Cyber Crime dan Upaya Antisipasi Secara Yuridis

Cyber Crime dan Upaya Antisipasi Secara Yuridis - Demikian dahsyatnya perkembangan zaman sekarang terutama dalam bidang komunikasi dan informasi. Bahkan yang lebih hebat lagi manusia dapat melakukan apa saja hanya dengan duduk manis di rumah, dengan duduk didepan layar komputernya. Ini karena apa informasi dan komunikasi sudah tidak mengenal batas teritorial wilayah suatu negara, manusia dapat melakukan komunikasi dan bertukar informasi dengan para sahabatnya yang baru dikenalnya lewat internet yang bahkan belum pernah berkenalan, bertatap muka di seluruh dunia.

Dengan pertumbuhan yang pesat ini mendorong manusia membentuk komunitas yang bersifat dunia karena kesamaan kepentingan. Komunikasi dari informasi bukan lagi merupakan kepentingan manusia dalam suatu nagara tetapi merupakan kepentingan regional bahkan internasional.

Ini artinya apa manusia sebagai anggota masyarakat dunia yang memiliki berbagai peranan dalam masyarakat global ini. Bisa jadi pelaku kejahatan terhadapnya yang dilakukan oleh bangsa lain justru otaknya adalah disebelah dinding rumahnya. Di satu sisi manusia dalam hal ini masyarakat adalah pengguna tetapi juga merupakan penerima akibat kemajuan ini. Akibat ini bisa jadi positif bisa jadi negatif.

Bentuk kejahatan yang ditimbulkan.

Perkembangan teknologi dan informasi terjadi hampir setiap negara merupakan ciri global yang berakibat kaburnya batas negara (bordealess).

Bagi negara yang cukup memiliki power yang memadai akan cenderung menyiapkan infra struktur jaringan informasi komunikasi yang memadai akan berbeda yang terjadi pada negara yang berkembang ini akan terjadi pergeseran timbulnya bentuk kolonialisme, imperialisme, kapitalisme gaya baru sebagai penderitanya, teknologi komunikasi informasi sebagai sarananya. Bentuknya bukan fisik lagi seperti yang pernah dialamai negara jajahan dulu. Bagi yang berpikiran positif akan mengembangkan dan menyediakan infra struktur bagi yang membutuhkan. Tetap dominasi kolonialisme, imperialisme dan kapitalisme masih ditangan negara – negara kaya dan maju infra strukturnya.

Berbeda sebaliknya yang positif berusaha untuk menikmati sisi positifnya, yang negatif akan mengembangkan infra struktur untuk hal – hal yang negatif. Bahkan ada fenomena baru perkembangan kejahatan dunia maya yang lebih meningkat yang di kenal dengan Cyber Crime. Fenomena ini apabila tidak segera di sikapi dengan sigap akan berakibat fatal bagi peradapan manusia. Pertumbuhan ini semakin hari semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan teknologi soal ini.

Fenomena ini memiliki karateristik yang berbeda yang tentunya memusat penanganan yang berbeda pula. Bentuk kejahatan sangat fleksibel dan para korbannya tanpa menyadari akibatnya, mudah beradaptasi sehingga tidak mudah di kenali atau terdeteksi oleh alat manapun. Tetapi akibat yang ditimbulkan sangat besar. Sebagai contoh akan terbunuhnya karakter suatu bangsa.

Fenomena ini menggejala hampir keseluruh bidang kehidupan suatu bangsa dengan dimensi barunya “Transnational Crime “ yang memiliki jaringan yang sangat kuat. Keadaan ini sangat mengkuatirkan dan manusia akan menjadi korbannya.

Kelompok sosial yang sudah ada akan secara signifikan lambat laun akan tergantikan dengan kelompok sosial baru yang cakupan lebih luas lagi. Peta ideologi, politik, ekonomi, sosial, dan budaya akan berubah dan hancur apabila tidak menyesuai dengan keadaan baru.

Usaha – usaha mengantisipasinya.

Dengan melihat betapa dahsyatnya perkembangan teknologi sebagai pertanda masuknya manusia pada era globalisasi di bandingkan sisi positifnya. Sisi negatifnya bukan mendapat penanganan yang signifikan. Jika di kelompokan usaha - usaha mengantisipasi cyber crime ada 2 :
a. Prevensif
Yakni usaha pencegahan mencegah agar akibat yang di timbulkan tidak terjadi atau meminimalisir akibat. Perlu kiranya di angkat kembali hal ini yang sudah lama terpendam bahkan sudah hilang. Yang sebenarnya masih relevan dan seharusnya tidak lapuk di lalui jaman. Apa yang di maksud yaitu ketahanan negara. Ketahanan ini yang menunjukkan jati diri suatu bangsa atau negara yang berbeda dengan yang lain, dan perlu di tingkatkan. Jika ketahanan suatu bangsa kuat apapun bentuk cyber crime yang masuk ke negara akan tertangani dengan cepat dan tepat. Tentu masih ingat ketahanan negara ini meliputi seluruh bidang kehidupaan ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan. Kelemahan ketahanan negara merupakan makanan yang sangat empuk bagi “ cyber crime “.

b. Yuridis
Pada usaha ini adalah berhubungan dengan pengobatan (drug). Bagi pelaku di tangkap dan di jebloskan pada penjara. Yang jadi persoalan di sini adalah belum ada pasal - pasal hukum yang dapat menangani tindak kejahatan maya. Tentunya ini tantangan tersendiri bagi para politisi dan aparat hukum, praktisi, penegak hukum untuk lebih serius bagi dalam menyikapi cyber crime yang semakin meningkat. Hal ini perlu persepsi yang sama di antara semua perihal yang jelas, dalam tindak kejahatan perlu kepastian hukum, kepastian hukum di tandai dengan adanya alat bukti kejahatan, tempat kejahatan dan korban dan kejahatan. Sedangkan di dunia maya tidak mengenal waktu dan tempat. Pelayanan yang timbul sejauh mana relevansinya dan signifikan tindal kejahatan maya dengan internet dan upaya - upaya hukum apa yang dapat di jadikan antisipasi cyber crime. Ada beberapa negara yang telah megupayakaan ini walaupun hasilnya belum signifikan umpamanya Malaysia, Singapura, dan Amerika.

DPR sudah menerima rancangan Undang - Undang tentang ketentuan cyber crime namun belum sesuai dengan kondisi masyarakat sekarang. Walaupun sudah menetapkan Undang - Undang ini belum menjamin keberhasilannya. Yang terpenting sekarang perlu ditingkatkan tentang sosialisasi “ bahayanya cyber crime”.

0 Responses to “Cyber Crime dan Upaya Antisipasi Secara Yuridis”

Post a Comment