PANDUAN CARA MENYUSUN DAFTAR PUSTAKA YANG BAIK DAN BENAR

DAFTAR PUSTAKA
Unsur pelengkap dalam membuat suatu karya ilmiah seperti makalah, laporan dan semua jenis karya ilmiah membutuhkan referensi yang jelas, kebanyakan dosen atau pengajar menolak tugas dari mahasiswa atau anak didiknya kerena persoalan daftar pustaka yang tidak jelas, tentunya ini sangat membuat mahasiswa kesal, olehnya itu penulis mencoba menulis informasi seputar daftar pustaka. Belajar dari pengalaman ketika membuat tugas di kampus kebanyakan dosen menolak tugas saya dari sinilah awal saya belajar untuk membuat suatu tulisan yang sekiranya dapat membantu anda dalam menyelesaikan tugas-tugas anda.

 Selain itu tulisan ini juga memuat tentang cara menulis daftar pustaka yang baik dan benar. Daftar pustaka termasuk bagian pelengkap penutup yang harus ada pada setiap karya ilmiah. Daftar tersebut memuat keterangan tentang sumber – sumber pengambilan bahan informasi yang dikembangkan dalam karya ilmiah yang berasal dari buku - buku dan sumber penerbitan lain. Sumber informasi yang dimasukkan dalam daftar pustaka hanya yang disebut dalam kutipan, baik dalam kutipan langsung maupun dalam kutipan tak langsung. Daftar pustaka ditempatkan sesudah bab terakhir sebuah karya ilmiah dan diberi judul DAFTAR PUSTAKA.

Melalui daftar pustaka tersebut, para pembaca dapat memperoleh gambaran yang menyeluruh tentang keluasan pembacaan penulis karya ilmiah yang mendukung pengembangan gagasannya. Pembaca juga dapat menelusuri sumber – sumber informasi sebagai pustaka acuan yang dicantumkan dalam daftar pustaka, menilai kadar relevansinya dengan pembahasan yang dikemukakan penulis karya ilmiah yang bersangkutan. Di samping itu, daftar pustaka dapat juga menjadi petunjuk bagi pembaca yang berminat mendalami masalah tertentu yang dibahas atau disinggung oleh penulis karya ilmiah. Daftar pustaka mempunyai sejumlah aturan yang perlu diperhatikan dalam penyusunannya sesuai dengan kelaziman yang berlaku dalam penyusunan karya ilmiah.

Aturan Penyusunan Daftar Pustaka
Sumber – sumber pengambilan informasi yang dicantumkan sebagai pustaka acuan dibedakan penyajiannya berdasarkan asalnya, yaitu dari buku, artikel dalam majalah, artikel dalam surat kabar, dan dari internet. Keempat jenis penerbitan/sumber tersebut perlu diperhatikan dalam penyusunan daftar pustaka karena mempunyai aturan yang berbeda. Aturan – aturan yang dimaksud akan dirinci pada butir – butir berikut.

Buku sebagai pustaka acuan
Penyajian sumber informasi yang berasal dari buku sebagai pustaka acuan dilakukan dengan cara menyebut secara berurutan 1) nama penulis, 2) tahun terbit, 3) judul buku, 4) tempat terbit, dan 5) nama penerbit. Jika nama penulis tidak tercantum pada buku tersebut, nama lembaga yang menerbitkan buku itu atau judul buku dapat dicantumkan sebagai pengganti nama penulis. Setiap unsur yang terdapat dalam pustaka acuan diberi batas dengan tanda titik, kecuali antara tempat terbit dan tahun terbit diberi batas dengan tanda titik dua. Nama penulis termasuk nama editor dibalik susunannya, yaitu nama keluarga/marga atau nama akhir disebutkan lebih dahulu.

Pustaka acuan dengan seorang penulis
Buku yang ditulis seseorang dicantumkan namanya secara lengkap sebagai unsur pertama, kemudian menyusul unsur – unsur yang lain. Nama keluarga/marga disebutkan lebih dahulu, kemudian menyusul nama awalnya atau nama sebenarnya sesuai dengan nama yang tercantum pada buku tersebut. Jika penulis berasal dari etnik/bangsa tertentu yang mencantumkan nama keluarga/marga lebih dahulu, nama penulis tersebut tidak dibalik susunannya, seperti nama penulis Cina.

Contoh penyusunan pustaka acuan dengan seorang penulis:
Hasibuan, Malayu S.P. 1987. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Siagian, Sondang P. 2006. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT Bumi Aksara.
ustaka acuan dengan dua orang penulis
Pustaka acuan yang ditulis oleh dua orang penulis harus dicantumkan secara lengkap pada daftar pustaka. Nama penulis pertama saja yang dibalik susunannya, sedangkan nama penulis yang kedua ditulis sesuai dengan yang tercantum pada pustaka acuan. Penyajiannya dapat dilihat pada contoh berikut.

Sugiarto, Agus dan Teguh. Wahyono. 2005.Manajemen Kearsipan Modern (Dari Konvensional ke Basis Komputer). Yogyakarta: Gaya Media

Atmosudirjo, Prajudi S. dan Teguh Wahyono. 2002. Kesekretariatan dan Administrasi Perkantoran Modern. Jakarta: Bina Rupa Aksara.

Pustaka acuan dengan tiga orang penulis atau lebih
Sebuah buku kadang – kadang ditulis oleh tiga orang atau lebih. Terhadap pustaka acuan yang demikian, berlaku aturan bahwa penulis yang pertama saja yang dicantumkan namanya secara lengkap, sedangkan penulis yang lain diganti dengan singkatan dkk. (dan kawan – kawan) atau et al. (et all).

Penyajiannya dapat dilihat pada contoh berikut.
Amsyah, Zulkifli dkk. 2003. Manajemen Kearsipan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Bartos, Basir dkk. 2003. Manajemen Kearsipan. Jakarta: Bumi Aksara.

Pustaka acuan terjemahan
Pustaka acuan yang diterjemahkan dari bahasa asing ke bahasa Indonesia tetap mengikuti aturan yang disebutkan pada penjelasan di atas dengan catatan bahwa nama penerjemah dicantumkan sesudah judul buku. Unsur penerjemah dinyatakan dengan kata – kata dialihbahasakan oleh ….

Penyajiannya dapat dilihat pada contoh berikut.
Love, Gerge. 1986. Teori dan Praktek Kerja Logam. Dialihbahasakan oleh Harun A. R. Jakarta: Erlangga.

Timoshenko, S.P. dan J. N. Goodier. 1986. Teori Elasitasi. Dialihbahasakan oleh Darwin Sebayang. Jakarta: Erlangga.

Artikel dalam jurnal ilmiah sebagai pustaka acuan

Tulisan – tulisan berupa artikel sebagai pustaka acuan yang terdapat dalam jurnal ilmiah disajikan pada daftar pustaka dengan beberapa aturan tersendiri. Unsur – unsurnya disajikan dalam urutan 1) penulis, 2) tahun terbit, 3) judul artikel yang ditempatkan di antara tanda kutip (dicetak tegak), 4) nama jurnal (dicetak miring) diikuti tanda koma, 5) tahun penerbitan/volume yang keberapa, 6) nomor edisi yang keberapa yang ditempatkan di dalam kurung dan diikuti tanda titik dua, dan 7) nomor halaman (mulai halaman berapa sampai dengan halaman berapa tempat artikel dimuat). Penyajiannya dapat dilihat pada contoh berikut.

Anshar, Muhammad. 2000. “Rancang Bangun Alat Pengering
Gabah”. Dalam Intek, 10 (2): 20 – 25.

Artikel dalam majalah sebagai pustaka acuan
Tulisan – tulisan berupa artikel sebagai pustaka acuan yang terdapat dalam majalah disajikan pada daftar pustaka dengan beberapa aturan khusus. Unsur –unsurnya disajikan dalam urutan 1) penulis, 2) tahun terbit, 3) judul artikel yang ditempatkan di antara tanda kutip, 4) nama majalah (dicetak miring dan diikuti tanda koma), 5) tahun penerbitan yang keberapa, 6) nomor edisi yang keberapa ditempatkan di dalam kurung dan diikuti tanda titik dua, 7) nomor halaman (mulai halaman berapa sampai dengan halaman berapa tempat artikel di-muat, dan 8) tempat terbit. Penyajiannya dapat dilihat pada contoh berikut.

Pedju, Ary Mochtar. 1993. “Pengelolaan Pembangunan Proyek Konstruksi Berskala Besar”. Dalam Konstruksi,XVIII (3): 61—120. Jakarta.

Artikel dalam surat kabar sebagai pustaka acuan
Tulisan – tulisan berupa artikel sebagai pustaka acuan yang terdapat dalam surat kabar disajikan pada daftar pustaka dengan beberapa aturan khusus. Unsur –unsurnya disajikan dalam urutan 1) penulis, 2) tahun terbit, 3) judul artikel yang ditempatkan di antara tanda kutip (dicetak tegak), 4) nama surat kabar (dicetak miring) diikuti tanda koma, dan 5) tanggal, bulan dan tahun terbit, 6) tempat terbit. Penyajiannya dapat dilihat pada contoh berikut.
Tabah, Anton. 1990. “Peranan Polwan dalam Penegakan Hukum”.
Dalam Suara Pembaharuan, 1 September 1990. Jakarta.
Informasi dari internet sebagi pustaka acuan

Rujukan dari Artikel dalam Jurnal dari CD-ROM

Penulisan rujukan dari artikel dalam jurnal dari CD – ROM sama dengan artikel dalam jurnal ditambah dengan penyebutan CD-ROM-nya yang ditempatkan dalam kurung.
Contoh:
Krasen, S. dkk. 1979. Age, Rate, and Eventual Attainment in Second Language Acquistion.Tesol Quarterly, 13: 57 – 82 (CD- ROM: Tesol Quarterly-Digital, 1977).

Rujukan dari internet berupa karya individual
Nama penulis ditulis seperti acuan/rujukan dari bahan cetak, diikuti secara berturut – turut oleh tahun, judul karya tersebut (dicetak miring) dengan diberi keterangan dalam kurung (Online), dan diakhiri dengan alamat sumber rujukan tersebut disertai dengan keterangan kapan diakses, di antara tanda kurung.
Contoh:
Hitchcock, S. dkk. 1996. A Survey of STM Online Journals, 1990 – 95: The Calm before the Storm, (Online), (http://journal.Ecs.Soton.ac.uk/survey.html, diakses 12 Juni 1996).

Rujukan dari internet berupa artikel dari jurnal
Nama penulis ditulis seperti acuan/rujukan dari bahan cetak, diikuti secara berturut – turut oleh tahun, judul artikel, nama jurnal (dicetak miring) dengan diberi keterangan dalam kurung (Online), volume, nomor, dan diakhiri dengan alamat sumber rujukan tersebut disertai dengan keterangan kapan diakses, di antara tanda kurung.
Contoh:
Kumaidi. 1998. “Pengukuran Bekal Awal Belajar dan Pengembangannya”. Jurnal Ilmu Pendidikan, (Online), Jilid 5, No. 4 (http: //www. malang. ac.id, diakses 20 Januari 2000).

Rujukan dari artikel berupa bahan diskusi
Nama penulis ditulis seperti acuan/rujukan dari bahan cetak, diikuti secara berturut – turut oleh tanggal, bulan, tahun, topik bahan diskusi, nama bahan diskusi (dicetak miring) dengan diberi keterangan dalam kurung (Online), dan diakhiri dengan alamat e-mail sumber rujukan tersebut disertai dengan keterangan kapan diakses, di antara tanda kurung.

Contoh:
Wilson, D. 20 November 1995. Summary of Citing Internet Site.
NETTRAIN Discussion List., (Online), (NETTRAIN@ubvm.cc. buffalo.edu., diakses 22 November 1995).

Rujukan dari internet berupa e-mail pribadi

Nama pengirim (jika ada) disertai keterangan dalam kurung (alamat e-mail pengirim), diikuti secara berturut – turut oleh tangal, bulan, tahun, topik isi bahan (dicetak miring), nama yang dikirimi disertai keterangan dalam kurung (alamat e-mail yang dikirimi).

Contoh:
Naga, Dali S. (ikip-jkt@indo.net.id). 1 Oktober 1997. Artikel untuk JIP. E-mail kepada Ali Saukah(jippsi@mlg.ywen.or.id).
Pengurutan Pustaka Acuan dalam Daftar Pustaka
Pustaka acuan yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah ditempatkan pada daftar pustaka secara berurutan berdasarkan huruf awal penulisnya (secara alfabetis). Jika huruf pertama sama, maka nama penulis diurut dengan melihat huruf kedua, dan seterusnya. Nama penulis yang sama dari pustaka acuan yang berbeda ditulis sekali saja, sedangkan yang berikutnya ditandai dengan garis mendatar sepanjang nama keluarga/marga penulis tersebut. Jika pustaka acuan tersebut mengambil tempat lebih dari satu baris, baris kedua dan seterusnya ditempatkan masuk ke dalam pada jarak lima ketukan dari batas tulisan sebelah kiri (margin kiri). Pengurutan pustaka acuan pada daftar pustaka dapat dilihat pada contoh berikut.

Contoh :
DAFTAR PUSTAKA

Alwasilah, Khaedar. 1998. Pengantar Linguistik. Jilid 2. Jakarta: Balai Pustaka.
Anwar M. 2005. “Rancang Bangun Mesin Pengangkat Jaring”. Dalam Intek, XIII (2): 25 – 30.

Biro Pusat Statistik. 1963. Statistical Pocketbook of Indonesia. Jakarta.

Effendi, S. (Ed.). 1978a. Pedoman Penilaian Hasil Penelitian. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

----------. 1978b. Pedoman Penulisan Laporan Penelitian. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Fakultas Sastra Universitas Indonesia. 1988. Petunjuk Penyusunan Sripsi Sarjana Sastra. Jakarta.

Foster, D.W. 1974. Dasar-Dasar Marketing. Jakarta: Erlangga.

Kartodirdjo, Sartono. 1977. “Metode Penggunaan Bahan Dokumen”. Dalam Koentjaraningrat (Ed.). 1980.Metode-Metode Penelitian Masyarakat. Hlm. 67 – 92. Jakarta: Gramedia.

Schimmel, Annemarie. 1986. Dimensi Mistik dalam Islam. Ditejemahkan Oleh Sapardi Djoko Damono dkk. Jakarta: Pustaka Firdaus.

Schimmel, Annemarie. 1986. Dimensi Mistik dalam Islam. Ditejemahkan Oleh Sapardi Djoko Damono dkk. Dari Mystical Dimention of Islam. 1975. Jakarta: Pustaka Firdaus.

Sudjiman, Panutti dan Dendy Sugono. 1988. Petunjuk Penulisan Karya Ilmiah. Jakarta: Kelompok 24 Pengajar Bahasa Indonesia.

Suprapto, Riga Adiwoso. 1989. “Perubahan Sosial dan Perkembangan Bahasa”. Dalam Prisma, XVIII (1): 61 – 120. Jakarta.

Swasono, Sri Edi. 1984. Cara Menulis Daftar Pustaka dan Catatan Kaki: untuk Karangan dan Terbitan Ilmiah.Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia.

Tabah, Anton. 1989. “Polwan semakin Efektif dalam Penegakan Hukum”. Dalam Suara Pembaharuan, 1 September 1989. Jakarta.
semoga dapat bermanfaat bagi anda..!!

2 Responses to “PANDUAN CARA MENYUSUN DAFTAR PUSTAKA YANG BAIK DAN BENAR”

Nabila Adilah :

Saya tertarik dengan tulisan anda menganai jurnal. Saya juga mempunyai berbagai kumpulan jurnal yang bisa anda kunjungi di Publikasi Sastra

July 2, 2015 at 10:20 PM

eko saputra :

Tiket Pesawat Murah Online, dapatkan segera di SELL TIKET Klik disini:
selltiket.com
Booking di SELLTIKET.COM aja!!!
CEPAT,….TEPAT,….DAN HARGA Di Jamin Murah!!!

Ingin usaha menjadi agen tiket pesawat??
Yang memiliki potensi penghasilan tanpa batas.
Bergabung segera di agen.selltiket.com

INFO LEBIH LANJUT HUBUNGI :
No handphone : 085363402103
PIN : D364EDCB

October 4, 2016 at 11:38 PM

Post a Comment