Contoh daftar riwayat hidup (CV) yang benar

Contoh daftar riwayat hidup yang benar - berikut ini adalah contoh daftar riwayat hidup/ CV atau Curriculum vitae

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Data Pribadi:
Nama                        : Titin Fatimah
Temat Tanggal Lahir    : Tasikmalaya, 26 Novemver 1987
Alamat                      : Jl. Pembina I No. 4, Pramuka Jakarta Timur
Agama                       : Islam
Jenis Kelamin             : Perempuan
Telepon                     : 085xxxxxxx
Email                        : 1234@gmil.com

Riwayat Pendidikan:
  • 2001 lulus SD Persis Tasikmalaya
  • 2004 Lulus SMP PPI 79 Tasikmalaya
  • 2007 Lulus SMK Mitra Batik Tasikmalaya
Pengalaman Kerja:
  • Rumah Sakit Royal Progress International sebagai Adminitrasi Pasien
  • Df Clinic For eastatic and Anti Aging Centre sebagi Administrasi faktur Invoice Pasien
  • CV. DBS Group sebagai Administrasi
demikianlah contoh daftar riwayat hidup yang kami buat dan semoga bermanfaat. lihat juga contoh surat lamaran kerja.

Contoh Proposal Tani Ternak


Contoh Proposal Tani Ternak

PROPOSAL PENGAJUAN KELOMPOK TANI TERNAK
“MANJING BINANGKIT”


KATA PENGANTAR

             Peternak sebagai subjek pembangunan ternak di Indonesia sampai saat ini belum bisa meningkatkan kesejahteraannya. Pengalaman empritis menunjukan bahwa di tingkat usaha tani ternak, para pelaku yaitu peternak belum dapat menikmati kesejahteraan yang layak. Salah satu karakteristik penting yang menyebabkan adalah sumberdaya yang dimiliki petani sangat terbatas, para peternak dengan skala usaha kecil terkonsentrasi pada kehiatan produksi dan belum berkembangnya system agribisnis secara mapan.
Dalam upaya mewujudkan tujuan ideal, kami selaku pemuda-penuda generasi bangsa Indonesia membentuk Kelompok Tani Ternak Domba “MANJING BINANGKIT”. Yang akan bergerak dalam budidaya melalui usaha penggemukan domba berupaya merubah orientasi usaha tani ternak domba yang berpatokan individu dan tradisional beralih pada system usaha tani secara kelompok dengan meningkatkan pengelolaan usaha tani ternak domba dengan penerapan manajemen pengelolaan usaha tani ternak dengan sentuhan teknologi dan inovasi peternakan dengan tujuan jangka panjang mewujudkan suatu usaha ternak mandiri, berdaya saing dan berkesinambungan, yang pada akhirnya berupaya meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup anggota kelompok.
Mudah-mudahan langkah awal ini mendapat dukungan dari pemerintah dan dunia usaha yang di harapkan bertindak sebagai fasilitator dan mitra keberhasilan usaha tani ternak domba ini. Kami mengucapkan terima kasih atas segala dukungan dan fasilitas dalam rangka pengembangan usaha tani ternak domba, semoga Allah SWT mentakdirkan harapan ini menjadi kenyataan, Amin.


I. PENDAHULUAN
1.1              Latar Bealakang  
Salah satu komoditas utama dari sub sektor peteranakan yang diharapkan menjadi sumber penghasil daging dalam rangka swasembada daging adalah domba, disamping komoditas sapi dan lainnya.
Peluang bisnis beternak domba masih terbuka lebar karena permintaan akan domba terus meningkat dari tahun ke tahun. Pasar penyerap hewan ruminansia ini sangat beragam mulai dari kebutuhan untuk hewan kurban, keperluan akikah, keperluan orang hajatan /syukuran, sampai kebutuhan kuliner di restoran / rumah makan penyedia menu daging domba dengan beragam jenis masakan diantaranya : sate, gulai, sop, empal dan lain lain.
Permintaan domba yang terus meningkat ini tentunya dapat dijadikan sebuah peluang usaha / bisnis bagi para pemula khususnya pada pemuda dalam rangka mencetak interpreneur (wirausaha) yang beretika dalam usaha ternak domba. Pasalnya, hingga saat ini belum semua kebutuhan akan domba belum bisa di penuhi oleh para peternak yang sudah ada , hal ini terbukti dengan terus meningkatnya harga domba dari tahun ke tahun yang menandakan jumlah permintaan lebih besar dari penawaran. Selain permintaan dari dalam negeri di atas, peluang ekspor daging domba juda cukup besar diantaranya: Malaysia, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Abuh Dhabi.
Dengan mempertimbangkan penjelasan tersebut di atas dan potensi di daerah yang mendukung pengembangan budidaya domba, maka kami para pemuda melalui dibentuknya wadah Kelompok Tani Ternak Domba “MANJING BINANGKIT”Desa Condong Kecamatan Jamanis Kabupaten Tasikmalaya berencana akan melaksanakan usaga Budidaya di Bidang Penggemukan Domba.
1.2 Maksud dan Tujuan
Maksud dan pemberdayaan pemuda melalui wadah kelompok tani ternak domba “MANJING BINANGKIT”dalam usaha ternak domba adalah mencetak interpreneur – interpreneur muda dalam usaha ternak domba dalam rangka mensukseskan program swasembada daging.
Adapun tujuan dari pemberdayaan pemuda melalui wadah kelompok tani ternak “MANJING BINANGKIT”dalam usaha ternak domba adalah sebagai berikut:
a)      Menciptakan lapangan pekerjaan di perdesaan dalam rangka mengurangi pengangguran,
b)      Mencetak wirausahawan  muda yang beretika sebagai pelopor dan penggerak
c)      Pembangunan peternakan di perdesaan
d)     Menumbuhkan jejaring usaha antar daerah, 
e)      Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan para anggota,



II. KEADAAN UMUM

2.1 Profil Desa Condong
2.1.1 Geografis
Desa Condong merupakan desa wilayah kecamatan Jamanis Kabupaten Tasikmalaya, yang pempunyai daerah pertanian yang cukup luas. Secara administratif Desa Condong berada dalam wilayah Kecamatan Jamanis Kabupaten Tasikmalaya, dan berbatasan langsung sebelah utara dengan Desa Karangmulya dan Selatan dengan Kecamatan Sukahening.
Desa Condong mempunyai potensi lahan yang cukup baik untuk usaha penggemukan ternak domba. Lokasi yang cukup jauh dari perumahan agar terhindar dari polusi udara yang dihasilkan dari limbah kotoran ternak dan resiko tertular penyakit ternak. Walaupun jauh dari lalu lintas tidak menyulitkan dalam hal transportasi.
2.1.2 Mata Pencaharian
Mata pencaharian penduduk desa Condong 80 % Hidup sebagai petani, khususnya petani padi sawah dan palawija, sisanya 20 % sebagai karyawan, pedagang, dan pegawai negeri.
2.1.3 Profil kelompok
Kelompok tani ternak domba “MANJING BINANGKIT” Desa Condong Kecamatan Jamanis Kabupaten Tasikmalaya merupakan kelompok domisili yang bergerak pada usaha tani ternak melalui usaha menggemukan domba
2.1.4 Struktur Organisasi
Struktur organisasi kelompok tani ternak domba “MANJING BINANGKIT”terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara, dan bidang-bidang yaitu sebagai berikut :
Ketua               : ASEP TAUFIQURROHMAN, S.Pd.I
Sekretaris         : SAMBAS ZAENI
Bendahara       : DEDE JAMALUDIN
2.1.5 Anggota
Jumlah anggota Kelompok Tani Ternak “MANJING BINANGKIT”adalah sebanyak 13 orang anggota dengan rincian terlampir



III. RENCANA PENGEMBANGAN USAHA DAN BIAYA

3.1 Lokasi
Usaha ternak domba Kelompok Tani Ternak Domba “MANJING BINANGKIT” terletak di Desa Condong Kecamatan Jamanis Kabupaten Tasikmalaya Propinsi Jawa Barat . Penentuan lokasi ini didasarkan atas pertimbangan bahwa di desa Condong Berpotensi untuk usaha ternak domba sangat mendukung, diantaranya : lokasi yang jauh dari pemukiman penduduk, banyaknya areal persawahan dan pabrik pembuatan tahu dan tempe, banyaknya Hijauan Makanan Ternak ( HMT ) sebagai pakan utama, dedak, ampas tahu sebagai sumber pakan tambahan.
3.2 Jenis Usaha
Jenis usaha ternak domba yang akan dikembangkan adalah usaha ternak penggemukan domba.
ANALISA USAHA PENGGEMUKAN DOMBA JANTAN
( 22 EKOR DOMBA DALAM JANGKA WAKTU 5 BULAN)
A.
PENGELUARAN

1.
Pembelian Bakalan Domba:










22
ekor
x
25
 kg Bobot Hidup
x
 Rp          30,000
/ekor


=
 Rp  16,500,000

2.
Biaya Pakan Hijauan (HMT):










22
ekor
x
2.5
kg/ekor/hr
x
 Rp                200
/kg
x
150
hr
=
 Rp    1,650,000

3.
Biaya Tenaga Kerja:










2
Org
x
5
bulan
x
 Rp        300,000
/ bln



=
 Rp    3,000,000

TOTAL PENGELUARAN








 Rp  21,150,000















B.
PENERIMAAN

1.
Penjualan Domba











ADG (Average Daily Gain) = 0.08 kg/ekor/hr








0.08
kg
x
150
hari
=
 12 kg/ekor/hr








22
ekor
x
37
 kg Bobot Hidup
x
 Rp          30,000
/ekor


=
 Rp  24,420,000

2.
Penjualan Kompos/Pupuk Organik










22
ekor
x
1
kg/ekor/hr
x
 Rp                200
/kg
x
150
hr
=
 Rp        660,000
















TOTAL PENERIMAAN








 Rp  25,080,000















C.
KEUNTUNGAN

π
(Keuntungan)
=
Total Penerimaan-Total Pengeluaran










=
 Rp   25,080,000
 -
 Rp  21,150,000











=
 Rp     3,930,000
 /5  bulan











=
 Rp        786,000  
 /
 bulan







3.3 Skala Usaha
Skala usaha yang akan dilaksanakan dalam budidaya melalui usaha penggemukan domba sebanyak 100 ekor domba jantan.
Untuk memenuhi sasaran usaha tani budidaya penggemukan domba yang baik, maka perlu dibuat suatu strategi untuk pengembangannya yaitu melalui pendekatan sebagai berikut:
(1)  Pendekatan Teknis
a)      Peningkatan bobot badan per hari melalui pemberian HMT dan Konsentrat,
b)      Mengurangi angka kematian melalui pencegahan ( pemberian Vaksin, vitamin, dan obat obatan ), penelitian, pemberantasan, dan pengendalian penyakit ternak (pemberian obat obatan),
c)      Mendatangkan ternak bakalan unggul untuk penggemukan domba
(2)  Pendekatan terpadu
Pendekaran terpadu yaitu pendekatan yang melibatkan aspek teknologi produksi, aspek ekonomi, dan aspek sosial
a)      Aspek teknologi produksi meliputi perbaikan mutu bakalan, pakan ternak, penanggulangan penyakit ternak.
b)      Aspek ekonomis yaitu dengan memperbaiki manajemen produksi, pasca panen, serta melakukan diversifikasi yang berhubungan dengan usaha peternak domba seperti pembuatan pupuk organik, budidaya cacing, budi daya rumput gajah.
c)      Aspek sosial yaitu menempatkan peternak dalam kelompok supaya dapat berintegrasi satu sama lain.
(3)  Pendekatan agribisnis
Yaitu pendekatan diamana aspek aspek pengadaan dan penyaluran sarana produksi, budidaya, pengelolaan dan pemasaran ditangani secara utuh dan menyeluruh
3.4 Teknologi Usaha
Pada pengembangan agribisnis/ domba / kambig ini menrapkan teknologi produksi dan penangannan pasca panen merupakan kebutuhan yang tidak dapat di tunda. Pemanfaatan teknologi diharapakan akan menjadi usaha peternak domba / kambing menjadi lebih efisien dan efektif.
Pada usaha agribisnis ternak domba / akambing yang akan digunakan adalah teknologi budidaya penggemukan, teknologi pakan ternak, dan teknologi pasca panen.

ANALISA USAHA PEMBIBITAN DOMBA ( 4 PEJANTAN  & 22 INDUK BETINA DALAM 12 BULAN)
A.
PENGELUARAN











1.
Pembelian Induk Betina:










22
ekor
@
35 kg BB
x
 Rp 1,500,000
/ekor



=
Rp     31,000,000

2.
Pembelian Pejantan:










4
ekor
@
50 kg BB
x
 Rp 2,500,000
/ekor



=
Rp      10,000,000


TOTAL PEMBELIAN DOMBA






=
Rp     41,000,000

3.
Pakan













Biaya Pakan Hijauan (HMT):










-Bobot Badan Pejantan rata-rata 50 kg










Kebutuhan HMT = 10% x 50 kg = 5 kg HMT/ekor/hari








4
ekor
x
5
kg/ekor/hr
x
 Rp           100
/kg
x
365
hr
=
 Rp           730,000


-Bobot Badan Induk Betina rata-rata 35 kg








Kebutuhan HMT = 10% x 35 kg = 3,5 kg HMT/ekor/hari








22
ekor
x
3.5
kg/ekor/hr
x
 Rp           100
/kg
x
365
hr
=
 Rp       2,810,500


Total Kebutuhan HMT






=
 Rp       3,540,500


Biaya Pakan Konsentrat (maksimal 30% dari kebutuhan HMT)







Pakai 20% dari total kebutuhan HMT










-Pejantan : 10% x 5 kg HMT/ekor/hari = 0,5 kg/ekor/hari








4
ekor
x
0.5
kg/ekor/hr
x
 Rp        1,000
/kg
x
365
hr
=
 Rp           730,000


-Induk Betina : 10% x 3,5 kg HMT/ekor/hari = 0,35 kg/ekor/hari







22
ekor
x
0.35
kg/ekor/hr
x
 Rp        1,000
/kg
x
365
hr
=
 Rp       2,810,500


Total Kebutuhan Konsentrat






=
 Rp       3,540,500


TOTAL KEBUTUHAN PAKAN






=
 Rp       7,081,000

4.
Biaya Obat-obatan Ternak:










- Obat Cacing:











26
ekor



x
 Rp        5,000
/3 bln
x
4
kali
=
 Rp           520,000


- Vitamin:












26
ekor



x
 Rp        5,000
/ bln
x
12
bln
=
 Rp       1,560,000


- Antibiotik dan obat-obatan lainnya:










26
ekor



x
 Rp        5,000
/ bln
x
12
bln
=
 Rp     1,560,000


TOTAL  KEBUTUHAN KESEHATAN HEWAN





=
 Rp      3,640,000

TOTAL PENGELUARAN







=
 Rp    53,721,000
B.
PENERIMAAN











1.
Penjualan Induk dengan 2 anak umur 1bulan








22
ekor



x
 Rp 1,500,000
/ekor



=
 Rp     33,000,000

2.
Penjualan Pejantan Afkir










4
ekor



x
 Rp 2,500,000
/ekor



=
 Rp      10,000,000

3.
Penjualan Anak kelahiran pertama










Umur 6 bulan dengan tipe kelahiran ganda/kembar/twin








22
ekor anak jantan
x
 Rp 1,000,000
/ekor



=
 Rp     22,000,000


22
ekor anak betina
x
 Rp    800,000
/ekor



=
 Rp     17,600,000

4.
Penjualan Pupuk Organik










22
ekor
x
3
kg/ekor/hr
x
 Rp           200
/kg
x
365
hr
=
 Rp      4,818,000


70
ekor
x
1
kg/ekor/hr
x
 Rp           200
/kg
x
180
hr
=
 Rp       2,520,,000

TOTAL PENERIMAAN








 Rp     89,938,000
C.
KEUNTUNGAN











π
(Keuntungan)
=
Total Penerimaan-Total Pengeluaran











=
 Rp    89,938,000
 -
 Rp   53,721,000










=
 Rp    36,217,000
 / Tahun











=
 Rp       3,018,100
/
 Bulan







3.4.1 Perkandangan
Kandang merupakan tempat melakukan kegiatan pemeliharaan ternak domba dari awal sampai masa penggemukan. Kandang ternak domba digunakan berbentuk kandang-kandang baterai berukuran 60 Cm X 150 Cm / ekor domba dan tinggi kurang lebih 1 M dari permukaan tanah. Ada 2 macam system kandang yang digunakan dalam penggemukan yaitu individual / baterai dan koloni / berkelompok. Kandang domba yang akan digunakan telah memenuhi persyaratan dimana terdapat sanitasi air bersih berupa sumur pompa disamping kandang.
3.4.2 Proses Penggemukan Ternak Domba
Ternak domba yang akan digemukan dikandangkan secara berkelompok atau individual dalam satu unit kandang yang dipelihara secara kelompok. Selanjutnya dipilih terbak domba jantan berumur 8 – 12 bulan dengan bobot 20 – 25 / Kg / ekor. Pemberian pakan hijauan diberi minimal 10 – 20% dari bobot badan, sedangkan pakan konsetrat minimal 10% dari pakan hijauan. Lamanya penggemukan disesuaikan dengan kebutuhan pasar, 3 – 4 bulan. Dengan pemberian pakan seperti hal diatas minimal akan meningkatkan bobot badan per hari 100 – 200 gram / ekor / hari.
Untuk merealisasikan usaha ini dibutuhkan anggaran dana, dengan rincian kebutuhan sebagai berikut :




RENCANA ANGGARAN DAN BIAYA PEMBIBITAN DOMBA
( 2 PEJANTAN  DAN 11 INDUK BETINA DALAM JANGKA WAKTU 12 BULAN)
A.
INVESTASI












1.
Pembuatan kandang individu










26
ekor



x
 Rp      700,000
/unit



=
 Rp     18,200,000


TOTAL INVESTASI







=
 Rp     18,200,000
B.
PEMBELIAN BIBIT DOMBA










1.
Pembelian Induk Betina:










22
ekor
@
35 kg BB
x
 Rp   1,500,000
/ekor



=
 Rp   33,000,000

2
Pembelian Pejantan:











4
ekor
@
50 kg BB
x
 Rp   2,500,000
/ekor



=
 Rp     10,000,000


TOTAL PEMBELIAN BIBIT DOMBA






=
 Rp   43,000,000
C.
PAKAN













1.
Biaya Pakan Hijauan (HMT):










-Bobot Badan Pejantan rata-rata 50 kg








Kebutuhan HMT = 10% x 50 kg = 5 kg HMT/ekor/hari








4
ekor
x
5
kg/ekor/hr
x
 Rp              100
/kg
x
365
hr
=
 Rp       730,000


-Bobot Badan Induk Betina rata-rata 35 kg








Kebutuhan HMT = 10% x 35 kg = 3,5 kg HMT/ekor/hari








22
ekor
x
3.5
kg/ekor/hr
x
 Rp              100
/kg
x
365
hr
=
 Rp     2,810,500


Total Kebutuhan HMT








 Rp     3,540,500

2.
Biaya Pakan Konsentrat (maksimal 30% dari kebutuhan HMT)






Pakai 20% dari total kebutuhan HMT









-Pejantan : 10% x 5 kg HMT/ekor/hari = 0,5 kg/ekor/hari







4
ekor
x
0.5
kg/ekor/hr
x
 Rp           1,000
/kg
x
365
hr
=
 Rp       730,000


-Induk Betina : 10% x 3,5 kg HMT/ekor/hari = 0,35kg/ekor/hari






22
ekor
x
0.35
kg/ekor/hr
x
 Rp           1,000
/kg
x
365
hr
=
 Rp     2,810,500


Total Kebutuhan Konsentrat






=
 Rp     3,540,500


TOTAL KEBUTUHAN PAKAN






=
 Rp     7,081,000
D.
KESEHATAN HEWAN











- Obat Cacing:












26
ekor



x
 Rp           5,000
/3 bln
x
4
kali
=
 Rp        520,000


- Vitamin:













26
ekor



x
 Rp           5,000
/ bln
x
12
bln
=
 Rp    1, 560,000


- Antibiotik dan obat-obatan lainnya:









26
ekor



x
 Rp           5,000
/ bln
x
12
bln
=
 Rp     1,560,000


TOTAL  KEBUTUHAN KESEHATAN HEWAN




=
 Rp     3,640,0,000
E.
SELEKSI TERNAK












22
ekor



x
 Rp        25,000




=
 Rp        650,000
F.
ALAT TULIS KANTOR (ATK)










1.
Papan Recording Ternak










22
ekor



x
 Rp        20,000
/unit



=
 Rp        520,000

2.
Papan data perkembangan populasi





=
 Rp        400,000

3.
Alat tulis (spidol, ballpoint, pensil,dll)




=
 Rp        200,000

5.
Fotocopy, Jilid, dll







=
 Rp        240,000

6.
Buku administrasi kelompok






=
 Rp        200,000


TOTAL KEBUTUHAN ATK






=
 Rp    1,560,000


TOTAL KEBUTUHAN KELOMPOK






=
 Rp   50,601,000



























3.5 Penerapan Manajemen Kesehatan Ternak Pada Awal Penggemukan
Kegiatan manajemen kesehatan ternak meliputi :
a)      Pemberian vitamin,
b)      Pemotongan kuku,
c)      Pemberian obat cacing
d)     Vaksinasi septicaemia epizootica (SE) dan Antraks
e)      Pencukuran bulu.
3.5.1 Pemasaran
Ternak domba pada saat ini menjadi primadona pemeliharaan ternak di pedesaan yang aman hal ini disebabkan ternak domba mempunyai peluang pasar sangat terbuka lebar dan harga yang sangat kompetitif serta mudah dipasarkan. Cara distribusi yaitu dengan bekerjasama dengan para pedagang domba dipasar –pasar di wilayah sekitar kabupaten tasikmalaya dan para pembeli untuk acara (hajatan / aqiqah) atau penjual keliling dengan harga sesuai kondisi pasar, selain itu domba akan dijual dengan cara stand sendiri pada saat menjelang hari Raya idul Fitri dan Idul Adha.
Untuk target pemasaran selanjutnya kami juga akan berusaha menyuplai tukang jagal domba / rumah potong hewan diantaranya : RPH Ciawi, RPH Cikurubuk, RPH Singaparna, kemudian menyuplai rumah makan, restoran, dan warung sate diantaranya sebagai berikut : Warung sate Kajojo, Warung Sate Mang Hanan, Warung sate Cihaur Pengkolan, Warung Sate ibu Teuing, dll.






V. PENUTUP

Dengan melihat analisa usaha dan peluang usaha kelompok tani ternak MANJING BINANGKIT memiliki potensi untuk dapat di kembangkan guna memenuhi kebutuhan daging jawa barat, khususnya Kabupaten Tasikmalaya.
Dengan modal usaha yang diberikan diharapkan sebagai sarana peningkatan usaha yang lebih baik dan menguntungkan serta kesejahteraan keluarga meningkat.
Pada kesempatan ini kami menghaturkan terima kasih kepada Bapak Bupati Kabupaten Tasikmalaya melalui kepala dinas peternakan Kabupaten Tasikmalaya yang dapat memberikan bantuan modal usaha bagi kelompok tani ternak MANJING BINANGKIT desa Condong Kecamatan Jamanis Kabupaten Tasikmalaya.
Kami menyadari dengan segala keterbatan dan kekurangan dengan ini kami mengharapkan bimbingan dan petunjuk serta saran demi perbaikan di masa yang akan datang.

Condong , 25 Maret 2013
Ketua Kelompok Tani Ternak
MANJING BINANGKIT


ASEP TAUFIQURROHMAN, S.Pd.I