Makalah Analisis laporan keuangan

A. Analisis laporan keuangan
1. Pengertian Analisis Laporan Keuangan

            Analisis laporan keuangan merupakan penelaahan terhadap hubungan – hubungan dan kecenderungan terhadap laporan keuangan untuk menilai apakah posisi, keuangan, hasil opersi, dan perkembangan perusahaan itu memuaskan atau tidak.

Menurut S. Munawir (2000: 31) mengemukakan bahwa analisis laporan keuangan adalah sebagai berikut :

Data keuangan akan lebih berarti bagi pihak – pihak yang Berkepetingan apabila data tersebut diperbandingkan untuk dua Periode atau lebih dan dianalisa lebih lanjut sehingga dapat

Mendukung keputusan yang akan diambil.

Sedangkan menurut Bambang Riyanto (2003: 327) mengemukakan bahwa analisis laporan keuangan adalah sebagai berikut :

Dengan menghubungkan elemen – elemen dari  berbagai aktiva satu dengan yang lainnya, elemen – elemen dari berbagai pasiva satu dengan lainnya serta menghubungkan elemen – elemen dari aktiva dan pasiva dalam neraca pada suatu saat tertentu akan dapat

diperoleh banyak gambaran mengenai posisi atau keadaan finansial Suatu  perusahaan.

            Dari pertanyaan diatas, dapat dikemukakan bahwa analisis laporan keuangan adalah memperbandingkan elemen – elemen yang terdapat dalam laporan keuangan untuk di analisis dalam dua periode atau lebih, sehingga akan dapat diketahui keadaan finansial suatu perusahaan.

2. Tujuan Analisis Laporan Keuangan

            Laporan keuangan merupakan alat yang sangat penting untuk memperoleh informasi sehubungan dengan posisi keuangan dan hasil – hasil yang telah dicapai oleh perusahaan yang bersangkutan. Data keuangan tersebut akan lebih berarti bagi pihak – pihak yang berkepentingan apabila data tersebut diperbandingkan untuk dua periode atau lebih, dianalisis lebih lanjut sehingga dapat diperoleh data yang akan dapat mendukung keputusan yang akan diambil.

            Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) dalam standar akuntansi keuangan (2002: 4) menyatakan bahwa tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyngakut posisi keuangan, kinerja ,serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.

            S Munawir (2000: 6) menyatakan bahwa tujuan laporan keuangan adalah untuk memberikan gambaran atau laporan kemajuan (progress report) secara periodik yang dilakukan pihak manajemen yang bersangkutan.

            Sedangkan menurut bertein yang dialih bahasakan oleh Sofyan Safri Haraphap (2003; 147) menyatakan bahwa tujuan analisis laporan keuangan adalah sebagai berikut :

a.Screening
   Analisis dilakuakan dengan tujuan untuk mengetahui situasi dan kondisi laporan
   keuangan perusahaan dalam memilih kemungkinan investasi atau merger

b.Understanding
   Analisis dilakukan dengan tujuan untuk memahami perusahaan,kondisi keuangan
  dan hasil usahanya

c.Forcasting
  Analisis dilkukan dengan tujuan untuk meramalkan kondisi keuangan perusahaan
  dimasa yang akan datang

d.Dignosis
   Analisis dimaksudkan untuk melihat kemungkinan adanya masalah yang terjadi
   baik dalam manajemen, oprasi, keuangan, atau masalah lainnya

e.Evaluation
   Analisis dilakukan dengan tujuan untuk memulai prestasi manajemen dalam
   mengelola perusahaan

            Dari pendapat diatas,dapat dikemukakan bahwa tujuan laporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi atau untuk memberikan gambaran mengenai posisi keuangan dari satu perusahaan yang bermanfaat bagi pimpinan untuk merumuskan kebijksanaan perusahaan untuk masa yang akan datang.

3.    Sumber Analisis Laporan Keuangan
            Untuk dapat memperoleh gambaran tentang perkembangan keuangan suatu perusahaan, perlulah perusahaan mengadakan interprestasi atau analisis terhadap data keuangan dari perusahaan yang bersangkutan, dan data keuangan itu akan tercermin didalam laporan keuangan.

    Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) dalam bukunya standar akuntasi keuangan (2002: 2) menyatakan bahwa laporan keuangan adalah sebagai berikut :

Laporan keuangan merupakan bagian proses pelaporan keuangan.laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca,laporan Rugi laba, laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara misalnya sebagai laporan arus kas,

atau laporan arus dana), catatan dari laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan.disamping itu juga termasuk skedul dan informasi tambahan yang berkaitan dengan laporan tersebut.

    Menurut  myner dalam bukunya financial statement analisis yang dialih bahasakan oleh S.
     Munawir (2000:5) menyatakan bahwa laporan keuangan adalah sebagai berikut :

Laporan keuangan adalah dua daftar yang disusn oleh akuntan pada akhir periode untuk suatu perusahaan. Kedua daftar itu adalah daftar neraca, atau daftar posisi keuangan dan daftar pendapatan atau rugi laba. Pada waktu akhir – akhir ini sudah menjadi kebiasaan bagi perseroan – perseroan untuk menambahkan daftar ketiga yaitu daftar surplus atau daftar laba yang tak dibagikan (laba yang ditahan).

    Menurut Zaki Baridwan yang dikutip dalam buku intermediate accounting (2001:17)menyatakan bahwa pengertian laporan keuangan adalah sebagai berikut : 

Laporan keuangan merupakan ringkasan dari suatu proses pencatatan, yang juga merupakan suatu ringkasan dari transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku yang bersangkutan.

Laporan keuangan ini dibuat oleh manajemen dengan tujuan untuk mempertanggung jawabkan Tugas – tugas yang dibebankan kepadanya oleh para pemilik perusahaan. disamping itu laporan keuangan dapat juga digunakan untuk memenuhi tujuan – tujuan lain yaitu sebagai laporan kepada pihak – pihak diluar perusahaan.

    Menurut Bambang Riyanto dalam bukunya dasar – dasar
pembelajaran perusahaan (2003: 327) menyatakan bahwa laporan keuangan adalah sebagai berikut :

Laporan finansial (financial statment), memberikan ikhtisar mengenai kaedaan financial suatu perusahaan, dimana neraca atau(balance sheet) mencerminkan nilai aktiva,utang dan modal sendiri pada suatu saat tertentu, dan laporan rugi laba (income statement) mencerminkan hasil – hasil yang dicapai selama suatu periode tertentu biasanya meliputi periode satu tahun.

Dari pengertian diatas, dapat dikemukakan bahwa pada umumnya laporan keuangan itu terdiri dari neraca dan perhitungan rugi – laba serta laporan perubahan modal, dimana neraca menunjukan atau menggambarkan jumlah aktiva, hutang dan modal dari suatu perusahaan pada tanggal tertentu, sedangkan perhitungan dari laporan rugi – laba memperlihatkan dari hasil – hasil yang telah dicapai oleh perusahaan serta biaya yang terjadi selama periode tertentu, dan laporan perubahan modal menunjukan sumber dan penggunaan atau alasan –alasan yang menyebabkan perubahan modal perusahaan.

Pada mulanya laporan keuangan bagi suatu perusahaan hanyalah sebagai alat penguji dan pekerjan bagi pembukuan, tetapi untuk selanjutnya laporan keuangan tidak hanya sebagai alat penguji tetapi juga sebagai dasar untuk dapat menentukan atau menilai posisi keuangan dari suatu perusahaan,

dimana dengan hasil analisis tersebut pihak – pihak yang berkepentingan mengambil suatu keputusan. Jadi untuk mengetahui posisi keuangan suatu perusahaan serta hasil – hasil yang dicapai oleh perusahan tersebut perlu adanya laporan keuangan dari perusahaan yang bersangkutan.

Laporan keuangan disajikan dengan maksud untuk memenuhi kebutuhan pihak intern dan pihak ekstern yaitu untuk keperluan pimpinan perusahaan dalam mengendalikan perusahaan yang di pimpinnya agar dapat mencapai tujuan – tujuan secara efesien. Pihak ekstern yaitu untuk keperluan para pemegang saham, para kreditur, pemerintah dan pihak – pihak lain yang memerlukan.

Munawir (2000:2) menyatakan bahwa pihak – pihak yang berkepentingan dalam perusahaan yaitu :

1.Pemilik perusahaan,
   Sangat berkepentingan terhadap laporan keuangan perusahaanya,terutama untuk perusahaan – perusahaan yang pimpinannya diserahkan kepada orang lain seperti perseroan, karena dengan laporan tersebut pemilik perusahaan akan dapat menilai sukses tidaknya manager dalam memimpin

    perusahaannya dan kesuksesan seorang biasanya dinilai atau diukur dengan laba yang diperoleh perusahaan.

2. Manager atau pimpinan perusahaan
    Dengan mengetahui posisi keuangan perusahaannya period yang baru lalu akan dapat menyusun rencana yang baik, memperbaiki sistem pengawasannya dan menentukan kebijaksanaan – kebijaksanaannya yang lebih tepat. Bagi  managemen yang penting adalah bahwa laba yang dipakai cukup tinggi, cara kerja yang efisien, aktiva aman terjaga dengan baik,struktur permodalan sehat dan bahwa perusahaan mempunyai rencana yang baik mengenai hari deapan, baik dibidang keuangan maupun dibidang opersi. 

3.  Para investor (penanam modal jangka panjang)
    Bankers maupun para kreditur lainnya sangat berkepentingan atau memerlukan laporan keuangan perusahaan dimana mereka ini menanamkan modalnya. Mereka ini berkepentingan terhadap prospek keuntungan dimasa mendatang dan perkembangan perusahaan selanjutnya, untuk mengetahui jaminan investasinya dan untuk mengetahui kondisi keuangan jangka pendek perusahaan tersebut.

4.Para kreditur dan bankers
   Sebelum mengambil keputusan untuk memberi atau menolak permintaan kredit dari suatu perusahaan, perlu mengetahui terlebih dahulu posisi keuangan dari suatu perusahaan yang bersangkutan. Posisi atau keadaan keuangan perusahaan peminta kredt akan dapat diketahui melalui penganalisaan laporan keuangan perusahaan tersebut. Hal ini akan dilakukan baik oleh kreditur jangka pendek maupun kreditur jangka panjang.

5.Pemerintah
   Dimana perusahaan tersebut berdomisili, sangat berkepentingan dengan laporan  keuangan perusahaan tersebut, disamping untuk menentukan besarnya pajak yang harus ditanggung oleh perusahaan juga sangat diperlukan oleh biro pusat statistik.dinas perindustrian, perdagangan, dan tenaga kerja untuk dasar perencanaan pemerintah.

            Dari uraian diatas, dapat dikemukakan bahwa informasi yang disajikan dalam laporan keuangan bersifat umum, sehingga tidak sepenuhnya dapat memenuhi kebutuhan informasi semua pihak. Oleh karena itu tanggung jawab manajemen untuk menyusun laporan keuangan yang sesuai dengan standar akuntansi yang lazim digunakan Indonesia, sehingga laporan keuangan yang disajikan dapat dipahami oleh semua pihak.

            Adapun bentuk – bentuk laporan keuangan sebagai berikut , laporan keuangan yang lengkap meliputi neraca, laporan rugi – laba , laporan equitas serta laporan keuangan lainnya yang dapat mencerminkan hasil – hasil yang telah dicapai oleh perusahaan selama periode tertentu. Untuk lebih memahami hal tersebut perlu kiranya bagi penulis untuk membahas tentang bentuk isi serta prinsip – prinsip dari tiap macam laporan keuangan.

a)  Neraca     

            Menurut S. Munawir (2000: 13) menyatakan neraca adalah sebagai berikut :
                 Laporan yang sistematis tentang aktiva, hutang srta modal dari suatu perusahaan pada suatu tertentu.jadi tujuan neraca adalah untuk menunjukan posisi keuangan suatu peruasahaan pada tanggal tertentu,biasanya pada waktu dimana buku- buku ditutup dan ditentukan sisanya pada suatu akhir tahun fiscal atau tahun kalender,sehingga neraca sering disebut dengan balance sheet.
            Dari pendapat diatas, dapat dikemukakan bahwa neraca adalah laporan yang menyajikan tentang aktiva,hutang,dan modal suatu perusahaan pada saat tertentu atau periode tertentu.

            Dengan demikian neraca terdiri dari tiga bagian utama yaitu aktiva, hutang, dan modal.
1)   Aktiva
            Menurut S. Munawir (2000: 14) menyatakan aktiva adalah sebagai berikut :
            Dalam pengertian aktiva tidak terbatas pada kekayaan perusahaan yang berwujud saja, tetapi termasuk juga pengeluaran – pengeluaran yang belum dialokasikan ( deffered charges ) atau biaya yang masih harus dialokasikan pada penghasilan yang akan datang, serta aktiva yang tidak berwujud lainnya ( itengible assets ) misalnya goodwill, hak patent, hak menerbitkan dan sebagainya.

            Sedangkan menurut Ikatan Akuntansi Indonesia ( IAI ) dalam bukunya standar akuntansi keuangan ( 2002: 13 ) menyatakan bahwa aktiva adalah sumber data yang dikuasai oleh perusahaan sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi dimasa depan diharapkan akan diperoleh dari perusahaan.

            Dari pengertian diatas dapat dikemukakan bahwa aktiva adalah sumber – sumber ekonomi yang dimiliki perusahaan sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan darimana manfaat ekonomi dimasa depan diharapkan manfaatnya dimasa datang.

            Pada dasarnya aktiva dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian utama yaitu aktiva lancar dan aktiva tidak lancar :

a)      Aktiva lancar
Menurut S. Munawir (2000: 14) menyatakan aktiva lancar adalah sebagai berikut :
Uang kas dan aktiva lainnya yang dapat diharapkan untuk
dicairkan atau ditukarkan menjadi uang tunai, dijual atau dikonsumen dalam periode berikutnya ( paling lama satu tahun atau dalam perputaran kegiatan perusahaan yang normal ).

Sedangkan menurut Ikatan Akuntansi Indonesia ( IAI ) dalam bukunya standar akuntansi keuangan (2002:92) menyatakan bahwa aktiva lancar adalah aktiva yang diharapkan dapat direalisasikan dalam satu tahun atau dalam satu siklus operasi normal, perusahaan, yang mana yang lebih lama.

            Dari pengertian diatas, dapat dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan aktiva lancar adalah aktiva yang dapat dicairkan atau diuangkan dalam waktu satu tahun atau dalam siklus opersai normal.
 Yang termasuk kelompok aktiva lancar adalah :

1)      kas atau uang tunai yang dapat digunakan untuk membiayai
operasi perusahaan.

2)      Investasi jangka pendek ( surat –surat berharga atau
marketable securities ), adalah investasi yang sifatnya sementara ( jangka pendek ) dengan maksud untuk memanfaatkan uang kas yang untuk sementara belum dibutuhkan dalam operasi.

3)      piutang weseal, adalah tagihan perusahaan kepada pihak lain
yang dinyatakan dalam suatu wesel atau perjanjian yang

diatur dalam undang – undang karena wesel pembuatanya diatur dengan undang – undang, maka wesel ini lebih mempunyai kekuatan hukum dan lebih terjamin pelunasannya, dan piutang wesel ( notes receiveable ) ini dapat diperjual belikan.

4)      piutang dagang, adalah tagihan kepada pihak lain ( kepada kreditor atau langganan ) sebagai akibat adanya penjualan barang dagangan secara kredit.

5)      persediaan, untuk perusahaan perdagangan yang dimaksud dengan persedian adalah semua barang – barang yang diperdagangkan yang sampai tanggal neraca masih digudang atau masih belum laku dijual. Untuk perusahaan

6)      manufacturing ( yang memproduksikan barang ) maka persediaan yang dimiliki meliputi : persediaan bahan mentah, persediaan barang dalam dalam proses, dan persediaan barang jadi.

7)      piutang penghasilan atau penghasilan yang masih harus diterima ,adalah penghasilan yang sudah menjadi hak perusahaan karena perusahaan telah memberikan jasa atau

prestasinya, tetapi belum diterima pembayarannya, sehingga merupakan tagihan.

8)      pereskot atau biaya yang harus dibayar dimuka, adalah pengeluaran untuk memperoleh jasa atau prestasi dari pihak lain, tetapi pengeluaran itu belum menjadi biaya atau jasa atau prestasi pihak lain itu dinikmati oleh perusahaan pada periode ini melainkan pada periode berikutnya.

b)      Aktiva tidak lancar
Menurut S. Munawir (2000: 16) menyatakan aktiva tidak lancar adalah sebagai berikut :
Aktiva tidak lancar adalah aktiva yang mempunyai umur kegunaan relatif permanen atau jangka panjang
( mempunyai umur ekonomis lebih dari satu tahun atau tidak akan habis dalam satu kali perputaran operasi perusahaan ).

Yang termasuk aktiva lancar adalah :
1)      investasi jangka panjang dapat berupa :
(a) saham dari perusahaan lain, obligasi atau pinjaman dari perusahaan lain.
(b) aktiva tetap yang tidak ada hubungannya dengan usaha

perusahaan
(c) dalam bentuk dana – dana yang sudah mempunyai tujuan Tertentu.

Tujuan investasi atau penanaman ini pada umumnya adalah untuk
Dapat mengadakan pengawasan terhadap kebijaksanaan atau kegiatan terhadap perusahaan lain, untuk memperoleh pendapatan yang tetap secara terus menerus, untuk membentuk suatu dana tujuan – tujuan tertentu, untuk membina hubungan baik drngan perusahaan lain, dan untuk tujuan – tujuan lainnya.

            Penyajian investasi jangka panjang ini dalam neraca adalah sebesar cost atau harga perolehan dari investasi tersebut,yang meliputi harga beli, komisi perantar, pajak, dan pengeluaran – pengeluaran lain sehubungan dengan pembelian investasi jangka panjang tersebut.

2)      aktiva tetap adalah kekayaan yang dimiliki perusahaan yang
fisiknya nampak (kongkrit) dimasukan dalam aktiva tetap ini meliputi :

a)  tanah yang diatasnya didirikan bangunan atau digunakan
     operasi, misalnya sebagai lapangan, halaman, tempat parkir, dan lain sebagainya.
b)  bangunan baik bangunan kantor, toko, maupun bangu untuk pabrik
c)   Mesin
d)  Inventaris
e)       Kendaraan atau perlengkapan alat – alat lainnya

3)      Aktiva tetap tidak terwujud ( intangable fixed assets ) adalah
kekayaan perusahaan yang secara fisik tidak nampak, tetapi merupakan suatu hak yang mempunyai nilai dan dimiliki oleh perusahaan untuk digunakan dalam kegiatan perusahaan termasuk dalam aktiva tetap tidak terwujud ini meliputi : hak cipta, merek dagang, biaya pendirian ( orgaization cost ), lisensi, goodwill,dan sebagainya.

4)      Beban yang ditangguhkan ( deferred charges ),adalah
menunjukan adanya pengeluaran atau biaya yang mempunyai manfaat jangka panjang ( lebih dari satu tahun ),atau suatu pengeluaran yang akan dibebankan juga pada periode – periode berikutnya.

5)      Aktiva lain – lain adalah menunjukan kekayaanya atau aktiva perusahaan yang tidak dapat atau belum dapat dimasukan dalam klasifikasi – klasifikasi sebelumnya, misalnya gedung dalam proses, tanah dalam penyelesaian piutang jangka panjang dan sebagainya.

            Laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil akhir dari proses akuntansi yang dapat di gunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak – pihak yang berkepentingan.

            Untuk memperoleh gambaran mengenai perkembangan keuangan suatu perusahaan, maka perusahaan tersebut perlu mengadakan

 interprestasi atau analisis terhadap data keuangan dari perusahaan yang bersangkutan dan data tersebut akan tercermin dari laporan keuangan, sehingga dapat diketahui keadaan dan perkembangan keuangan dari perusahaan yang bersangkutan.

            Salah satu teknik yang dapat digunakan untuk mengetahui keadaan suatu perusahaan dalam menganalisis laporan keuangan yaitu dengan menggunakan alat ukur profitabilitas. Dengan menggunakan alat ukur ini, dapat diketahui perkembangan perusahaan, apakah perusahaan tersebut mengalami kenaikan atau penurunan dalam tingkat profitabilitas. Tingkat

 profitabilitas akan dapat diketahui dengan cara menganalisis dan menginterprestasikan

 laporan keuangan perusahaan bersangkutan dengan menggunakan metode atau teknik analisa yang tepat sesuai dengan tujuan analisa.

            Dengan laporan keuangan perusahaan dapat menentukan atau menilai posisi keuangan suatu perusahaan, dimana dengan hasil analisis tersebut pihak – pihak yang berkepentingan dapat mengambil keputusan. Dengan demikian jelaslah bahwa laporan keuangan merupakan dasar perhitungan profitabilitas, hal ini dilakukan dengan melihat kemajuan atau kemunduran dari suatu perusahaan.

0 Responses to “Makalah Analisis laporan keuangan ”

Post a Comment