siswa. Perkembangan psikologis anak usia SD merupakan masa dimana mereka mempunyai rasa keingintahuan yang besar. Menurut Soedijarto (1993: 53) dalam Sumaji (2006) menyatakan bahwa “pendidikan sains bukanlah merupakan transfer pengetahuan dari guru sebagai sumber pengetahuan kepada anak sebagai siswa. Kalau hal ini yang terjadi, pendidikan tidak akan menghasilkan generasi yang terdidik dan berkualitas”.

Maka pengembangan pendidikan IPA di SD diupayakan untuk melihat pada kesesuaian antara hakikat pembelajaran IPA itu sendiri dengan perkembangan siswa baik perkembangan psikologis maupun intelektual sehingga menghasilkan pendidikan yang berkualitas dan melahirkan generasi yang siap menghadapi dunia globalisasi.

Menurut Carin (1997: 4-5) dalam Syah menyatakan bahwa:
Hakikat IPA itu sendiri yang dapat dipandang sebagai proses, produk dan pengembangan sikap. Dimensi proses IPA menuntut guru untuk melibatkan siswa secara aktif dalam kegiatan-kegiatan dasar yang biasa dilakukan oleh para ilmuwan dalam upaya memperoleh pengetahuan, kegiatan dasar ini sering disebut sebagai metode ilmiah (scientific method)_ dari keterampilan proses, melalui proses IPA akan ditemukan produk IPA berupa fakta, konsep, hukum dan teori yang diaplikasikan ke dalam teknologi.

IPA di SD hendaknya membuka kesempatan untuk memupuk rasa ingin tahu siswa secara alamiah. Ini akan membantu mereka mengembangkan kemampuan berpikir dan mencari jawaban melalui pengamatan dan pengalaman langsung berdasarkan bukti.. Sebagaimana yang dikemukakan Rohandi dalam Sumaji (2006: 112) menyatakan bahwa “pelaksanaan pembelajaran sains adalah menempatkan aktivitas nyata anak dengan berbagai objek yang dipelajari yang merupakan hal utama untuk dapat dikembangkan”. Jadi, siswa akan memiliki kemampuan berpikir yang baik apabila memiliki banyak pengalaman belajar.

Berdasarkan pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa hakikat pembelajaran IPA di SD adalah pembelajaran IPA bukan sekedar penguasaan konsep, prinsip, hukum atau teori semata melainkan suatu proses dengan cara mengembangkan keterampilan proses dan sikap ilmiah untuk mendapatkan konsep-konsep ilmiah tentang alam semesta.

1 Responses to “Karakteristik Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar ”

Rizqoe17 :

minta daftar pustaka nya dong mas ?

June 4, 2017 at 2:10 AM

Post a Comment