Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Kegiatan Menulis

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam kegiatan menulis adalah sebagai berikut :

a. Penentuan Pikiran Utama

Salah satu ciri utama tulisan yang baik adalah kesatuan gagasan antarparagrafnya. Sebuah tulisan (karangan) akan menjadi jelas jika mempunyai kesatuan, yaitu semua detail yang berupa contoh, alasan ataupun fakta yang digunakan harus tidak menyimpang dari pikiran utama. menurut Mukhsin Ahmadi (1991 : 13) menyatakan bahwa:

Pikiran utama adalah pengenadali suatu karangan sehingga dengan pikiran utama dimaksudkan isi karangan tidak akan menyimpang. Karangan tersebut ditulis dalam bentuk paragraf dan tiap paragraf mempunyai pikiran utama. Pikiran utama yang paling baik diletakkan pada kalimat pertama pada paragraf.

b. Pembentukan Paragraf

“Paragraf merupakan suatu pikiran atau perasaan yang tersusun teratur berupa kalimat-kalimat berfungsi sebagai bagian dari suatu satuan yang lebih besar” (Mukhsin Ahmad, 1991 : 1). Agar sebuah karangan mudah ditangkap pembaca dengan jelas, maka perlulah disusun suatu paragraf. Paragraf biasa tersusun dari beberapa buah kalimat yang saling berhubungan sehingga merupakan satu kesatuan yang utuh untuk menyampaikan suatu maksud.

Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa paragraf adalah satu kesatuan pikiran, suatu kesatuan yang lebih tinggi atau lebih luas dari pada kalimat. Paragraf merupakan kumpulan kalimat yang berkaitan dalam suatu rangkaian untuk membentuk sebuah gagasan. Berkaitan dengan paragraf Akhadiah, (Agus Suryamiharja, 1996 : 46), menjelaskan bahwa “Dalam paragraf terkandung satu unit buah pikiran yang didukung oleh semua kalimat utama atau kalimat topik, kalimat penjelas sampai kalimat penutup”.

Fungsi dari paragraf dalam karangan adalah “1) Sebagai penampung dari sebagian kecil jalan pikiran atau ide keseluruhan karangan, 2) Memudahkan pemahaman jalan pikiran atau ide pokok karangan. (Tarigan, 1996:48). Menurut Suriamuharja (1996 : 48) “Paragraf baik dan efektif harus memenuhi tiga parsyaratan, yaitu (1) Kohesi (Kesatuan ) ; (2) Koherensi (Kepaduan) ; dan (3) Pengembangan / Kelengkapan paragraf”.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam kegiatan menulis

1) Kohesi (Kesatuan)

Kohesi/kesatuan dalam paragraf adalah semua kalimat yang membina paragraf secara bersama-sama menyatakan satu hal, satu tema tertentu”.

2) Koherensi (Kepaduan)

Koherensi / keterpaduan dalam paragraf adalah kekompakan hubungan antar sebuah kalimat denngan kalimat yang lain yang membentuk paragraf itu”.

3) Pengembangan / Kelengkapan paragraf

Pengembangan paragraf adalah penyusunan atau perincian dari gagasan-gagasan yang membina paragraf itu”, Suatu paragraf dikatakan berkembang atau lengkap jika kalimat topik atau kalimat utama dikembangkan atau dijelaskan dengan cara menjabarkannya dalam bentuk-bentuk kongkrit, dapat dengan cara pemaparan dan pemberian contoh, penganalisaan dan nilai-nilai.

c. Penulisan Kalimat

Kalimat dalam karangan harus jelas dan mudah dipahami, karena kalimat tertulis dalam beberapa hal tidak sama dengan kalimat tutur. Kalimat yang jelas dan terang dalam bahasa percakapan (tutur), tidak selamanya jelas dan terang jika dituliskan. Sebab intonasi dalam bahasa tutur sulit untuk diterjemahkan dalam bahasa tulis.

Setiap kalimat pada satu karangan pada dasarnya disusun oleh unsur-unsur yang membentuknya. Unsur-unsur kalimat itu tidak lain adalah kata-kata. Kata-kata itulah yang membentuk kalimat. Bagian-bagian kalimat sering disebut konstituen. Bagian-bagian kalimat tersebut antara lain sebagai berikut :

1) Subjek
Subjek kalimat sangat menetukan kejelasan makna sebuah kalimat. “Jabatan atau fungsi subjek dalam kalimat biasanya dapat diketahui dengan jalan mengajukan pertanyaan apa, atau siapa yang dibicarakan dalam karangan” (Yohanes, 1991 : 6).

2) Predikat
Predikat kalimat kebanyakan muncul secara eksplisit. Predikat juga sangat menentukan kejelasan makna sebuah kalimat. “Ciri-ciri predikat terletak dibelakang subjek serta berbentuk verba atau kata kerja” (Yohanes, 1991 : 6).

3) Objek
Kehadiran objek dalam kalimat tergantung pada jenis predikat kalimat serta ciri khas objek itu sendiri. “Objek pada umumnya berbentuk nomina atau kata benda, atau di belakang kata tugas “oleh” dalam kalimat pasif” (Yohanes, 1991 : 7).

4) Keterangan
Tempat jabatan keterangan dalam kalimat biasanya bebas dan cakupan semantik keterangan lebih kuat yaitu membatasi unsur kalimat atau seluruh kalimat. Bagian keterangan dalam kalimat Bahasa Indonesia menyatakan banyak makna, namun yang sering ditemukan dalam pemakaian bahasa sehari-hari adalah keterangan waktu, keterangan tempat, keterangan tujuan, keterangan instrumental. (Yohanes, 1991 : 7).

5) Penggunaan Tanda Baca
Karangan selalu berupa bahasa yang tertulis. Dalam beberapa hal bahasa tertulis tidak sama dengan bahasa lisan, banyak alat-alat bahasa seperti lagu, jeda, tinggi rendah suara, sukar digambarkan dalam bahsa tulis. Untuk melengkapi kekurangan itu, maka dibuatlah tanda baca. Menurut Poerwardarminta (1967 : 14), “Tanda baca dapat membantu menjelaskan maksud atau makna kalimat”. Dengan tanda baca penulis dapat menyampaikan maksudnya dengan lebih jelas. Sedang pembaca pun dapat pula menangkap maksud kalimat dengan lebih mudah. Oleh karena itu, makna “tanda baca tidak boleh diabaikan dalam tulis-menulis. Macam-macam tanda baca antara lain sebagai beikut :

(a) Titik
Tanda titik dipakai sebagai tanda bahwa kalimat telah selesai. Pokok tugasnya adalah sebagai pengunci kalimat.

(b) Koma
Tanda koma paling sering dipakai dalam tulis menulis. Pokok tugasnya adalah untuk menyatakan jeda sejenak, menyekat hubungan-hubungan yang perlu dijelaskan. Pada umumnya koma dipakai untuk menyekat kata atau frase sejenis dan setara.

(c) Titik Dua
Titik dua digunakan untuk menegaskan keterangan atau penjelasan sebagai tambahan sesuatu yang telah tersebut dalam kalimat terdahulu. Titik dua juga dapat digunakan untuk menyatakan perincian berbagai hal, benda yang disebutkan berturut-turut, serta untuk menyatakan kutipan perkataan seseorang.

(d) Tanda Seru dan Tanda Tanya
Tanda seru pada pokoknya untuk mengintesifkan penuturan. Biasa dipakai untuk menyatakan perasaan yang kuat seperti perintah, melarang, heran, menarik perhatian, tak percaya, dan sebagainya. Sedangkan tanda tanya sudah tentu dipakai untuk menyatakan pertanyaan, baik pertanyaan yang sesungguhnya maupun yang bersifat menyangsikan.

0 Responses to “Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Kegiatan Menulis”

Post a Comment