TANGGAL 10 MUHARRAM BULANNYA ANAK YATIM PIATU

10 MUHARRAM  BULANNYA
ANAK YATIM PIATU

Pengunjung yang memadati aula sekitar 250 orang, acara dimulai jam 14.00 diawali dengan pembacaan Istighosah terlebih dahulu.
Dalam rangkaian memperingati tahun baru Muharam 1431 Hijriyah Badan Kontak Majelis Ta’lim (BKMT), BKMM, MT Al-Hidayah dan gabungan Majelis Ta’lim se-Kecamatan Terisi mengadakan Istighosah, santunan yatim Piatau dan ceramah agama.
Acara formal dimulai dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Quran yang dibawakan oleh Ustadzah Siti Hanah qori “Qira’atus Sab’ah” tingkat Kabupaten Indramayu. Dilanjutkan dengan pembacaan shoalawat oleh ibu-ibu Majelis Talim yang dipimpin oleh Ustadzah Duniafitri.

Sebelum santunan Anak Yatim Piatu para tamu undangan disuguhkan dengan thausiyah Maharam yang disampaikan oleh Ustadz Ibrohim Nawawi, S.Ag, M.Pdi, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Terisi. Dalam cermahanya mengungkpan dua sisi sejarah mengenai 10 Muaharram, sisi jumhur, mayoritas dan sisi Ahlil Bait. Perspektif mayoritas 10 Muharam adlaah hari yang dicatat berbagai peristiwa diselamatkannya para Nabi dan Rasul sehingga jumhur berkesimpulan 10 Muharam itu hari dan bulan yag dimulyakan Allah SWT bahkan dianjurkan untuk berpuasa di “yaumu asyura”. Sedangkan di sisi lain dalam pandangan ahi bait. Saat itulah terjadi “Tragedi Karbala”, dimana cucu Nabi Muhammad dibantai yang tersisa hanya sebagian kecil termasuk cicitnya yaitu Ali bin Zaenal Abidin dan Zaenab.
Sambutan disampaikan oleh Pantia dan disambung dengan sambutan Camat Kecamatan Terisi Ahmad Santoso, BA. Beliau menyoroti tentang makna hijrah dalam konsep sejarah antara tekstual dan kontekstual sehingga munculah thema “Mari tinggalkan Kebodohan menuju Indramayu Remaja”
peristiwa ini sangat tragis sehingga bagi mereka akan selalu mengingatkan  akan kesedihan. Dua pandangan ini seolah bertentangan satu dengan yang lain. Satu sisi memperingati 10 Muharram karena banyak para Nabi dan rasul yang diselamatkan sedangkan sisi lain menjadi peristiwa yang menyeramkan bagi “Ahlil Bait. Disinilah diperlukan paradigma berfikir untuk mencoba memahamai pemahaman keagamaan orang lain atau mencoba memahami dengan sudut pandang (prespektif) orang lain. Sehingga sikap saling menghargai menjadi mutlak dalam berdampingan dengan sesama muslim.
Acara ditutup dengan renungan dan do’a kemudian dilanjutkan dengan santunan anak Yatim Piatu yang masing-masing desa mengirimkan 5 orang anak, sehingga seleuruhnya berjumlah 45 anaka yatim piyatu. Sedangkan sisanya yang 5 anak lagi perdesa akan diberikan melalui kunjungan-kunjungan ke Majelis Ta’lim perdesa oleh ibu Camat selaku pembina BKMT, BKMM dan Al-Hidayah.
MUHARAM BULAN YATIM PIYATU
TIADA KATA YANG TERUCAP
HANYA  ANGAN DAN JIWA MERANA
MENYERUAK DIANTARA MEGA
MENGHEMBUSKAN NAFAS KEMANUSIAAN
HIDUP SALING BERBAGI.
YA MUHARRAM….
BUKAN HARI, BUKAN BULAN
TETAPI SIMBOL YANG TERMAKNAI
DALAM SETIAP DESAH NAFAS JIWA
UNTUK MENGINGAT AKAN AYAT
YANG BERSEMAYAM DALAM KALBU

0 Responses to “TANGGAL 10 MUHARRAM BULANNYA ANAK YATIM PIATU”

Post a Comment