CONTOH PROPOSAL PTK INTENSIFIKASI PEMBELAJARAN IPS DENGAN MEMANFAATKAN MEDIA GAMBAR AKTIVITAS EKONOMI SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI SEKOLAH DASAR

A.    JUDUL
INTENSIFIKASI PEMBELAJARAN IPS DENGAN MEMANFAATKAN MEDIA GAMBAR AKTIVITAS EKONOMI SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI SEKOLAH DASAR
(Penelitian Tindakan Kelas pada Pembelajaran IPS di Kelas IV SD Negeri Wangun Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya).

B.    LATAR BELAKANG MASALAH
Proses belajar-mengajar merupakan kegiatan terpenting yang menentukan keberhasilan pendidikan. Hasil belajar yang baik dapat diperoleh dari proses belajar mengajar yang efektif dengan didukung oleh fasilitas berupa sarana dan prasarana yang lengkap dan memadai. Peran guru dalam proses belajar mengajar bertugas sebagai motivator, fasilitator dan mediator dituntut bisa menampilkan bahan ajar menjadi sesuatu yang menarik minat peserta didik untuk lebih giat belajar.

Kondisi masyarakat yang dinamis, perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang pesat menuntut pula terjadinya perubahan pada kurikulum pembelajaran yang digunakan. Kurikulum akan selalu berubah ketika kurikulum sebelumnya dianggap tidak bisa mengikuti perkembangan/kondisi zaman. Dalam proses belajar mengajar guru harus berpedoman pada kurikulum yang berlaku saat itu, karena kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan tertentu.

Kelemahan utama yang dirasakan dalam sistem pendidikan di Indonesia ialah : pelaksanaan proses pembelajaran kurang mendorong terjadinya pengembangan siswa yang dinamis dan budaya berpikir kritis. Oleh karena itu dalam Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 Bab II Pasal 3 tentang Sistem Pendidikan Nasional tersirat bahwa tantangan yang dihadapi dunia pendidikan yakni budaya berpikir aktif dan  kritis yang masih rendah.

Kemampuan berpikir kritis dan dinamis siswa di dapatnya dari hasil pendidikan yang siswa peroleh baik di rumah, sekolah atau di tengah-tengah masyarakatnya. Dalam ruang lingkup pendidikan sekolah, guru sebagai pendidik, pengajar, pembimbing dan fasilitator pendidikan, memiliki tugas agar anak didik dapat menjadi seorang siswa yang berpikir kritis dan dinamis, yaitu dengan berani untuk bertanya dan menjawab pertanyaan atau permasalahan, serta berani untuk berdiskusi dan mengemukakan segala permasalahannya.

Dalam rangka mengimplementasikan jurusan pendidikan dalam proses belajar mengajar mata pelajaran IPS, penulis mencoba mengobservasi/mengadakan penelitian kegiatan proses belajar mengajar di Kelas IV SD Negeri Wangun Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, menyangkut metode pembelajaran, penggunaan/pemanfaatan media pembelajaran pada mata pelajaran IPS.

Tujuan diajarkannya IPS di sekolah adalah untuk melengkapi siswa dengan pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai agar siswa mengenali dengan baik berbagai permasalahan sosial kemasyarakatan yang ada di sekelilingnya. Diharapkan dengan itu pula siswa dapat merumuskan dan memilih alternatif pemecahan melalui proses pengambilan keputusan yaitu alternatif pemecahan masalah yang paling tepat baik bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain. “Guna mencapai tujuan tersebut dapat dikemukakan beberapa media/strategi dan teknik mengajar yang sekaligus dapat memandu materi pengajaran dalam penggunaan metode mengajar yang dimaksud”. (Abdul Azis Wahab, 2007 : 88).

Dalam pendidikan kata media digunakan untuk menunjukkan serangkaian kegiatan guru yang terarah yang menyebabkan siswa belajar. Media dapat pula dianggap sebagai cara atau prosedur yang keberhasilannya adalah di dalam belajar, atau sebagai alat yang menjadikan mengajar menjadi efektif. Mengajar yang berhasil menuntut penggunaan media yang tepat. “Seorang guru tentu mempunyai media dan seorang guru yang baik akan memahami dengan baik media yang digunakannya”. (Abdul Azis Wahab, 2007 : 36)

Penggunaan media pembelajaran yang bervariasi, pemanfaatan media pembelajaran yang lebih lengkap, merupakan upaya untuk menarik minat dan menggerakkan potensi yang ada dalam diri peserta didik, karena pada kurikulum yang semakin berkembang penekanan aktivitas dan peran peserta didik dalam proses belajar mengajar diupayakan lebih menonjol/dominan.

Dalam proses pembelajaran IPS di Sekolah Dasar, penyajian media pembelajaran seorang guru dituntut agar bervariatif dan inovatif guna merangsang motivasi siswa untuk belajar dan mencegah siswa dari kejenuhan proses belajar, sehingga memberi kesegaran agar proses belajar menjadi suatu proses yang menyenangkan bagi siswa, dengan demikian tujuan dari pembelajaran dapat dicapai sesuai dengan yang diharapkan.

Adapun salah satu media serta teknik mengajar yang cocok dengan karakteristik mata pelajaran IPS yaitu media gambar. Media gambar dapat dikatakan sebagai salah satu media komunikasi antara pemberi pesan dan penerima pesan, seperti digunakan oleh guru dalam mata pelajaran IPS tentang materi Aktivitas Ekonomi pada siswa kelas IV Sekolah dasar. Dengan adanya media gambar seri tentu dapat memberikan semangat atau motivasi terhadap siswa dalam kegiatan belajar, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa tentang materi Aktivitas Ekonomi.
Berdasarkan pengalaman nyata dan hasil refleksi dari penulis, ada satu kendala yang penulis temukan anak yaitu kurang paham dalam pembelajaran IPS tentang materi Aktivitas Ekonomi. Berdasarkan hasil belajar siswa kelas IV SDN Wangun menunjukan dari jumlah siswa 25 orang memperoleh nilai rata-rata sebesar 5,97. Artinya taraf  hasil belajar siswa tentang materi Aktivitas Ekonomi melalui penggunaan media gambar sebesar 59,7%. Hal ini, karena ketersediaan media kurang memadai hal ini mengakibatkan hasil belajar siswa pun kurang bagus. Materi Aktivitas Ekonomi dengan media gambar jika diajarkan secara verbalisme tentu akan menyulitkan bagi siswa, dan tentunya hal ini perlu ada pemecahannya. Oleh karena itu untuk mengtasi hal ini perlu diterapkan suatu teknik/metoda dalam pembelajaran IPS dan guru memberikan penjelasan dengan menggunakan media dan alat peraga yang tepat.
Dengan demikian, untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS tentang Aktivitas Ekonomi melalui media gambar, penulis akan melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dituangkan dalam bentuk skripsi dengan judul : INTENSIFIKASI PEMBELAJARAN IPS DENGAN MEMANFAATKAN MEDIA GAMBAR AKTIVITAS EKONOMI SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI SEKOLAH DASAR (Penelitian Tindakan Kelas pada Pembelajaran IPS di Kelas IV SD Negeri Wangun Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya).

C.    PERUMUSAN DAN PEMECAHAN MASALAH
1.    Perumusan Masalah
Untuk lebih terarah dan agar dapat mencapai sasaran yang dikehendaki sebagaimana latar belakang di atas, maka penulis menyampaikan perumusan masalah sebagai berikut :
a.    Bagaimana rencana pembelajaran IPS dengan memanfaatkan media gambar aktivitas ekonomi sebagai upaya meningkatkan hasil belajar siswa di Kelas IV SD Negeri Wangun Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya?
b.    Bagaimana proses pembelajaran IPS dengan memanfaatkan media gambar aktivitas ekonomi sebagai upaya meningkatkan hasil belajar siswa di Kelas IV SD Negeri Wangun Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya?
c.    Bagaimana hasil belajar siswa dalam memanfaatkan media gambar aktivitas ekonomi di Kelas IV SD Negeri Wangun Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya ?
2.    Pemecahan Masalah
Permasalahan tentang intensifikasi pembelajaran IPS dengan memanfaatkan media gambar aktivitas ekonomi sebagai upaya meningkatkan hasil belajar siswa di Kelas IV SD Negeri Wangun Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, yang menjadi garis besar rencana pemecahan masalah adalah sebagai berikut :
a.    Merencanakan pembelajaran IPS dengan memanfaatkan media gambar aktivitas ekonomi sebagai upaya meningkatkan hasil belajar siswa di Kelas IV SD Negeri Wangun Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya.
b.    Melaksanakan proses pembelajaran IPS dengan memanfaatkan media gambar aktivitas ekonomi sebagai upaya meningkatkan hasil belajar siswa di Kelas IV SD Negeri Wangun Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya.
c.    Meningkatkan hasil belajar siswa dalam memanfaatkan media gambar aktivitas ekonomi di Kelas IV SD Negeri Wangun Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya.

D.    TUJUAN PENELITIAN
Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan penelitian ini adalah untuk :
a.    Meningkatkan kemampuan pembuatan rencana pembelajaran IPS dengan memanfaatkan media gambar aktivitas ekonomi sebagai upaya meningkatkan hasil belajar siswa di Kelas IV SD Negeri Wangun Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya.
b.    Meningkatkan kemampuan pengelolaan proses pembelajaran IPS dengan memanfaatkan media gambar aktivitas ekonomi sebagai upaya meningkatkan hasil belajar siswa di Kelas IV SD Negeri Wangun Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya.
c.    Meningkatkan hasil belajar siswa dalam memanfaatkan media gambar aktivitas ekonomi di Kelas IV SD Negeri Wangun Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya

E.    MANFAAT PENELITIAN
a.     Manfaat Teoritis
Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi pengembangan pengetahuan dalam pembelajaran IPS tentang Aktivitas ekonomi, diharapkan dengan pemanfaatan media gambar ini prestasi belajar siswa meningkat, terutama pada siswa Kelas IV SD Negeri Wangun Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya
b.     Manfaat Praktis
1)    Bagi siswa
a)    Dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS tentang aktivitas ekonomi.
b)    Dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS tentang aktivitas ekonomi melalui media gambar.
2)    Bagi Guru
a)    Dapat mengetahui cara merancang dan mengoperasionalkan perencanaan pembelajaran IPS melalui media gambar, serta dapat berdaya guna dalam meningkatkan hasil belajar siswa.
b)    Mewujudkan tujuan pembelajaran IPS yaitu melatih cara berpikir secara sistematis, logis, kritis, kreatif dan konsisten.

c)    Bagi Lembaga Pendidikan
Dapat menambah pembendaharaan kepustakaan tentang penggunaan media gambar untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS tentang Aktivitas ekonomi sebagai bahan penelitian selanjutnya.

F.    LANDASAN TEORI
1.    Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar Berdasarkn KTSP
a.    Pengertian IPS di Sekolah Dasar 
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan mata pelajaran yang mengajarkan pada siswa SD/MI, agar siswa mengenal fenomena-fenomena sosial, mulai dari yang dekat dengan lingkungannya sampai dengan fenomena dunia. Pada kenyataannya kehidupan itu tidak dipisahkan antara satu dengan yang lainnya. Setiap manusia akan berdampak pada yang lain dan pada lingkungannya. Berdasarkan KTSP (Depdiknas, 2006:5) bahwa :
Manusia tergantung satu dengan lainnya dan manusia juga tergantung pada dunia untuk mempertahankan hidupnya. Oleh sebab itu, pembelajaran Sejarah, Geografi, Sosiologi, Antropologi dan Ekonomi di SD/MI dipadukan pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

Mengacu kepada kutipan di atas, Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan suatu pendekatan terhadap hal-hal yang berkenaan dengan manusia dan masyarakat serta lingkungannya. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) mempelajari aspek-aspek sosial, spritual, emosional, dan intelektual, rasional dan global dengan memadukan konsep serta bahan kajian tradisional dengan bidang bahan kajian yang baru.
Untuk dapat melaksanakan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang efektif sangat penting untuk mengetahui perjalanan belajar siswa usia muda. Siswa usia muda memiliki rasa ingin tahu yang alami tentang lingkungan alam dan lingkungan sosial siswa. Siswa juga berinteraksi dan merupakan bagian dari berbagai kelompok termasuk keluarga, teman, masyarakat yang membawa berbagai pengalaman dan pengetahuan ke sekolah.
b.    Tujuan IPS di Sekolah Dasar
“Tujuan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di SD adalah untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dasar yang berguna bagi dirinya dalam kehidupan sehari-hari” (Depdiknas, 2006:37). Pengajaran Sejarah bertujuan agar siswa mampu mengembangkan hasil belajar tentang perkembangan masyarakat Indonesia sejak masa lalu hingga masa kini, sehingga siswa memiliki kebanggaan sebagai bangsa Indonesia dan cinta tanah air.
Sedangkan menurut kurikulum (Depdiknas, 2006:38), tujuan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di SD adalah :
Agar siswa mampu mengembangkan pengetahuan, nilai dan sikap, serta keterampilan sosial yang berguna bagi dirinya, mengembangkan hasil belajar tentang pertumbuhan masyarakat Indonesia, masa lampau hingga kini, sehingga siswa bangga sebagai bangsa Indonesia.

Dengan demikian, tujuan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di SD adalah untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dasar yang berguna bagi dirinya dalam kehidupan sehari-hari. Pengajaran Ilmu Pengetahuan Sosial bertujuan agar siswa mampu mengembangkan pemahaman tentang perkembangan masyarakat Indonesia sejak masa lalu hingga masa kini, sehingga siswa memiliki kebanggaan sebagai bangsa Indonesia dan cinta tanah air.
2.    Media Gambar
Media gambar merupakan salah satu dari media pembelajaran yang paling umum dipakai dan merupakan bahasa yang umum dan dapat dimengerti dan dinikmati dimana-mana. Menurut Sadiman Arief S. (2003:21), media gambar adalah sebagai berikut :
Media gambar adalah suatu gambar yang berkaitan dengan materi pelajaran yang berfungsi untuk menyampaikan pesan dari guru kepada siswa. Media gambar ini dapat membantu siswa untuk mengungkapkan informasi yang terkandung dalam masalah sehingga hubungan antar komponen dalam masalah tersebut dapat terlihat dengan lebih jelas.

Menurut Purwanto dan Alim (1997 : 63), kelebihan media gambar adalah:
1) Sifatnya konkrit, gambar lebih realistis menunjukkan pokok masalah dibandingkan dengan media verbal semata, 2) Gambar dapat mengatasi batasan ruang dan waktu, 3) Media gambar dapat mengatasi keterbatasan pengamatan, 4) Dapat memperjelas suatu masalah, dalam bidang apa saja, 5) Murah harganya, mudah didapatkan dan digunakan.

Sedangkan kelemahan media gambar menurut Purwanto dan Alim (1997:63) adalah “1) Gambar menekankan persepsi indera mata, 2) Gambar berada yang terlalu kompleks kurang efektif untuk kegiatan pembelajaran, 3) Ukurannya sangat terbatas untuk kelompok besar”.
Menurut Sadiman Arief S. (2003:25), ada enam syarat yang perlu dipenuhi oleh media gambar, yaitu :
a.    Harus Autentik
Gambar tersebut haruslah secara jujur melukiskan situasi seperti kalau orang melihat benda sebenarnya. Membicarakan atau menyampaikan suatu kejadian sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya, seperti kalau menemukan buku tiga buah, samaikanlah sesuai dengan banyak benda yang ditemukannya.
b.    Sederhana
Komposisinya hendak cukup jelas menunjukkan poin-poin pokok dalam gambar, jangan sampai berlebihan sehingga dapat membuat kesulitan siswa untuk memahaminya.
c.    Ukuran Relatif
Gambar dapat membesarkan atau mengecilkan objek/benda sebenarnya. Hendaknya dalam gambar tersebut terdapat sesuatu yang telah dikenal siswa sehingga dapat membantu membayangkan gambar dan isinya.
d.    Gambar sebaiknya mengandung gerak atau perbuatan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Gambar yang baik menunjukkan objek dalam keadaan memperlihatkan aktivitas tertentu sesuai dengan tema pembelajaran.
e.    Gambar yang tersedia perlu digunakan sebaik-baiknya untuk mencapai tujuan pembelajaran.
f.    Gambar hendaklah bagus dari sudut seni dan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.

Dengan demikian, pada saat guru mencoba mengajarkan strategi ini, penekanan perlu dilakukan bahwa gambar atau diagram yang dibuat tidak perlu sempurna, terlalu bagus atau terlalu detail. Hal ini perlu digambar atau dibuat diagramnya adalah bagian-bagian terpenting yang diperkirakan mampu memperjelas permasalahan yang dihadapi.
3.    Hasil Belajar Siswa
a.    Pengertian Hasil Belajar
Setiap proses belajar mengajar keberhasilannya dapat diukur dari seberapa jauh keberhasilan belajar dicapai siswa. Sedangkan hasil belajar adalah produk tingkah laku siswa yang dikehendaki benar-benar terjadi. Untuk mengetahui sejauhmana keberhasilan belajar, salah satu indikatornya adalah dengan cara melihat prestasi belajar yang dicapai individu tersebut. Menurut Soedijanto (1997:49) mendefinisikan, “Hasil belajar adalah tingkat penguasaan yang dicapai oleh belajar dalam mengikuti program belajar mengajar sesuai dengan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan”. Senada dengan definisi tersebut, Munadir (dalam Winkel, 1996:36) medefinisikan :
Belajar sebagai perubahan dalam disposisi atau kapabilitas manusia selama periode waktu tertentu yang disebabkan oleh proses perubahan, dan perubahan itu dapat diamati dalam bentuk perubahan tingkah laku yang dapat bertahan selama beberapa periode waktu.

Adapun yang dimakud prestasi belajar menurut Zainal Arifin (1990 : 2) adalah : "Prestasi belajar berasal dari bahasa Belanda yaitu prestatie, kemudian berubah ke dalam bahasa Indonesia berarti prestasi yang berarti hasil usaha". Selanjutnya Abin Syamsudin (1981 : 44) mengemukakan prestasi belajar sebagai berikut : "Prestasi belajar adalah kecakapan yang atau aktual yang menunjukkan kepada aspek kecakapan yang segera dapat di demonstrasikan dan di uji karena merupakan hasil usahayang bersangkutan yang dijalankannya".
Dari pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar merupakan aspek kecakapan yang telah dimiliki oleh siswa sebagai hasil usaha dari kegiatan belajar yang diempuh. Karena prestasi belajar ini berfungsi untuk mengetahui keberhasilan belajar dalam bidang studi tertentu, juga sebagai indikator kualitas institusi pendidikan. Dalam penelitian ini prestasi belajar yang dimaksud adalah hasil belajar yang dicapai oleh siswa dalam pembelajaran IPS yang berupa nilai hasil tes.
b.    Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar
Prestasi yang dicapai oleh seseorang siswa merupakan hasil interaksi antara beberapa faktor yang mempengaruhi baik dalam diri maupun dari luar siswa. Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
1)    Faktor sosial dalam belajar
“Yang dimaksud faktor sosial disini adalah faktor manusia, baik manusia itu hadir pada saat terjadi proses belajar maupun tidak hadir” (Soedijarto, 1997:50). Kehadiran sesorang dapat menggangu kawannya yang sedang belajar, misalnya seorang siswa yang menggangu kawan lainnya yang sedang mengerjakan tugas latihan dikelas sehingga siswa tersebut menggangu kawannya yang sedang mengerjakan tugas latihan.
2)    Faktor non sosial dalam belajar
“Kelompok ini banyak sekali jumlahnya, misalnya waktu, tempat, alat-alat yang digunakan dalam belajar, keadaan udara, suhu udara, cuaca dan sebagainya. Faktor ini mempengaruhi kegiatan belajar seseorang” (Soedijarto, 1997:50).
3)    Faktor fisiologis dalam belajar
“Yang dimaksud keadaan fisiologis adalah keadaan fisik seseorang terutama yang berkaitan dengan kesehatan dan fungsi panca indera” (Soedijarto, 1997:51). Tingkat kebugaran jasmani seseorang akan berpengaruh dalam belajar. Apabila kondisi fisik seseorang tidak fit atau kurang sehat maka dalam belajar ia akan terganggu, baik perhatian maupun konsentrasinya.Begitu juga apabila salah satu panca inderanya terganggu, misalnya telinga atau mata sakit maka akan mengganggu kegiatan belajarnya.
4)    Faktor psikologis dalam belajar
“Faktor psikologis yang paling menonjol adalah sesuatu yang mendorong aktivitas seseorang dalam belajar, dengan kata lain alasan yang membuat seseorang untuk melakukan kegiatan belajar” (Soedijarto, 1997:51). Hal yang menonjol di dalam memaksimalkan hasil belajar adalah mengenai faktor kepribadian. Soedijarto (1997:51-53), kepribadian siswa memberikan kontribusi yang besar terhadap hasil belajar karena komponen kepribadian tersebut mempunyai fungsi yaitu :
a)    Fungsi Kognitif
Fungsi kognitif merupakan kemampuan manusia menghadapi obyek-obyek dalam bentuk representatif menghadirkan obyek dalam kesadarannya. Hal-hal yang terkait dengan fungsi kognitif manusia antara lain : (1) Taraf intelegensi, daya kreativitas, (2) Bakat khusus, (3) Organisasi kognitif, (4) Kemampuan berbahasa, (5) Daya fantasi, (6) Gaya belajar, (7) Tipe belajar, dan (8) Teknik atau cara-cara belajar secara efisiensi dan efektif.
b)    Fungsi Kognitif Dinamis
Fungsi kognitif dinamis ini berkisar pada penentuan suatu tujuan dan pemenuhan suatu kebutuhan yang di dasari serta dihayati. Beberapa aspek yang termasuk dalam fungsi kognitif dinamik antara lain adalah : (1) Karakter, (2) Hasrat dan (3) Berkehendak, (4) Motivasi belajar, (5) Konsentrasi dan perhatian
c)    Fungsi Afektif
Fungsi Afektif membantu siswa dalam mengadakan suatu penelitian terhadap obyek-obyek yang dihadapinya, dan dihayati apakah benda tersebut suatu peristiwa atau seseorang, bernilai atau tidak bagi dirinya. Dalam berperasaan dapat terdiri dari beberapa lapisan yang berbeda-beda peranannya terhadap semangat belajar antara lain adalah : (1) Temperamen, (2) Perasaan, (3) Sikap dan (4) Minat.

Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar yang dikemukakan oleh Tabrani Rusyan (1989 : 81 – 82) adalah sebagai berikut :
1)    Faktor Internal
a)    Faktor jasmaniah (psiologis) baik yang bersifat bawaan maupun yang diperoleh.
b)    Faktor psikologis (kejiwaan) terdiri atas :
(1)    Faktor intelektif, yang meliputi :
(a)    Faktor potensial, yaitu kecerdasan dan bakat.
(b)    Faktor kecakapan nyata, yaitu prestasi yang telah dimiliki.
(2)    Faktor non intelektif ialah unsur-unsur kepribadian tertentu seperti sikap, kebiasaan, minat, kebutuhan, motivasi, emosi dan lain-lain.

c)    Faktor-faktor kematangan fisik maupun psikis
2)    Faktor Eksternal
a)    Faktor Sosial yang terdiri dari :
(1)    Lingkungan keluarga
(2)    Lingkungan sekolah
(3)    Lingkungan kelompok
b)    Faktor budaya, seperti adat istiadat, ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian.
c)    Faktor lingkungan spritual dan keagamaan

Keberhasilan proses pembelajaran dimana parameternya adalah hasil belajar, hal ini memacu baik guru maupun siswa untuk berusaha mencapai tujuan tersebut. Baik guru harus melakukan pemilihan metode dan strategi pembelajaran yang tepat dengan materi yang akan diajarkan. Bagi siswa harus berusaha menumbuhkan motivasi didalam mengikuti semua materi pelajaran.

G.    KERANGKA BERPIKIR
Permasalah yang ditemukan dalam pembelajaran IPS adalah, kurangnya kemauan guru mengembangkan metode pembelajaran. Metode yang biasa digunakan dalam pembelajaran IPS bersifat konvensional atau ceramah, sehingga proses pembelajaran berpusat pada guru. Padahal yang diharapkan adalah pembelajaran menggunakan metode yang melibatkan siswa aktif secara menyeluruh, fisik maupun mental. Dengan demikian potensi yang dimiliki siswa dapat berkembang sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Kenyataan di lapangan, khususnya di Kelas IV SD Negeri Wangun, ada yang masih belum paham tentang materi Aktivitas ekonomi yang ada disekitarnya dan manfaat Aktivitas ekonomi tersebut. Kurang berhasilnya proses pembelajaran tersebut, akibat dari guru yang masih kurang menyadari kelemahan yang terjadi pada siswa, serta kurang adanya upaya guru dalam memotivasi siswa dalam memahami Aktivitas ekonomi.
Oleh karena itu, untuk meningkatkan hasil belajar siswa tentang Aktivitas ekonomi, diperlukan upaya alternatif untuk mengatasi kekurangberhasilan siswa dalam memahami aktivitas ekonomi, yakni melalui penggunaan media gambar. Fungsi utama dari media gambar adalah sebagai alat bantu mengajar, yakni menunjang penggunaan metode mengajar yang dipergunakan guru. Kedudukan media gambar ada dalam komponen metode mengajar merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan proses interaksi guru dan siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Melalui penggunaan media gambar diharapkan dapat meningkatkan kualitas proses belajar mengajar yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kualitas hasil belajar siswa dalam hasil belajar tentang Aktivitas ekonomi.
Berdasarkan data yang ditemukan oleh peneliti pada waktu berkolaborasi dengan guru yang akan melaksanakan kegiatan belajar mengajar tentang hasil belajar siswa mengenai Aktivitas ekonomi melalui penggunaan media gambar.

H.    ANGGAPAN DASAR
Menurut Surachman (1990 : 45), “Anggapan dasar atau postulat adalah sebuah titik tolak yang kebenarannya diterima dan diyakini oleh penyelidik”. Penliti dalam hal ini tidak perlu membuktikan sesuatu, karena sudah jelas dengan adanya faktanya”. Peneliti dapat mengemukakan anggapan dasar sebagai berikut :
1.    Keberhasilan guru dalam memberikan suatu pembelajaran akan ditentukan oleh kemampuan guru menetapkan media pembelajaran yang relevan dengan karakteristik materi dan siswa sebagai sarana pembelajaran.
2.    Penggunaan media gambar sebagai salah satu media pembelajaran yang digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
3.    Keberhasilan guru dalam penentuan tindakan pembelajaran yang akan dilaksanakan dalam membimbing siswa pada materi aktivitas ekonomi pada pembelajaran IPS untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

I.    HIPOTESIS TINDAKAN
”Hipotesis adalah pernyataan yang masih lemah kebenarannya dan masih perlu dibuktikan kenyataannya” (Nurbuko, 2005:28). Hipotesis dapat diterima tetapi dapat ditolak, diterima apabila bahan-bahan penelitian membenarkan kenyataan dan ditolak apabila menyangkal (menolak) kenyataan.
Berdasarkan latar belakang masalah, deskripsi teoretis, dan kerangka berpikir, hipotesis dari penelitian ini adalah: “Jika guru mengoptimalkan penggunaan media gambar dalam pembelajaran IPS pada materi Aktivitas Ekonomi dengan perencanaan dan pelaksanaan yang tepat, maka hasil belajar siswa dapat meningkat".

J.    DEFINISI OPERASIONAL VARIABEL
1.    Pembelajaran IPS 
Pembelajaran IPS adalah merupakan salah satu sarana dalam mengakses segala permasalahan yang dikembangkan melalui standar kompetensi yang harus dicapai secara optimal, mulai dari materi yang mudah dan dialami dalam kehidupan sehari-hari menuju ke materi yang sukar. Belajar IPS yaitu ilmu pengetahuan sosial yang menyelidiki aspek sosio cultural kehidupan manusia.

2.    Media Gambar
Menurut Sadiman Arief S. (2003), “Media gambar adalah suatu gambar yang berkaitan dengan materi pelajaran yang berfungsi untuk menyampaikan pesan dari guru kepada siswa. Media gambar ini dapat membantu siswa untuk mengungkapkan informasi yang terkandung dalam masalah sehingga hubungan antar komponen dalam masalah tersebut dapat terlihat dengan lebih jelas”.
3.    Hasil Belajar Siswa 
Adapun yang dimakud hasil belajar menurut Zainal Arifin (1990 : 2) adalah : "Prestasi belajar berasal dari bahasa Belanda yaitu prestatie, kemudian berubah ke dalam bahasa Indonesia berarti prestasi yang berarti hasil usaha". Selanjutnya Abin Syamsudin (1981 : 44) mengemukakan prestasi belajar sebagai berikut : "Prestasi belajar adalah kecakapan yang atau aktual yang menunjukkan kepada aspek kecakapan yang segera dapat di demonstrasikan dan di uji karena merupakan hasil usahayang bersangkutan yang dijalankannya".

K.    METODE PENELITIAN
1.    Model PTK
Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yaitu bentuk penelitian tindakan yang langsung dilaksanakan di kelas. Adapun model PTK yang dipilih adalah model Kemmis dan Taggart, dengan didasarkan pada pertimbangan bahwa model ini cukup sederhana, sehingga mudah dipahami. Untuk mewujudkan tujuan-tujuan dalam pembelajaran. PTK dilakukan dalam bentuk pengkajian berdaur (cyclical) yang terdiri atas empat tahap.
Setelah dilakukan refleksi, biasanya muncul permasalahn baru yang perlu mendapat perhatian. Tim Pelatih Proyek PGSM (1999 : 7) mengemukakan bahwa
Timbulnya permasalahan baru perlu dilakukan perencanaan ulang dan refleksi ulang sampai permasalahan dapat teratasi. Penelitian tindakan kelas layaknya tidak menggunakan istilah populasi penarikan sampel, maupun kelas kontrol, tetapi menggunakan istilah subjek penelitian. Hal ini disebabkan dalam tujuan penelitian tindakan kelas adalah perbaikan dan peningkatan proses pembelajaran serta berkesinambungan.

Tim Pelatih Proyek PGSM (1999 : 15) menjelaskan bahwa “Tujuan Penelitian Tindakan Kelas adalah untuk perbaikan dan peningkatan layaknya profesional guru dalam menangani proses belajar mengajar”.
Alasan pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini yaitu untuk memperbaiki praktek pembelajaran secara berkesinambungan dalam rangka meningkatan hasil belajar siswa serta pengembangan kemampuan guru memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan proses belajar mengajar. Model siklus tindakan penelitian direncanakan dalam dua siklus. Sebagaimana dijelaskan di atas bahwa jenis siklus PTK (Penelitian Tindakan Kelas) yang dipergunakan ialah model Kemmis dan Taggart. Alur umum pelaksanaan, seperti gambar di bawah ini :
Gambar 2 : Alur Pelaksanaan PTK
1.    Setting Penelitian
Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian ini ialah SD Negeri Wangun Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya. Alasan memilih lokasi tersebut, karena lingkungan sekolah tersebut sudah peneliti kenal, sehingga diharapkan dapat melancarkan dalam kegiatan penelitian. Disamping itu lokasi sekolah tidak jauh dari tempat tinggal peneliti, sehingga mudah untuk dijangkau dan mudah berkomunikasi dalam pelaksanaan penelitian.
(1)    Subjek Penelitian
Subjek dalam penelitian ini ialah siswa kelas IV SD Negeri Wangun Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya sebanyak 25 orang, yang terdiri dari 8 orang laki-laki dan 17 orang perempuan. Peneliti memilih subjek penelitian seperti di atas, didasari oleh pemikiran bahwa SD Negeri Wangun Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya orang tua siswanya bersifat heterogen, yang terdiri atas berbagai siswa; seperti pedagang, pegawai negeri, dan pengusaha. Selain siswa yang dijadikan subjek penelitian, termasuk guru kelas IV, dalam hal ini guru yang dijadikan subjek penelitian dan sekligus sebagai observer.
(2)    Definisi Operasional Variabel
1)    Pembelajaran IPS 
Pembelajaran IPS adalah merupakan salah satu sarana dalam mengakses segala permasalahan yang dikembangkan melalui standar kompetensi yang harus dicapai secara optimal, mulai dari materi yang mudah dan dialami dalam kehidupan sehari-hari menuju ke materi yang sukar. Belajar IPS yaitu ilmu pengetahuan sosial yang menyelidiki aspek sosio cultural kehidupan manusia.
2)    Media Gambar
Menurut Sadiman Arief S. (2003), Media gambar adalah suatu gambar yang berkaitan dengan materi pelajaran yang berfungsi untuk menyampaikan pesan dari guru kepada siswa. Media gambar ini dapat membantu siswa untuk mengungkapkan informasi yang terkandung dalam masalah sehingga hubungan antar komponen dalam masalah tersebut dapat terlihat dengan lebih jelas.
3)    Hasil Belajar Siswa 
Adapun yang dimakud hasil belajar menurut Zainal Arifin (1990 : 2) adalah : "Prestasi belajar berasal dari bahasa Belanda yaitu prestatie, kemudian berubah ke dalam bahasa Indonesia berarti prestasi yang berarti hasil usaha". Selanjutnya Abin Syamsudin (1981 : 44) mengemukakan prestasi belajar sebagai berikut : "Prestasi belajar adalah kecakapan yang atau aktual yang menunjukkan kepada aspek kecakapan yang segera dapat di demonstrasikan dan di uji karena merupakan hasil usahayang bersangkutan yang dijalankannya".
(3)    Variabel Penelitian
Variabel penelitian dalam PTK terdiri dari variabel input, variabel proses dan variabel output. Variabel-variabel tersebut dirumuskan sebagai berikut :
1)    Variabel input, penguasaan rancangan awal guru dalam penggunaan media gambar dalam pembelajaran IPS.
2)    Variabel proses, dalam penelitian tindakan guru melaksanakan pembelajaran IPS untuk meningkatkan hasil belajar siswa tentang aktivitas ekonomi.
3)    Variabel output, peningkatan penguasaan guru dalam penggunaan media gambar untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS tentang aktivitas ekonomi.
(4)    Fokus Tindakan
1)    Kinerja Guru
a)    Meningkatkan kemampuan guru membuat rencana pembelajaran IPS pada materi aktivits ekonomi dengan memanfaatkan media gambar.
b)    Meningkatkan kemampuan guru mengelola pembelajaran IPS dalam hal memfungsikan media gambar.
c)    Meningkatkan kemampuan guru mengelola pembelajaran terutama dalam hal meningkatkan hasil belajar siswa.
2)    Aktifitas dan Hasil Belajar Siswa
a)    Meningkatkan respon dan keberanian siswa untuk bertanya dalam pembelajaran IPS.
b)    Meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS dengan media gambar.


3)    Prosedur Penelitian
(1)    Kolaborasi PTK
Guna mencapai validasi objektif, PTK ini diselenggarakan secara kolaboratif sebagai berikut :
1)    Sunsun Suwandanandika, NIM. 0601562, sebagai pelaku tindakan.
2)    E. Junawati, NIP. 196001081979122002, sebagai observer.
3)    A. Sutio PY, S.Pd, NIP. 196103081982011003, Kepala SDN Wangun sebagai supervisor.
(2)    Orientasi dan Identifikasi Masalah
Orientasi dan identifikasi masalah merupakan tahap awal dalam kegiatan penelitian. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam tahap ini adalah sebagai berikut :
1)    Melakukan kegiatan orientasi dengan perhatian berfokus pada perencanaan pembelajaran IPS di Kelas IV SD Negeri Wangun
2)    Mengidentifikasi proses pelaksanaan pembelajaran IPS di Kelas IV SD Negeri Wangun.
(3)    Perencanaan Tindakan Penelitian
Kegiatannya terdiri dari : (1) membuat rencana pelaksanaan pembelajaran tentang penggunaan media gambar untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam materi Aktivitas ekonomi, (2) membuat media gambar dan alat bantu yang diperlukan dalam pembelajaran, (3) mengajak teman sejawat untuk berkolaborasi dalam melaksanakan penelitian dan pengamatan melalui pembelajaran, (4) membuat alat ukur untuk melaksanakan penelitian dan pengamatan terhadap rencana pembelajaran, (5) memfokuskan penelitian sesuai dengan rumusan masalah, dan (6) menentukan kriteria penilaian sesuai dengan alat ukur yang telah ditetapkan dan mengarah pada subjek penelitian, yaitu tentang kegiatan guru dan siswa dalam pembelajaran.
(4)    Pelakasanaan tindakan penelitian
Kegiatan terdiri atas : (1) Melaksanakan pembelajaran yang telah direncanakan yaitu tentang hasil siswa pada materi Aktivitas ekonomi melalui media gambar, (2) mengajar atau melaksanakan proses belajar mengajar sesuai dengan tujaun dan materi pembelajaran, dan (3) melaksanakan tes awal, dan tes akhir yang dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam memberikan tindakan dan dapat dikembangkan untuk menentukan langkah-langkah pelaksanaan tindakan selanjutnya.
4)    Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data selama pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas adalah sebagai berikut :
a.    Alat Ukur Rencana Pembelajaran
Alat ukur ini digunakan untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan rencana pembelajaran yang akan digunakan untuk menanggulangi permasalahan. Aspek yang dinilai meliputi : (1) Merumuskan standar kompetensi, (2) Merumuskan kompetensi dasar, (3) Menyusun indikator, (4) mengembangkan dan mengorganisasikan materi pelajaran, (5) menyusun langkah-langkah pembelajaran, (6) Menentukan media pembelajaran, dan (7) Menentukan jenis penilaian.
b.    Alat Ukur Proses Mengajar
Alat ukur ini digunakan untuk mengamati kelemahan dan kelebihan serta kesesuaian pelaksanaan proses mengajar yang dilaksanakan guru dengan rencana pembelajaran yang telah dibuat pada setiap siklus. Proses penelitian dan pengamatannya dilaksanakan pada waktu pembelajaran berlangsung sesuai dengan rencana untuk berkolaborasi antara teman sejawat yang bertugas sebagai pengajar dan dibantu oleh guru sebagai mitra peneliti.
c.    Alat Ukur Proses Belajar Siswa
Alat ukur ini digunakan untuk mengamati aktivitas siswa pada waktu proses belajar mengajar. Penelitian dan pengamatannya dilaksanakan pada waktu pembelajaran berlangsung, yaitu oleh teman sejawat yang bertugas mengajar dan dibantu oleh guru sebagai mitra peneliti.
d.    Aat Ukur Pemahaman Siswa tentang Aktivitas ekonomi
Alat ukur ini digunakan untuk mengamati pemahaman siswa tentang materi Aktivitas ekonomi pada kegiatan akhir pembelajaran, yaitu pelaksanaan tes akhir dalam tentang materi Aktivitas ekonomi dengan menggunakan media gambar.
5)    Teknik Analisis Data
Teknik pengolahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah bersifat analisis kualitatif. Prosesnya, antara lain : data yang diperoleh dikategorikan dan diklasifikasikan berdasarkan analisis yang nyata, logis dan mudah dipahami, sehingga dapat memberikan penjelasan dan makna terhadap hasil penelitiannya.
Data hasil penelitian dan pengamatan, selanjutnya diidentifikasi kelemahan dan kelebihannya serta dikonsultasikan kepada rekan kolaborasi. Hasilnya kemudian disusun menjadi kesimpulan-kesimpulan untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya dalam upaya mencapai hasil tindakan yang lebih baik dan memuaskan.
Hasil pelaksanaan tindakan dapat tergambar dari hasil belajar siswa tentang materi Aktivitas ekonomi pada setiap siklus. Hasil pembelajaran siswa dinilai sesuai dengan alat ukur yang telah direncanakan dan ditetapkan pada bagian evaluasi rencana pembelajaran. Kemudian dipersentasekan nilai rata-rata dengan skor nilai idealnya.
6)    Kriteria Keberhasilan
Tolak ukur keberhasilan tindakan perbaikan yang dilakukan guru melalui penggunaan media gambar untuk meningkatkan hasil belajar siswa adalah sebagai berikut :
a.    Bagi Guru
Guru mampu menunjukkan kinerja baik, jika :
1)    Sekurang-kurangnya 75% menunjukkan penguasaan dari sejumlah indikator yang telah ditetapkan untuk setiap aspek kinerja guru dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Aspek kinerja guru terdiri dari menetapkan kriteria dalam menerapkan metode diskusi.
2)    Sekurang-kurangnya 75% keberhasilan belajar siswa.


b.    Bagi Siswa
1)    Siswa mampu menunjukkan peningkatan aktivitas siswa dalam belajar, apabila sekurang-kurangnya 75% siswa berperan serta aktif dalam pembelajaran.
2)    Sekurang-kurangnya 75% keberhasilan belajar siswa yang dibuktikan dengan rata-rata hasil tes lebih besar atau sama dengan 75% 

b.    JADWAL PENELITIAN
Jadwal penelitian ini selama 6 bulan mulai dari bulan Desember 2009 – Mei 2010, dengan jadwal penelitian sebagai berikut :
Tabel 1.1
Jadwal Penelitian


DAFTAR PUSTAKA

Abdul, Azis, Wahab. (2007). Metode dan Model-model Mengajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Bandung : Alfabeta.

Arikunto, Suharsimi. (1998). Metodologi Penelitian. Jakarta : Rineka Cipta.
Bachtiar H, (2003). Perencanaan Pengajaran Bidang Studi. Jakarta : Pustaka Ramadhan.

Cholid, Nurboko, Abu Achmadi. (2005). Metodologi Penelitian. Jakarta : Bumi Aksara.

Depdiknas (2006). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Kelas IV SD/MI. Tasikmalaya : Dinas Pendidikan Nasional.

------ (2006). Standar Kompetensi Kelas IV SD/MI. Tasikmalaya : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Kasbolah K (1999). Penelitian Tindakan Kelas. Malang : Depdikbud Proyek PGSD.
Kosasih, Djahiri, Fatimah Ma’mun. (1987/1979). Pengajaran Studi Sosial IPS. Bandung : LPP-IPS-FKIS IKIP Bandung.

Ikah Atikah. (2004). Pandai Belajar Pengetahuan Sosial untuk SD Kelas 3. Bandung: CV. Regina.

Narsidi, Sumaatmadja. (1980). Metodologi Pengajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Bandung : Penerbit Alumni.

Nasution, S. (1986). Didaktik Dan Azas-Azas Mengajarkan. Bandung : CV Jemmars.

------. (1995). Pengembangan Kurikulum. Bandung : Citra Adhitya Bhakti.

Pupuh, Fathurrohman. (2007). Strategi Belajar Mengajar. Bandung : Aditama.

Surachman, Winarno. (1990). Pengantar Interaksi Belajar Mengajar dasar Teknik Serta Metodologi Pengajaran. Bandung : Tarsito.

Suro Subroto (2002). Proses Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta.

Soedijarto, (1997). Menuju Pendidikan Yang Relevan dan Bermutu. Jakarta : Balai Pustaka.
Soemanto, Wasty. 1995. Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum. Jakarta : Bumi Aksara.

Syah, Muhibin. (1995). Psikologi Pendidikan Suatu Pendekatan, Jakarta : Remaja Rosdakarya.

Syaiful Sagala. (2007). Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung : Alfabeta.

Winkel W.S. (1996). Psikologi Pengajaran. Jakarta: Grasindo.

0 Responses to “CONTOH PROPOSAL PTK INTENSIFIKASI PEMBELAJARAN IPS DENGAN MEMANFAATKAN MEDIA GAMBAR AKTIVITAS EKONOMI SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI SEKOLAH DASAR ”

Post a Comment