TEKNOLOGI DALAM PENDIDIKAN NASIONAL

TEKNOLOGI DALAM PENDIDIKAN NASIONAL

Perkembangan teknologi mempengaruhi pola pikir masyarakat karena dengan perkembangan teknologi manusia semakin dipermudah atas pekerjaan-pekerjaanya. Di sisi lain perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan juga mempermudah  para pendidik untuk mencapai tujuan pembelajaran karena teknologi adalah alat unutuk mempercepat dan mempermudah kerja manusia. Namun dalam pengaplikasian teknologi pembelajaran perlu pemilah dan pemilihan media teknologi yang sesuai dengan keadaan peserta didik, lingkungan, kondisi dan materi agar media teknologi bisa digunakan secara efektif, efisien serta tepat guna dalam mencapai  tujuan pembelajaran secara maksimal.
Di era globalisasi menuntut  manusia untuk bisa mengakses informasi secara mendunia dengan media teknologi informasi (internet). Bagi masyarakat yang belum bisa menggunakan teknologi maka di anggap ketinggalan jaman, tetapi memang masyarakat akan sangat terbatu dalam kehidupanya ketika bisa memanfaatkanya dengan baik. Untuk itu dibutuhkan sebuah proses pendidikan dan pengaplikasian teknologi dalam pembelajaran agar peserta didik mengetahui dan bisa memilah dan memilih teknologi secara maksimal dalam hidup.
Kondisi  Teknologi Pembelajaran (TEP) sudah berkembang secara pesat , sampai pada penerapan teknologi informasi dalam pembelajaran seperti internet, radio, televisi dan sebagainya. Namun dalam perkembangan teknologi secara Nasional tidak seimbang dengan kemampuan para pendidik untuk memilah dan memilih teknologi pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan peserta didik dan tujuan pembaelajaran. Meskipun kurikulum pendidikan kita sudah menerapkan KTSP yang mewajibkan para pengajar untuk membuat RPP, namun secara praktek dilapangan sangat sulit untuk dipenuhi.
Apalagi dalam kondisi masyarakat yang secara mayoritas masih minim melek teknologi, terbukti dari beberapa guru yang belum mampu mengoprasionalkan computer/latop atau yang lebih jauh lagi unutk mengakses internet sebagai media pembelajaran. Kondisi ini khususnya di alami oleh lembaga-lembaga pendidikan yang berada di Daerah. Berbeda  dengan lembaga pendidikan yang berada di pusat kota-kota yang secara cepat menerima akses informasi dan sebagai sasaran perkembangan teknologi pertama. 
Definisi AECT mulai tahun 1963-1994 mengalami perubahan sampai tujuh kali dan definisi terakhir “ Teknologi Pembelajaran adalah teori dan praktek dalam desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, serta evaluasi tentang proses dan sumber untuk belajar.”
Meski dirumuskan dalam kalimat yang lebih sederhana, definisi ini sesungguhnya mengandung makna yang dalam. Definisi ini berupaya semakin memperkokoh teknologi pembelajaran sebagai suatu bidang dan profesi, yang tentunya perlu didukung oleh landasan teori dan praktek yang kokoh. Definisi ini juga berusaha menyempurnakan wilayah atau kawasan bidang kegiatan dari teknologi pembelajaran. Di samping itu, definisi ini berusaha menekankan pentingnya proses dan produk.
Jika kita amati isi kandungan definisi-definisi teknologi pembelajaran di atas, tampaknya dari waktu ke waktu teknologi pemebelajaran mengalami proses “metamorfosa” menuju penyempurnaan. Yang semula hanya dipandang sebagai alat ke sistem yang lebih luas, dari hanya berorientasi pada praktek menuju ke teori dan praktek, dari produk menuju ke proses dan produk, dan akhirnya melalui perjalanan evolusionernya saat ini teknologi pembelajaran telah menjadi sebuah bidang dan profesi.
Sejalan dengan perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang demikian pesat, khususnya dalam bidang pendidikan, psikologi dan komunikasi maka tidak mustahil ke depannya teknologi pembelajaran akan semakin terus berkembang dan memperkokoh diri menjadi suatu disiplin ilmu dan profesi yang dapat lebih jauh memberikan manfaat bagi pencapaian efektivitas dan efisiensi pembelajaran.
Kendati demikian, harus diakui bahwa perkembangan bidang dan profesi teknologi pembelajaran di Indonesia hingga saat ini masih boleh dikatakan belum optimal, baik dalam hal design, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, maupun evaluasinya. Kiranya masih dibutuhkan usaha perjuangan yang sungguh-sungguh dari semua pihak yang terkait dengan teknologi pembelajaran, baik dari kalangan akademisi, peneliti maupun praktisi.

0 Responses to “TEKNOLOGI DALAM PENDIDIKAN NASIONAL”

Post a Comment