Makalah SIKAP POSITIF BERBAHASA INDONESIA

Makalah SIKAP POSITIF BERBAHASA INDONESIA

BAB I
PENDAHULUAN

1. A.   LATAR BELAKANG MASALAH 

Di era globalisasi seperti sekarang ini, penggunaan bahasa Indonesia  semakin lama semakin berkurang. Hal ini disebabkan karena adanya pengaruh bahasa asing yang masuk di Indonesia. Selain itu, adanya bahasa-bahasa baru yang sering kita sebut dengan bahasa “GAUL”  mulai bermunculan dikalangan remaja pada umumnya. Hal ini dapat memberikan dampak yang negative terhadap perkembangan bahasa Indonesia.
telah kita ketahui bahwasannya ada 3 bahasa yang sering digunakan di Indonesia, yaitu bahasa Indonesia, bahasa daerah dan bahasa asing. Ke-3 bahasa ini memiliki peran yang sangat besar dalam kemajuan bahasa di Indonesia. Namun, banyak kita temukan penggunaan bahasa yang tidak pada tempatnya. Misalnya yang seharusnya kita menggunakan bahasa Indonesia tetapi justru  bahasa daerah yang digunakan dalam forum-forum tertentu. Oleh sebab itu kami membahas “sikap positif berbahasa Indonesia” agar pemakaian bahasa Indonesia dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

B.  RUMUSAN MASALAH

            Hal-hal yang akan kita bahas adalah:
Apa sajakah ragam bahasa di Indonesia?
Bagaimanakah kedudukan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari?
Bagaimanakah cara  bersikap positif  terhadap bahasa Indonesia?




BAB II
PEMBAHASAN

1. A.   POLITIK BAHASA NASIONAL 

Politik bahasa nasional merupakan suatu kebijakan yang digunakan sebagai dasar pengelolaan segala masalah kebahasaan yang berisi perencanaan, pengarahan dan ketentuan yang telah disepakati. Salah satu kebijakan yang menjadi pedoman bangsa Indonesia hingga saat ini adalah hasil Seminar Politik Bahasa Nasional yang diselenggarakan pada tahun 1975 di Jakarta.
Tetapi untuk saat ini kebijakan tersebut perlu ditinjau kembali sesuai dengan tuntutan perubahan dalam kehidupan Negara Indonesia dan tuntutan perubahan dunia internasional sebagai akibat kemajuan dan perkembangan teknologi informasi dan globalisasi yang semakin modern.
1. B.     RAGAM  BAHASA  DI  INDONESIA 
1. BAHASA INDONESIA
Bahasa Indonesia merupakan bahasa nasional Negara Indonesia yang berasal dari bahasa melayu, yang kemudian dikembangkan sebagai bahasa nasional Negara Indonesia. Kedudukan bahasa Indonesia adalah sebagai bahasa persatuan dan bahasa nasional.
Didalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, fungsi bahasa Indonesia adalah sebagai berikut:
Lambang kebanggaan nasional
Sebagai alat pemersatu antarbudaya dan antardaerah
Lambang identitas nasional
Selain kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia juga berkedudukan sebagai bahasa Negara Sesuai dengan ketentuan dalam UUD 1945, bab XV, pasal 36 yang berbunyi “bahasa Negara ialah bahasa Indonesia”.


       2. BAHASA DAERAH
Bahasa daerah merupakan bahasa yang dipakai dalam suatu kelompok tertentu sebagai salah satu alat penghubung  antarwarga masyarakat yg berada dalam suatu daerah/suku yang sama. Bahasa daerah berfungsi sebagai:
Lambang identitas daerah
Sarana pendukung budaya daerah
Alat perhubungan antarwarga dalam suatu kelompok/daerah  tertentu

      3. BAHASA ASING
            Bahasa asing  adalah  bahasa yang digunakan di Indonesia selain bahasa Indonesia dan bahasa daerah, yang  biasanya  digunakan beberapa kelompok atau etnis tertentu dari Negara lain yang tinggal di Indonesia.  Bahasa asing berfungsi sebagai:
Alat perhubungan antar bangsa
Sarana pemanfaatan ilmu pengetahuan untuk pembangunan nasional

1. C.   KEDUDUKAN BAHASA INDONESIA
Bahasa Indonesia merupakan  bahasa yang terpenting diantara ke-3 bahasa yang telah disebutkan. Pentingnya bahasa Indonesia juga didasarkan  atas  ikrar ke-3 dari  sumpah pemuda  pada tanggal 28 oktober 1928 yang berbunyi  “kami poetra poetri Indonesia mendjoenjoeng tinggi bahasa persatoean, bahasa Indonesia”, dan pada UUD 1945 yang menyatakan bahwa  “bahasa Negara ialah bahasa Indnesia”.
Penting tidaknya suatu bahasa  dapat didasari pada patokan-patokan berikut:
1. Jumlah penuturnya
Bila dilihat dari jumlah penuturnya, mungkin penutur bahasa Indonesia tidak sebanyak penutur bahasa jawa,sunda atau bahasa daerah lain. Namun  dapat di pastikan lambat laun jumlah penutur bahasa Indonesia akan bertambah.
factor yang mempengaruhi jumlah pertambahan penutur bahasa Indonesia adalah sebagai berikut:
Adanya perpindahan penduduk dari desa ke kota, apalagi bila mereka menetap dikota, maka secara tidak langsung mereka akan menggunakan bahasa Indonesia sebagai alat penghantar kehidupannya

Perkawinan antarsuku , yang selalu mendorong para orang tua untuk selalu berbahasa Indonesia. Hal ini biasanya karna adanya perbedaan antarbahasa daerah masing-masing.


1. Luas penyebarannya 
Biasanya golongan warga Negara yang berketurunan asing tidak lagi merasa perlu untuk menggunakan bahasa daerahnya, sehingga kemungkinan besar anak-anak mereka akan  dididik dengan menggunakan bahasa Indonesia.
2. Peranannya sebagai sumber ilmu, sastra dan lain-lain

Dari uraian diatas kita dapat menyimpulkan  betapa pentingnya bahasa Indonesia bagi kita. Harus dipahami bahwasannya  bukan karna mutunya sebagai  bahasa,  bukan karnabagus atau tidaknya kosakatanya, atau keluwesan dari tatanan kalimatnya, melainkan peranannya sebagai alat pemersatu dari sekian banyak bahasa yang ada di Indonesia.


1. D.   SIKAP POSITIF BERBAHASA INDONESIA
sikap positif  berbahasa Indonesia adalah sikap berbahasa Indonesia  yang diwujudkan dengan kesetiaan berbahasa dan kebanggaan berbahasa.
1. A.     SETIA BERBAHASA INDONESIA
Setia berbahasa indonesia adalah suatu sikap positif bebrahasa yang tetap berpegang teguh untuk memelihara, menjaga, dan menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar, serta berusaha membina dan mengembangkan bahasa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan global  serta mencegah adanya pengaruh asing.
Contoh:
Kita memasak menggunakan ricecooker
Kita menulis menggunakan computer
Kita berpergian menggunakan scooter
Kita tidur dengan menggunakan bedcover
Kita nonton pertunjukan di gedung theater
Penggunaan bahasa Indonesia yang demikian sebaiknya dihindari dengan cara mencari padanan kata dalam bahasa Indonesia. Hal ini mengingat bunyi UU pasal 36  no. 24 tahun 2009  yang berbunyi “Bahasa Indonesia wajib digunakan sebagai nama geogrfi di Indonesia, nama bangunan atau gedung, nama jalan, apartemen atau permukiman, perkantoran, kompleks perdagangan, merek dagang, lembaga usaha, lembaga pendidikan, dan organisasi yang didirikan atau dimiliki oleh warga negara Indonesia atau badan hukum Indonesia”.

1. B.     BANGGA BERBAHASA INDONESIA

Bangga berbahasa Indonesia adalah bentuk  sikap positif berbahasa yang menganggap bahwa tiada cela berbahasa Indonesia,  merasa berbesar hati dan gagah dengan lebih mengutamakan bahasa Indonesia daripada bahasa lainnya, menjunjung bahasa persatuan ialah bahasa Indonesia, dan menggunakan bahasa Indonesia penuh kebangaan dan kesadaran sebagai jatidiri bangsa Indonesia yang merdeka, bersatu, dan berdaulat.
Contoh:
Welcome artinya  Selamat datang
Exit artinya Keluar
Penggunaan bahasa yang demikian sebaiknya dihindari dengan cara mencari padanan kata  dalam bahasa Indonesia. Hal ini mengingat UU pasal 28 no. 24 tahun 2009  yang berbunyi “Bahasa Indonesia wajib digunakan dalam pidato resmi Presiden, Wakil Presiden, dan pejabat negera yang lain yang disampaikan di dalam atau di luar negeri”

1. C.    FAKTA KEBAHASAAN DI INDONESIA

Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwasannya di Indonesia terdapat 3 macam bahasa, yaitu bahasa Indonesia, bahasa dearah dan bahasa asing. Bagaimanakah ketiga bahasa tersebut harus diperankan?
Bahasa Indonesia harus diutamakan, dimartabatkan, dijunjung tin ggi dan menjadi tuan di negeri sendiri.
Bahasa daerah harus dilestarikan, dijaga, dilindungi dari kepunahan dan difungsikan sebagai pilar kebudayaan social.
Bahasa asing dipergunakan sebagai bahasa pergaulan dunia atau percaturan internasional.
1. D.    SADAR KAIDAH BAHASA INDONESIA

      Sadar kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar, terutama patuh menggunakan kaidah bahasa Indonesia untuk ragam tulis dan baku, tidak sebarangan mengguna¬kan bahasa Indonesia, dan dapat mengangkat harga diri sebagai bangsa yang beradab dan bermartabat, seperti terukir dalam ungkapan berikut.
“Bahasa Cermin Bangsa”
“Bahasa Jatidiri Bangsa”
“Bahasa Menunjukkan Bangsa”
Contoh:
Selamat Dirgahayu HUT RI ke-65 tahun.
Seharusnya: Dirgahayu Republik Indonesia.
Atau: Selamat Hari Ulang Tahun Republik Indonesia.
Kita akan segera tinggal landas.
Seharusnya: Kita akan segara lepas landas.
Bukankah ada ungkapan: tinggal kelas yang artinya tidak naik ke kelas   berikutnya.
Ayolah kita segara mengejar ketertingalan.
Seharusnya: Ayolah kita segara mengejar kemajuan.
Untuk menyingkat waktu rapat segara dimulai.
Seharusnya: Untuk memanfaatkan waktu rapat segera dimulai.
Atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.
Seharusnya: Atas perhatian Bapak/Ibu/Saudara, saya mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya.
Ingatlah akan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 yang berbunyi “Bahasa Indonesia   wajib digunakan dalam rambu umum, petunjuk jalan, fasilitas umum, spanduk, dan alat informasi lain yang merupakan pelayanan umum (Pasal 38 UU No. 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, Serta Lagu Kebangsaan).



BAB III
PENUTUP

1. A.  KESIMPULAN
Dari uraian di atas, dapat kita ketahui bahwasannya ada 3 bahasa yang di gunakan di Indonesia, diantaranya bahasa Indonesia, bahasa daerah dan bahasa asing. Masing-masing bahasa memiliki kedudukan yang berbeda-beda yang harus di pergunakan sebagaimana mestinya yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Meskipun bahasa daerah harus tetap dilestarikan, dan bahasa asing harus tetap digunakan sebagai bentuk bahasa internasional, namun sebagai warga Negara yang baik hendaklah kita dapat menggunakan dan menjunjung tinggi bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, dengan menggunakannya sesuai kaedah-kaedah yang telah ditentukan.

0 Responses to “Makalah SIKAP POSITIF BERBAHASA INDONESIA”

Post a Comment